JA Teline V - шаблон joomla Форекс

HUKUM & KRIMINAL
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Kasus penipuan mobil Mitsubishi Pajero Sport yang dilaporkan Nyoman Budiana ke Ditreskrimum Polda Bali 26 Oktober 2016 dengan terlapor Anak Agung Rai Sugiartha, kembali dipertanyakan.

Budiana sangat keberatan dikeluarkannya Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan (SP3) tertanggal 4 Oktober 2017 tersebut. Bahkan pria asal Buleleng itu sama sekali tidak pernah mendapat pemberitahuan keluarnya SP3 dari penyidik Ditreskrimum Polda Bali.

Yang lebih miris lagi, kata Budiana, terlapor Rai Sugiarta sempat berstatus tersangka karena penyidik sudah memiliki bukti kuat. Selain itu penyidik juga sudah membuat Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP).

“Padahal Rai Sugiarta sudah berstatus tersangka. Tapi kemudian penyidik mengeluarkan SP3 terkait kasus ini. Aneh sekali,” bebernya didampingi pengacaranya, I Wayan Ardika, Senin (24/6/2019).

Pelapor Budiana mengatakan kasus ini terjadi sekitar tahun 2014, saat dirinya membeli mobil Mitsubhisi Pajero Sport dari Herry Wangko Dotulong, Direktur PT Internet Madja Abadi Milenindo. Namun karena kondisi mobil rusak berat, mobil terjual seharga Rp 175 juta. Selanjutnya, Budiana memperbaiki mobil itu dan menghabiskan biaya Rp 200 juta.

"Klien saya dan Rai Sugiartha ini sebenarnya teman baik. Oleh karena itu korban minta tolong kepada Rai Sugiartha untuk mutasi kendaraan tersebut atas nama korban. Kebetulan dia (Rai Sugiartha) pejabat Dispenda Badung dan istrinya tugas di Polda Bali pangkat AKBP," ujar Ardika.

Namun, rupanya mobil tersebut dimutasi atas nama terlapor Rai Sugiartha. Padahal sebelumnya korban meminta agar mobil tersebut balik nama atas namanya sendiri. “Saya tidak pernah menjual atau menandatangani kwitansi jual beli dengan terlapor Rai Sugiartha,’ timpal Budiana.

Merasa dirugikan, Budiana melaporkan kasus ini ke Polda Bali, 26 Oktober 2016 lalu. "Setelah diperiksa saksi-saksi dan kasusnya ditingkatkan ke penyidikan. Waktu itu penyidiknya Kompol Putu Gunawan. Bahkan barang bukti mobil sudah mau disita tapi batal. Tiba-tiba penyidiknya dimutasi. Nah sekarang mobil itu ada pada terlapor," tandasnya.

Sejalan pemeriksaan berlangsung, penyidik Ditreskrimum Polda Bali mengeluarkan SP3 No.B/327-a/X/2017/Ditreskrimum, dengan alasan tidak cukup bukti. Akibatnya, Budiana melaporkan kasus ini ke Ombudsman RI Perwakilan Bali, Kompolnas, Kabareskrim, Itwarsum, Div. Propam Polri, Wasidik Bareskrim, termasuk ke Kapolda Bali. “Kami ingin hukum ditegakkan dan kebenaran diungkap," sebut Ardika.

Menanggapi keluhan Budiana, Kabid Humas Polda Bali Kombespol Hengky Widjaja mengatakan kasus tersebut sudah diusut tuntas penyidik Ditreskrimum Polda Bali. Namun, bila pelapor menganggap kasus tersebut cacat hukum, silahkan mengajukan keberatan. 

