JA Teline V - шаблон joomla Форекс

HUKUM & KRIMINAL
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Putu Bagus Wijaya alias Gustu (33) sudah tiba di Bali, pada Sabtu (10/8/2019) lalu, dan langsung dijebloskan ke tahanan Mapolresta Denpasar. Sebelumnya tersangka asal Sinabun Buleleng itu ditangkap di Tim Resmob Polresta Denpasar di rumah pacarnya di Jalan Trans Ratahan Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, pada Kamis (8/92019) sekitar pukul 21.30 Wita lalu.

Tibanya tersangka Gustu ke Bali dibenarkan Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Wayan Arta Ariawan, Minggu (11/8/2019). Menurutnya, tersangka Gustu tiba di Mapolresta Denpasar, Sabtu (10/8/2019) malam dan langsung diperiksa. “Dia sudah tiba kemarin (Sabtu maksudnya, red). Besok (Senin 12/8/2019) akan dirilis,” bebernya singkat.

Sementara sumber di lapangan menyebutkan, ada pengakuan menarik yang disampaikan Gustu saat diinterogasi Tim Resmob Polresta Denpasar. Dari keterangannya, ia mengaku sebagai seorang pengusaha kepada korban. Korban akhirnya bersedia berpacaran, apalagi status korban saat ini sedang proses perceraian.

“Saat bertemu pertama kali dengan korban, pelaku mengaku seorang pengusaha sehingga korban bersedia berpacaran. Tapi ternyata dia belum memiliki pekerjaan menetap alias pekerja serabutan,” beber sumber.

Saking cintanya korban terhadap tersangka Gustu, perempuan yang tinggal di Gatot Subroto Denpasar Barat itu rela membelikan tersangka handphone mahal. “Bahkan korban juga belikan tersangka sebuah handphone,” ujar sumber.

Dibalik pengakuannya sebagai seorang pengusaha, ternyata tersangka Gustu sudah 2 kali menikah. Pertama di Buleleng dan kedua nikah sirih di Manado. Namun belum diketahui pasti, apakah korban sudah mengetahui hal ini. “Dia ini buaya darat, sudah dua kali menikah, istri sirihnya di Manado tempat dia ditangkap,” ungkap sumber.

Dikatakan sumber, selama berpacaran, tersangka asal Sinabun Buleleng dan korban Yuniawati sering bertemu. Bahkan, pertemuan kerap dilakukan di luar sekalian berbinis jual beli mobil. Diketahui, korban sendiri merupakan SPG mobil Mitsubishi di Jalan Imam Bonjol, Denpasar Barat.

Diduga kuat, tewasnya korban akibat masalah pembagian penjualan mobil Ertiga warna putih DK 1988 HA. Hal ini diperkuat dari keterangan Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Pol Andi Fairan belum lama ini. “Motif pembunuhan karena ketidakpuasan. Korban ini kan kerjanya sebagai SPG. Nah, informasi awal ada ketidakpuasan dari pelaku masalah pembagian uang sewa mobil Ertiga,” bebernya kala itu.

Kasus ini pun bergulir, setelah tiba di dalam kamar nomor 8 penginapan Teduh Ayu 2 di Jalan Kebo Iwo Utara Padangsambian Denpasar Barat, Senin (5/8/2019) sore hari, keduanya sempat berhubungan intim. Namun saat berbincang-bincang mengenai uang hasil penjualan sewa mobil, keduanya bertengkar mulut.

Korban marah karena tidak puas mendengar penuturan tersangka terkait hasil penjualan mobil. Perempuan cantik itu emosi dan menampar tersangka. Tidak terima ditampar, tersangka emosi dan menghabisi nyawa korban.

Korban dipiting lehernya hingga lemas dan mulutnya dibekap dengan handuk. Mayat korban akhirnya ditemukan karyawan di kamar penginapan dalam kondisi tengkurap dan mulut dibekap handuk. (hen)

HUKUM & KRIMINAL

Grid List

DENPASAR-fajarbali.com | Riduan Mariyanto, 35, pelaku congkel sadel motor dibekuk Tim Resmob Polda Bali di seputaran Serangan Denpasar Selatan, Selasa (12/11/2019) malam. 

