JA Teline V - шаблон joomla Форекс

HUKUM & KRIMINAL
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Polemik jual beli saham Sky Garden kembali terkuak. Tidak terima dilaporkan ke Polresta Denpasar dalam kasus penipuan dan pemalsuan akte otentik, pihak manajemen baru Titian Wilaras alias Kris membeberkan tanggungan (Pajak Hotel dan Restaurant) Sky Garden sejak tahun 2015 yang nilainya mencapai miliaran rupiah. 

Kris sekaligus pemilik BPR Legian ini menjelaskan, diduga kuat karena tidak mampu membayar tanggungan PHR tersebut, pihak manajemen lama akhirnya menjual saham 66 persen tersebut kepadanya, 16 Januari 2019 lalu. Kris pun merasa dipermainkan dan mengancam akan melapor balik pihak manajemen lama ke polisi dengan tuduhan penipuan. 

“Yang ditipu itu saya. Mereka menjual kepada saya tapi rupanya memiliki banyak tanggungan baik PHR dan utang suplayer yang nilainya mencapai Rp 25 miliar selama setahun. Pajak PHR di atas Rp 9 miliar tidak dibayarkan,” jelasnya, Kamis (21/3/2019). 

Dijelaskan Kris, selain menunggak PHR, pihak manajemen lama juga tidak memiliki ijin IMB, sewa tanah expired, ijin operasional mati dan tidak ada ijin dan tidak membayar pajak Video Trone. 

BERITA TERKAIT: Pemegang Saham Sky Garden Laporkan Notaris dan Manajemen Baru 

Ditambahkannya, dari hasil pengecekan pihaknya, rupanya pemilik saham 66 persen tersebut sesungguhnya adalah warga negara Kanada bernama Sean Brian McAloney alias Son, yang kemudian dinominikan ke Yuliana. “Jadi, dalam proses jual beli ini saya yang berurusan dengan Son. Meskipun Yuliana tertera sebagai direktur PT ESC yang menaungi Sky Garden,” bebernya. 

Diungkapkannya, dalam kesepakatan jual beli saham senilai 66 persen tersebut, kedua belah pihak bersedia menandatangi perjanjian di notaris yang telah di tunjuk yakni Ni Ketut Ardani, belakangan dilaporkan pihak manajemen lama ke Polisi dalam tuduhan penyalahgunaan jabatan notaris dan pemalsuan akte otentik. 

“Semua tuduhan itu tidak benar. Kami membeli saham Corporase itu di notaris dan akte pun sudah ada. Dua akte pengesahan sudah ada. Proses yang lain-lain inilah yang dibesar-besarkan. Persoalan si Rifan dengan kami sudah selesai,” ucapnya.

Diungkapkannya, adapun tiga yacht yang sebenarnya seharga Rp40 miliar tersebut sebagai pembayaran sebagian saham itu lantaran kesepakatan bersama dengan Son. Dan, serahterima tersebut berlangsung pada 17 Januari 2019 lalu di Singapura. Son sendiri saat itu berkeinginan membangun bisnis carter kapal dengan yacht tersebut, sehingga pihak Son tertarik mau menerima pembayaran dengan yacth tersebut.

Tudingan pihaknya tidak menyelesaikan pembayaran sisa saham 66 persen tersebut juga diakuinya keliru besar. Lantaran dalam kesepakatan awal dari harga saham Rp 40 miliar (saham 66 persen) memang pembayaran dilakukan dengan uang Rp5 miliar sebagai tanda jadi dan 3 unit Yacth senilai Rp18 juta tersebut. Sehingga sisanya akan dicicil 10 kali. 

“Kami itu sudah membayar langsung ke Son. Karena dia kan yang punya saham itu. Pembayaran langsung ke kantong Son. Yuliana itu kan nomini, sehingga urusannya dengan Yuliana itu masalah akte. Memang dalam jual beli ini dia itu niatnya sudah tidak baik. Memang sudah disetting supaya begini. Ini cara mainnya dia. Saat saya mau bayar cicilan saja ditolak,” tegasnya. 

Menurut Kris, terhitung kesepakatan 16 Januari 2019 lalu pihaknya yang mengelola Sky Garden tidak ada hasil. Berbagai file dan data penting di komputer digembok, termasuk data karyawan dan suplaiyer. Tak hanya itu, kantor digembok dan semua pendapatan hasil penjualan di Sky Garden langsung masuk ke rekening Bank Danamon yang kini dipegang manajemen lama dan diblokir. 