“Itu hak pelapor menganggap cacat, karena penyidik sudah pertimbangkan masak-masak dengan gelar perkara. Namun apabila masih cacat anggap silakan ajukan keberatan,” tegasnya Senin (24/6/2019). (hen)

HUKUM & KRIMINAL

Grid List

DENPASAR-fajarbali.com | Sosok bayi berjenis kelamin laki-laki ditemukan tewas mengambang di kolam proyek di Komplek Pertokoan Grand Sudirman, Denpasar, Minggu (21/7) sore. Polisi menduga, orok tersebut dibuang karena tak ingin aibnya diketahui oleh orang lain.

DENPASAR-fajarbali.com | Kasus perampokan yang terjadi di Money Canger (MC) X Calent Actly di Jalan Pulau Tarakan, Denpasar Barat, Minggu (21/7/2019) sore, berhasil digagalkan. Namun naas, kawanan perampok berjumlah 3 orang itu menikam karyawan, Lalu Muhamad Buhari (26) hingga nyaris tewas. 

DENPASAR-fajarbali.com | Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polresta Denpasar mengungkap fakta terbaru menyusul ditangkapnya oknum pejabat Pemkot Denpasar, I Wayan K (44), dalam kasus dugaan penyuapan pengurusan dokumen Usaha Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pengendalian Lingkungan Hidup (UPL). 

DENPASAR-fajarbali.com | Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Gede Raka Arimbawa akhirnya menghadirkan Putu Pasek Sandoz Prawirottama, anak mantan Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika sebagai saksi dalam kasus penipuan pelebaran Pelabuhan Benoa dengan terdakwa Anak Agung Ngurah Alit Wiraputra, Selasa (17/7/2019).

DENPASAR-fajarbali.com | Oknum pejabat yang berdinas di Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar, I Wayan K (44), tergaruk Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polresta Denpasar, Kamis (11/7/2019) sekitar pukul 13.00 Wita.

DENPASAR-fajarbali.com | Terdakwa I Ketut Gde Berata Yasa, mantan dosen  di salah satu universitas swasta ternama di Denpasar yang ditangkap saat mengambil tempelan sabu seberat 0,18 gram pada sidang, Selasa (16/7/2019) dituntut hukuman 5 tahun penjara.

DENPASAR-fajarbali.com | Kasus perselingkuhan oknum perwira yang berdinas di Ditreskrimsus Polda Bali berinisial IWDS, dibongkar oleh istrinya sendiri, RSW. Sang istri yang merupakan dokter di RS Bhayangkara Trijata Polda Bali itu kaget melihat memory card milik suaminya berisi adegan porno dengan seorang perempuan cantik.

DENPASAR-fajarbali.com | Sidang kasus dugaan penipuan perizinan perluasan pelabuhan Benoa dengan terdakwa Anak Agung Ngurah Alit Wiraputra alias Alit Ketek, Senin (15/7/2019) kembali dilanjutkan. Sidang yang dipimpin hakim Ida Ayu Nyoman Adya Dewi masuk pada agenda pemeriksaan saksi.

DENPASAR-fajarbali.com | Dua sejoli, Moh. Abdul Muntolib dan Riska Anastasia yang tinggal bersama di Jalan Guang, Gang Kunti Denpasar yang kedapatan menyimpan atau membawa Narktika jenis sabu sabu dan ekstasi, divonis 10 tahun penjara.

DENPASAR-fajarbali.com | Kasus perusakan Gereja Santo Yoseph di Jalan Kepundung Denpasar Timur, Selasa (9/7/2019) pagi, tidak diproses ke ranah hukum.

DENPASAR-fajarbali.com | Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali meringkus pelaku skimming asal Bulgaria, Krasimir Stoykov alias Stoykov, saat sedang beraksi di ATM Bank Mandiri di Jalan Kunti Seminyak, Kuta, Selasa (9/7/2019). Pria bertato di lengan kanan ini tertangkap basah memasang kamera di mesin ATM tersebut. 

DENPASAR-fajarbali.com | Wanita asal Bogor, Jawa Barat, Siti Mintarsih (37) yang di muka sidang mengaku berprofesi sebagai terapis spa freelance meneteskan air mata saat dituntut hukuman dua tahun penjara.