JA Teline V - шаблон joomla Форекс

HUKUM & KRIMINAL
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Bule asal Bulgaria Vladimir Vladimirov Cholakov bersama tiga rekannya yang juga warga Bulgiaria,  Kiril Dechhev Yanakiev, Vasil Radoslav Gunev dan Vasil Kostadinov (dalam berkas terpisah), Rabu (20/3/2019) diadili di PN Denpasar. 

Keempat bule ini dadili karena diduga melakukan tindak pidana melakukan, yang menyuruh melakukan dan yang turut serta melakukan perbuatan dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses komputer atau sistem komputer milik orang lain. 

Dalam siang pimpinan Hakim Esthar Oktavi itu masih dengan agenda pembacaan dakwaan. Menariknya, untuk menghadapi perkara ini, hanya terdakwa Vladimir Vladimirov Cholakov yang didampingi pengacara. Sedangkan tiga rekanya memilih maju sendiri meski majelis hakim sudah menunjuk pengacara. 

Dalam dakwaan, keempat terdakwa dijerat dengan Pasal 31 ayat (1) Jo Pasal 46 ayat (1) UU RI No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 tahun 2008 tentang ITE dan Pasal 30 ayat (2) Jo Pasal 64 ayat (2) UU yang sama serta Pasal 30 ayat (3) Jo Pasal 46 ayat (3) juga UU yang sama. 

Namun untuk terdakwa Kiril Dechhev Yanakiev dan Vasil Radoslav Gunev, karena keduanya ditangkap membawa senjata tajam, maka keduanya juga dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) UU Darurat No. 12 tahun 51 Jo Pasal 55 ayat (1). 

Dalam dakwaan dipaparkan, perbuatan pidana yang dilakukan para terdakwa ini terjadi pada tanggal 21 Desember 2018 silam di mesin ATM (anjintan tunai mandiri) BNI dengan kode : S1RNNAC025 yang terletak di area Restaturan Shinning Jewel di Jalan Danau Tamblingan, Sanur. 

Ditangkapnya para terdakwa ini berawal berasal saat saksi Wawan Setiawan selaku karyawan bank BNI melakukan proses penagihan kredit sedang melakukan pengecekan terhadap beberapa mesin ATM. 

"Saat mengecek misin ATM di Restoran Shinning Jewel  di Jalan Danau Tamblingan, Sanur melihat ada keanehan pada kanopi (cover PIN) yang terpasang pada mesin ATM. Melihat itu saksi langsung melakukan pengecekan pada kamera kecil yang terpasang pada kanopi,"ungkap JPU Eddy Artha Wijaya. 

Melihat ada keamanan, saksi lalu melaporkan kepada I Nengah Ariyasa selau Penyelia Menejer Resiko Divisi Pemrosesan yang selanjutnya melakukan melaporkan adanya keanehan tersebut ke Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda Bali. 

Atas laporan itu, saksi bersama petugas dari Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda Bali sekitar pukul 16.00 Wita melakukan pemantaun terhadap ATM tersebut. Saat melakukan pemantauan, pada pukul 21.14 Wita datang terdakwa Kiril Dechhev Yanakiev dan Hasil Radolslavov Gunev. 

Seluruh kemudian, terdakwa Kiril Dechhev Yanakiev turun dari mobil dengan membawa tas hitam menuju mesin ATM. "Saat terdakwa berada dalam mesin ATM dan memasang cover PIN pada mesin ATM tersebut, langsung digerebek oleh petugas yang sudah melakukan pengawasan,"jelas jaksa. 

Petugas lalu menginterogasi kedua terdakwa yang keduanya mengaku tinggal di Jalan Pengawasan III No. 44 Sanur. Petugas lalu membawa terdakwa ketempat tinggalnya. Sampai disana petugas juga menemui Visel Kostandinov Nikolov (terdakwa dalam berkas terpisah). 

Dari pengakuan Kiril Dechhev Yanakiev, dia mendapatkan kanopi atau cover PIN dari terdakwa Vladimir Vladimirov Colakov. "Dari pengakuan Kiril Dechhev Yanakie dan Visel Kostandinov Nikolov usai memasang cover PIN mereka mendapat upah 10 persen dari total uang yang didapat Vladimir Vladimirov Colakov," ungkap jaksa. 