“Saya tanya dulu, siapa yang mengambil uang. Ya mereka. Rekening Bank Danamon itu kan mereka yang pegang. Sementara tiba-tiba datang tagihan suplaiyer bermiliar-miliar. Mana saya tahu ternyata itu hutang sebelumnya yang sengaja mereka tidak membayarnya,” pungkasnya. (hen)

HUKUM & KRIMINAL

Grid List

MANGUPURA-fajarbali.com | Dua kelompok pemuda yang sedang mabuk-mabukkan berkelahi di salah satu kafe di Desa Angantaka Abiansemal, Badung, Minggu (25/8/2019) dinihari. Dalam perkelahian tersebut, I Kadek Roy Adianata (26) tewas akibat luka bacok di sekujur tubuhnya, sedangkan temannya, seorang mahasiswa Agus Gede Nurhana Putra (17) sekarat dan dirawat di RSUD Mangusada Badung. 

KUTA-fajarbali.com | Setelah beberapa hari dibantarkan karena mengalami stroke dan dirawat di rumah sakit, Markus Karel Senen akhirnya dikembalikan ke tahanan Polsek Kuta, pada Jumat (23/8/2019).

DENPASAR-fajarbali.com | Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali berhasil menangkap salah seorang komplotan pencurian Vila yang beraksi di 21 TKP dikawasan Kuta Utara dan Sanur. Pelaku Agus Gede Swastika alias Agus Bali (26) diringkus di alun-alun Ambulu Jember, Jawa Timur, Rabu (21/8/2019) malam lalu.

DENPASAR-fajarbali.com | I Ketut Putra Ismaya Jaya yang sebelumnya sempat diadili di PN Denpasar karena berurusan dengan Satpol PP Provinsi Bali. Kini kembali dihadapkan dipersidangan terkait kasus narkoba.

DENPASAR-fajarbali.com | Laporan kasus dugaan pengerusakan bangunan Villa milik PT. Dreamland Bali ke Polda Bali 11 Juni 2019 lalu dengan terlapor Hedar Giacomo Boy Syam, berbuntut panjang. Kasus ini “menyeret” nama I Ketut Sudikerta yang diduga menerima aliran dana Rp 40 miliar dari hasil jual beli tanah Pelaba Pura Jurit ke pihak investor asing melalui PT Manor Tirta Puncak. 

DENPASAR-fajarbali.com | Penyidik Satreskrim Polresta Denpasar menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Sales Promotion Girl (SPG) dealer mobil Mitsubishi, Ni Putu Yuniawati (39) di Penginapan Teduh Ayu 2 di Jalan Kebo Iwa Utara, Desa Padangsambian Kaja, Denpasar Utara, Rabu (21/8/2019).

DENPASAR-fajarbali.com | Dua tersangka mafia tanah yakni H. Tugiman (70) dan I Made Kartika (43) dibekuk Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali ditempat terpisah. Keduanya ditangkap atas laporan korbannya, Sosilowati (63) asal Probolinggo ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Bali tertanggal 29 April 2016 dengan kerugian Rp 7 miliar lebih.

DENPASAR-fajarbali.com | Wanita kelahiran Gorontalo bernama Leila Natalia Tumewu (41) yang diduga melakukan tindak pidana penggalapan dalam jabatan, Rabu (21/8) diadili di PN Denpasar. 

MANGUPURA-fajarbali.com | Pasangan suami istri (pasutri), I Gusti Ayu Agung Ari Setiawati (40) dan Agus Susilo (38) kedapatan menyimpan 5 paket sabu seberat 2,74 gram. Keduanya ditangkap di rumah kos di Jalan Subak Sari C nomor 17 Banjar Ambengan Desa Pedungan Denpasar Selatan, Rabu (7/8/2019) malam.

MANGUPURA-fajarbali.com | Tersangka Yermias Ricky Hamu alias Jery (33) asal Sumba Nusa Tenggara Timur (NTT) kini mendekam dalam rumah tahanan Polres Badung. Dalam pemeriksaan, tersangka mengaku melakukan penyiksaan karena sang pacar sering mabuk-mabukan dalam kondisi hamil 2 bulan.

DENPASAR-fajarbali.com | Gede Dimas Nanda Diarizky (22) dan Dikky Defriatna (23) dua  terdakwa yang merampas pistol dan melawan petugas yang sedang menjalankan tugas, Senin (19/8) masing-masing dituntut hukuman penjara selama 1 tahun dan 6 bulan (1,5) tahun.

KUTA-fajarbali.com | Tempat hiburan ternama Sky Garden yang terletak di Jalan Legian Kuta, tidak bisa beroperasi lagi. Diskotik yang digandrungi wisatawan asing itu disegel pihak Satuan Polisi Pamong Praja Kuta, pada Jumat (16/8/2019) siang, karena masalah ijin operasional dan dinilai banyak masalah.