DENPASAR-Fajarbali.com | Sidang perdana kasus bos hotel Kuta Paradiso digelar di PN Denpasar, Selasa (12/11).  Sidang tersebut dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Subandi. Sementara JPU terdiri dari I Ketut Sujaya, Eddy Arta Wijaya, dan Martinus T Suluh. Sementara barisan penasihat hukum terdakwa terdiri dari Petrus Bala Pattyona, Berman Sitompul, Benyamin Seran, Alfred Simanjuntak, dan Dessy Widyawati. 

DENPASAR-fajarbali.com | Hari Pahlawan ke 74 yang jatuh pada tanggal 10 November 2019 menjadi hari bahagia bagi jajaran Satresnarkoba Polresta Denpasar. Belasan anggota narkoba tersebut diberikan penghargaan karena berhasil menangkap bule asal India dengan barang bukti 3 kg sabu.

DENPASAR-fajarbali.com | Octavio Domingos Do Rosario Freitas, 23, mahasiswa asal Timor Leste, nyaris tewas ditangan tiga pelaku yang masuk ke rumah kosnya di Jalan Pakusaji Gang Cengganasari Kos Puri Citra 08, Desa Tanjung Bungkak Desa Sumerta Kelod, Denpasar Timur, Jumat (8/11/2019) pagi.

KUTA-fajarbali.com | Tempat hiburan malam (THM) “S2 KTV and Club” di Jalan Patih Jelantik, Komplek Sentral Parkir, Kuta, kembali jadi bulan-bulanan pengerebekan.

DENPASAR-fajarbali.com | Kasus mafia tanah kembali menjadi sorotan jajaran Subdit II Direktorat Reskrimum Polda Bali. Kasus terbaru yakni dugaan penipuan terkait pelepasan hak atas tanah menjadi SHGB yang dilaporkan oleh Nyoman Mertha, 47 ke Sentra Kepolisian Terpadu (SPKT) tertanggal 24 Januari 2018 silam.

DENPASAR-fajarbali.com |  Kabar tak sedap menimpa Polda Bali. Seorang oknum perwira Polda Bali AKP BN dipergoki berduaan bersama seorang mami Karaoke Grahadi Bali berinisial IV, di sebuah rumah di Jalan Raya Pemogan Denpasar Selatan (Densel), Kamis (7/11) pukul 18.00 Wita.

DENPASAR-fajarbali.com | Reskontruksi kasus tewasnya Halima ditangan suaminya Rudianto berlangsung di depan Kampus Stipol Wirabakti Kreneng, Denpasar Timur, Selasa (5/11/2019) pagi.

 DENPASAR-fajarbali.com | Jajaran Direktorat Intelkam Polda Bali dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali menjalin kerjasama menyongsong Pilkada serentak Tahun 2020 yang berlangsung di 6 Kabupaten Kota di Bali. Dalam pertemuan yang berlangsung di Warung Makan Klungah Jl. Hangtuah No.65 Sanur Denpasar, Senin (4/11/2019), kedua lembaga itu sepakat mewujudkan Pilkada yang aman dan damai di Bali.

DENPASAR-fajarbali.com | Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali membekuk maling rumah lintas Provinsi bernama Arsy Hermawan (28). Pelaku asal Lampung ini terpaksa ditembak kaki kirinya setelah ditangkap di wilayah Tanggerang, pada Jumat (1/11/2019) pagi.

DENPASAR-fajarbali.com | Jajaran Subdit II Direktorat Reskrimum Polda Bali kembali gencar memberantas kasus mafia tanah. Kasus teranyar, seorang pria asal Jakarta bernama Abriyanto Budi Setiono (54) menjadi tersangka dalam Pasal 266 KUHP dan pasal 242 KUHP jo pasal 55 KUHP tentang menyuruh menempatkan keterangan palsu ke dalam akta autentik dan sumpah palsu.

DENPASAR-fajarbali.com | Direktorat Ditreskrimum Polda Bali berhasil membongkar kasus mafia property bodong/fiktif, dalam proyek pembangunan di The Anaya Village Pecatu, Desa Pecatu Kuta Selatan.