JA Teline V - шаблон joomla Форекс

HUKUM & KRIMINAL
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Oknum sipir Lapas Kelas IIA, Kerobokan, Kuta Utara, Made Teguh Kuri Raharja (27), yang tersangkut jaringan narkoba, akhirnya dipecat dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kanwil KemenkumHAM) Provinsi Bali. Pemecatan ini dilakukan karena kejahatan yang dilakukan pria asal Singaraja ini masuk dalam pelanggaran berat.

Terkait hal ini, Kepala Kanwill KemenkumHAM Bali, Sutrisno, mengucapkan terimakasih kepada jajaran Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali yang telah menangkap tersangka dalam kasus narkoba. “Pada prinsipnya siapa yang melanggar harus ditindak. Itu merupakan komitmen dari KemenkumHAM,” Selasa (23/4).

Menurut Sutrisno, terungkapnya kasus ini sebagai momen untuk pemetaan ulang terkait dengan pemetaan resiko peredaran narkoba di Lapas Kerobokan. Disisi lain, pihaknya sudah melakukan upaya pencegahan secara massif oleh tim di lapangan.

Ditegaskannya, untuk membongkar peredaran narkoba di lapas kerobokan harus bekerjasama dengan sejumlah stakeholder di Bali. “Jadi, terhadap tersangka, tak ada tawar menawar lagi, selain dipecat,” tegas Sutrisno didampingi oleh Kalapas Kelas IIA Kerobokan, Tonny Nainggolan beserta jajaran.

Sutrisno menyerahkan kasus tersangka Made Teguh kepada BNNP Bali untuk diproses secara hukum. Tidak ada alasan bahwa tersangka mengaku menjadi kurir narkoba karena masalah gaji. Padahal, tersangka sudah masuk golongan III A dengan total gaji digabung dengan berbagai tunjangan yang diterima dalam sebulan sebesar Rp 8.000.000. “Tidak ada alasan selain dipecat. Ini menjadi komitmen kami dari pimpinan tertinggi sampai terendah,” tegasnya lagi.

Seperti diberitakan, tersangka Made Teguh ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi BNNP) Bali di depan Lapas Kerobokan Kelas IIA Kuta Utara, Sabtu (20/4) sekira pukul 06.30 Wita.

Petugas menyita tas kain berisi 20 bungkus kopi kapal api yang setelah dibuka didalamnya berisi 590 butir pil ekstasi. Barang bukti sebanyak itu diakui tersangka milik Surya Adi, napi lapas kasus narkoba yang kemudian ditangkap petugas BNNP Bali. (hen)

HUKUM & KRIMINAL

Grid List

DENPASAR- fajarbali.com | Olivier Jove, terdakwa asal Perancis, langsung menyatakan banding begitu ketok palu hakim memutuskan hukuman selama 10 tahun terkait kepemilikan 22,57 gram netto Narkotika jenis kokain.

 

DENPASAR - fajarbali.com | Dua kali menipu seorang bos kapal di Benoa, membuatnya harus terjerat hukuman selama 1 tahun 10 bulan atau 22 bulan penjara. Putusan yang dibacakan Hakim Dewa Budi Wadsara, dalam sidang virtual di PN Denpasar, justru membuat terdakwa Yoyok Prastiyo (40) melakukan upaya banding.

 


DENPASAR, fajarbali.com |Tiga pejabat utama perwira menengah (Pamen) melaksanakan upacara serah terima jabatan (Sertijab) di mapolda Bali, pada Kamis (4/6/2020). Ketiga pamen itu yakni Direktur Reskrimum Polda Bali, Direktur Pamobvit Polda Bali dan Direktur Polair Polda Bali. Upacara Sertijab dipimpin langsung Kapolda Bali Irjen Pol. DR. Petrus Reinhard Golose. 


KUTA -fajarbali.com |Datang ke kos dalam keadaan mabuk sambil bawa pisau, Robert Manalu (28) bernasib apes. Pria asal Siantar Sumatera Utara itu  ditangkap pemilik kos dan diserahkan ke Polsek Kuta karena dianggap mengganggu ketertiban umum. 


