JA Teline V - шаблон joomla Форекс

HUKUM & KRIMINAL
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Wayan Muka Udiana, tokoh masyarakat Nusa Penida Klungkung yang melaporkan Ketua DPRD Klungkung, Wayan Baru, dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) di sejumlah pura di Klungkung, kembali bikin gebrakan terbaru.

Ia melaporkan kasus kasus tersebut ke Bareskrim Mabes Polri, KPK RI, Jaksa Agung, BPK RI, Kemendagri RI, Ombusmend RI, dan Menkopolhukam, Rabu (10/4) lalu.

Selain melaporkan kasusnya ke pihak berkompoten, pelapor Wayan Muka juga membawa sejumlah bukti dugaan penyalahgunaan dana bansos pembangunan pura ke Ibu kota.

“Saya datang ke Jakarta demi keadilan. Saya tidak ingin masyarakat dibohongi dalam penyaluran bansos ini,” ungkapnya Jumat (12/4).

Dari laporan dalam bentuk pengaduan masyarakat ke Ibu Kota, Wayan muka mendapat apresiasi dari semua instansi Negara tersebut. Bahkan, semua instansi berjanji akan mempelajari dan menindaklanjuti laporan pria asal Nusa Penida Klungkung itu.

“Saya berharap, semua instansi Negara ikut melakukan investigasi dan penyelidikan, walapun masalah ini sudah diadukan ke Polda Bali, BPK, BPKP, Kejati Bali, dan beberapa instansi terkai beberapa waktu lalu,” pintanya sembari menunjukkan sejumlah bukti laporan tersebut.
Wayan Muka mengakui, memang benar ada pengembalian dana bansos oleh masyarakat, setelah dirinya melaporkan kasus tersebut ke Polda Bali dengan terlapor Ketua DPRD Klungkung.

Namun menurutnya, pengembalian dana tersebut sangatlah janggal, setelah ketahuan baru kemudian mengembalikan barang seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Secara logika, sentil dia, proposal yang diajukan untuk mohon dana bansos dan setelah dicairkan, malah tidak bisa digunakan dengan baik lalu sekian lama tidak ada pertanggung jawaban, malah dikembalikan.

“Setelah kasus ini heboh di media, baru dananya dikembalikan. Ini berarti ada permainan uang Negara. Jadi, saya ke Jakarta ini tujuannya agar pihak pihak yang menangani kasus ini tidak masuk angin mengusutnya,” bebernya.

Dicontohkannya, seperti kasus dana bansos Pura Dadia Anya Kenceng di Banjar Cubang, Dusun Cemulik, Desa Sakti yang Iangsung dikembalikan ke BPKPD Klungkung sebesar Rp 420 juta, pada Senin (11/3/2019) lalu. Dia menyebutkan, sebenarnya pembangunan pura ini tidak pernah dibuat sama sekali.

“Jika tidak ada masyarakat yang peduli untuk melaporkan kasus ini, tentunya pejabat itu akan ongkang-ongkang mengatakan diri suci tanpa dosa dan tanpa rasa bersalah,” sentilnya.
Seperti diberitakan, Wayan Muka Udiana melaporkan Wayan Baru ke SPKT Polda Bali, Selasa (5/3) dengan nomor Dumas/96/III/2019/SPKT pukul 14.30 Wita.

Dalam laporannya, Wayan Muka menyebutkan adanya dugaan penyalahgunaan dana bansos untuk pembangunan atau perbaikan pura di beberapa tempat di Nusa Penida, Klungkung.

Sementara kasus ini masih dalam penyelidikan Ditreskrimsus Polda Bali sebagaimana yang disampaikan Direktur Ditreskrimsus Polda Bali Kombespol Yuliar Kus Nugroho belum lama ini. (hen)

HUKUM & KRIMINAL

Grid List

DENPASAR-fajarbali.com | Warga Negara (WN) Rusia, Andrei Zhestkov yang ditangkap karena mencoba menyelundupkan orangutan, Rabu (25/6/2019) dituntut hukuman 6 bulan penjara. 

DENPASAR-fajarbali.com | Kasus penipuan mobil Mitsubishi Pajero Sport yang dilaporkan Nyoman Budiana ke Ditreskrimum Polda Bali 26 Oktober 2016 dengan terlapor Anak Agung Rai Sugiartha, kembali dipertanyakan.

MANGUPURA-fajarbali.com | Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Badung meringkus saudagar jual beli babi, I Wayan Edik Ardika (34) di gudang pemotongan babi di Banjar Bersih, Desa Darmasaba, Abiansemal, Badung, Sabtu (22/6/2019) siang.

DENPASAR-fajarbali.com | Setelah mendengarkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada sidang pekan lalu, kini giliran A.A. Alit Wiraputra memberikan tanggapan atau eksepsi atas dakwaan tersebut. Dibacakan oleh tim kuasa hukumnya, mantan Ketua KADIN  itu menyebut bahwa dakwaan jaksa cacat Formal (error' procedure). 

DENPASAR-fajarbali.com | Masih ingat penangkapan pengedar narkoba Asep Wahyudin (36) yang gagal menyelundupkan pakaian bayi berisi 195 butir ekstasi dan sabu seberat 135,47 gram di Bandara Ngurah Rai Kuta ? Ternyata Asep tidak bekerja lagi sebagai tukang kebun Hotel Harris Sunset Road Kuta.

DENPASAR-fajarbai.com | Pria kelahiran Jember, Fredy Sambara (33) hanya bisa menundukkan kepalanya saat mengetahui dituntut dua tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Made Ayu Citra Maya Sari  dalam sidang, Senin (24/6) kemarin di PN Denpasar.

DENPASAR-fajarbali.com | Hanya karena upah kerja tidak dibayar, Mochamad Chusen tega  menghabisi nyawa Ho Sigit Pramono dengan menggunakan pisah dan bumbu runcing. Akibat perbuatannya itu, Chusen yang asal Jombang ini pun harus diadili untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

DENPASAR-fajarbali.com | Komplotan pembobol ATM asal Rumania, Alisa Sardaru, Sorin Velcu, Alin Sardaru, dan Sorinel Miclescu, Kamis (20/6/2019) didudukan di kursi pesakitan PN Denpasar untuk diadili. 

DENPASARfajarbali.com | Keseriusan Kejari Denpasar dalam menangani kasus dugaan penyelewengan dana desa di Desa Dauh Puri Klod  nampaknya tidak perlu diragukan lagi.

DENPASAR-fajarbali.com | Direktur PT. Panorama Bali I Made Anom Antara (48),yang diduga menipu seorang pengusaha bernama Njoo Daniel Dino Dinata,  Kamis (20/6/2019) tunntut hukuman satu tahun enam bulan (1,5 tahun). 

DENPASAR-fajarbali.com | Pedagang obat tradisional atau jamu bernama Juwarni (40) asal Situbondo, Jawa Timur, yang diadili karena menjual obat atau jamu yang tidak dibekali dengan izin edar, Rabu (18/6/2019) dituntut hukuman empat bulan penjara. 

DENPASAR-fajarbali.com | Setelah menyelidiki kasus penganiayaan di rumah kos di Jalan Kapten Japa Gang XVIII No.10 A Denpasar Timur, Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Denpasar Timur berhasil menangkap tersangka Adi Aprianto (32) di rumah pamannya di Jalan Tukad Pakerisan nomor 95 Denpasar Selatan, Kamis (13/6/2019) sekitar pukul 17.00 Wita.