Atas pengakuan itu,polisi lalu melakukan penangkapan terhadap terdakwa Vladimir Vladimirov Colako di tempat tinggalnya di Jalan Kumat Lestari Gang 6 No. 19 Sanur. Dari penangkapan itu, polisi berhasil mengamankan barang bukti mulai dari sejumlah uang, laptop serta sejumlah kartu kerdit dan kartu debit. (eli)

HUKUM & KRIMINAL

Grid List

DENPASAR-fajarbali.com | Penyidik Ditreskrimsus Polda Bali terus menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi dana bantuan sosial (dana bansos) yang dilaporkan Wayan Udiana dengan terlapor Ketua DPRD Klungkung I Wayan Baru.

DENPASAR-fajarbali.com | Siapa yang tidak sedih melihat suaminya ditimpa masalah hukum, bahkan sampai dijebloskan dalam sel tahanan.

DENPASAR-fajarbali.com | Mencoba menghalau aksi trek-trekkan di Jalan Kerta Petasikan Gang Buntu, Suwung, Denpasar Selatan (Densel), Jumat (12/4) dinihari, dua anggota kepolisian Polsek Densel baku hantam dengan para pelaku.

DENPASAR-fajarbali.com | Ratusan driver taksi online mendatangi kantor hukum "Panglima Hukum" Togar Situmorang, S.H., M.H., M.A.P. dan juga Managing Partner Law Office Togar Situmorang & Associates di Jl. Gatot Subroto Timur No. 22 Denpasar Bali, Jumat (12/4).

DENPASAR-fajarbali.com | Wayan Muka Udiana, tokoh masyarakat Nusa Penida Klungkung yang melaporkan Ketua DPRD Klungkung, Wayan Baru, dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) di sejumlah pura di Klungkung, kembali bikin gebrakan terbaru.

DENPASAR-fajarbali.com | Operasi Sikat Agung 2019 yang digelar jajaran Polda Bali selama 16 hari berhasil menggulung 74 tersangka yang terlibat kasus pencurian dan pemberantan (curat), pencurian kekerasan (curas) dan curanmor.

DENPASAR-fajarbali.com | Tuntas sudah pengejaran Tim Resmob Polresta Denpasar dalam mengejar satu tahanan kabur yang belum tertangkap, yakni Jemmy Sinaga.

DENPASAR-fajarbali.com | Akibat perbuatannya mencekik pegawai salah satu Restauran, wanita kelahiran Mulago, Uganda bernama Kalungi Shamilah (32), Kamis (11/4/2019) diseret ke PN Denpasar untuk diadili. 

DENPASAR-fajarbali.com | Pengusaha asal Tanzania, Abdul Rahman Asuman (43) yang ditangkap menyelundupkan narkotika jenis sabu sabu seberat 1.130,96 gram yang disimpan perutnya ke Bali, Kamis (11/4/2019 disidangkan. 

DENPASAR-fajarbali.com | Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Bali, Anak Agung Alit Wiraputra yang diduga terlibat kasus dugaan penipuan perizinan proyek pelebaran Pelabuhan Benoa senilai Rp 16.1 miliar, tiba di Mapolda Bali, Kamis (11/4/2019) sekitar pukul 11.35 Wita.

DENPASAR-fajarbali.com | Berdasarkan hasil penyidikan Ditreskrimsus Polda Bali terungkap tersangka Sudikerta membagi-bagikan uang hasil penjualan tanah Pelaba Puri Jurit Luhur Uluwatu kepada dua tersangka sebesar Rp 26 miliar.

DENPASAR-fajarbali.com | Dua pekan ditetapkan sebagai tersangka (28/3/2019) lalu, terkait laporan Alim Markus Boss Grup Maspion, penyidik Ditreskrimsus Polda Bali akhirnya menahan tersangka Wayan Wakil dan Anak Agung Ngurah Agung, sejak Rabu (10/4) pagi.