KUTA SELATAN -fajarbali.com |
Diduga terinfeksi virus covid-19, nyawa Bayu Agung Setiawan (26) tidak bisa diselamatkan. Pria asal Nganjuk Jawa Timur itu tewas sebelum mendapat tindakan medis di Klinik Rahayu Asih, Jimbaran Kuta Selatan, Rabu (3/6/2020). 


BENOA -fajarbali.com |Diduga mengalami kerusakan mesin generator, Kapal Motor (KM) Odyssey hilang diperairan Karangasem, sejak Kamis (4/6/2020). Menurut Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali), komunikasi terakhir kapal tersebut berada di posisi 6 NM timur Laut Gili Trawangan Lombok, Jumat (29/5/2020). 

DENPASAR  - fajarbali.com | Pemberitaan di beberapa media yang menyebut bahwa Bos PBR Legian Titian Wilaras ditangkap di Belanda dibantah oleh tim kuasa hukumnya. 

 


KUTA -fajarbali.com |Penghuni kamar kos di Jalan Bhineka Jati Jaya IX No.13 lingkungan Anyar, Kuta, dikagetkan tewasnya Riki Sugiarti (26) di dalam kamar kosnya, pada Selasa (2/6/2020) sekitar pukul 16.30 Wita. Tidak ada kekerasan ditemukan di tubuh korban dan Polisi masih menyelidikinya. 


MANGUPURA -fajarbali.com |Kisah tragis sekaligus memilukan menimpa seorang warganegara asal Australia, David William Jhon  (55). Bule yang kos diseputaran Banjar Dukuh Pandean Desa Munggu Badung itu awalnya mengalami sesak napas dan akhirnya tewas dalam dekapan pacarnya, ES (29) asal Sumedang Jawa Barat. 

 

Menurut Kasubag Humas Polres Badung Iptu Ketut Gede Oka Bawa, korban David sudah lama kos di Banjar Dukuh Pandean Desa Munggu Badung.

Sebelum tewas, pada Selasa (2/6/2020) sekitar pukul 23.00 Wita, korban mengeluh sesak napas. "Oleh pacarnya, ES diberikan obat sesak napas kondisinya sedikit membaik," ujar Iptu Oka, Rabu (3/6/2020).

Namun beberapa jam kemudian, korban kembali mengeluh sesak napas. Dia pun memanggil pacarnya ES asal Sumedang Jawa Barat itu. Mungkin menyadari ajalnya sudah dekat, pria berusia 55 tahun itu langsung memeluk pacarnya pertanda

 
DENPASAR -fajarbali.com|Peristiwa ini terjadi RS PTN Universitas Udayana, pada Senin (1/6/2020). Pasangan suami istri asal Lampung kabur dari RS tersebut setelah mengetahui hasil rapid test istrinya berinisial E (20) menunjukkan gejala reaktif. Saat ini, pasutri itu tengah dicari-cari tim Gugus Tugas Covid-19 dan jajaran Polresta Denpasar. 

 

Kaburnya pasutri dibenarkan Kapolresta Denpasar AKBP Jansen Avitus Panjaitan. Ia menegaskan pihaknya masih melakukan pencarian disejumlah lokasi. "Ya kami sudah mencari ke check point pemeriksaan

DENPASAR - fajarbali.com | Meski tidak mengalami masa penahanan di Lapas Kerobokan sebagaimana terdakwa kasus korupsi lainnya, mantan Perbekel Desa Pemecutan Kaja, AA Ngurah Arwatha (47) tetap saja dinyatakan terbukti bersalah dan menuntut agar dihukum selama 1 tahun dan 4 bulan penjara. 

 

DENPASAR - fajarbali.com | Putri Sinta Liliana (28) dan Ikaria Rahmadhani (22) yang disebut sebut pasangan sejenis dan terjerat kasus narkoba dengan barang bukti sabu seberat 2 kilogram dan ekstasi sebanyak 800 butir, pada sidang, Selasa (2/6/2020) dituntut hukuman 20 tahun penjara.