JA Teline V - шаблон joomla Форекс

HUKUM & KRIMINAL
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Anggota piket Yanma Polda Bali meringkus seorang pria bernama Rikardus Huventus Bulu (22) yang hilir mudik di areal renovasi bangunan Polda Bali, Kamis (5/9/2019) dinihari. Setelah digeledah, dari saku celana pria asal Nusa Tenggara Timur itu ditemukan senjata tajam (sajam) stainless.

Pelaku langsung diamankan ke Ditreskrimum Polda Bali. Pelaku Rikardus memasuki pintu Wisma Kemala Mapolda Bali yang sedang renovasi, sekitar pukul 02.00 dinihari, dengan mengendarai sepeda motor Suzuki Satria. Tak lama dia keluar lagi dan masuk lagi melewati pos yang dijaga anggota Yanma Polda Bali. “Petugas piket Yanma curiga melihat seorang laki-laki masuk dan mondar mandir melalui pintu wisma Kemala yang sedang direnovasi,” ujar sumber dilapangan, Kamis (5/9/2019).

Curiga melihat tindak-tanduk pelaku, anggota Yanma langsung mencegatnya dan menanyakan perihal kedatangan pelaku. Pria asal NTT ini mengaku mencari temannya bernama Agus yang katanya akan bertemu di Polda Bali. “Tapi dia mengaku belum pernah bertemu dengan Agus, jadi petugas semakin curiga,” ungkap sumber.

Selanjutnya, petugas melakukan penggeledahan badan. Dari saku celananya ditemukan sajam dapur stainless. Pelaku mengatakan sajam itu dibawa untuk jaga jaga diri apabila dirinya terancam. Lantaran identitasnya mencurigakan petugas Yanma menyerahkan kasus itu ke Ditreskrimum Polda Bali. Barang lain yang diamankan dari pelaku yakni selembar STNK motor, 1 unit HP dan sebuah tas warna hitam.

Sementara itu, Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali langsung melakukan penggeledahan di rumah kos pelaku di Jalan Drupadi XIII no. 9 Renon. Namun sepanjang dilakukan penggeledahan, polisi tidak menemukan barang-barang yang mencurigakan di kamarnya, baik itu narkoba dan sajam lainnya.

Kabid Humas Polda Bali Kombespol Hengky Widjaja mengatakan pelaku masih diperiksa di Ditreskrimum Polda Bali. “Sudah diamankan dan masih diperiksa,” ujarnya, Kamis (5/9/2019). (hen)

HUKUM & KRIMINAL

Grid List


DENPASAR -fajarbali.com |Bekerjasama dengan Koni Bali, Asprov PSSI Bali dan Bali United, jajaran Direktorat Reskrimum Polda Bali membentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Bola Jilid III. Tim Satgas beranggotakan 50 personil ini akan memonitoring pertandingan Liga 1 Indonesia musim 2020-2021 yang akan digelar 1 Maret mendatang. 

Pembentukan Tim Satgas Anti Mafia Bola Jilid III ini disampaikan Direktur Ditreskrimum Polda Bali Kombes Pol Andi Fairan, didampingi Sekretaris Umum KONI Bali Oka Darmawan, Asprov PSSI Bali Ketut Suardana dan Manager Operasional Bali United Budi Lesmana.

Menurut Kombes Andi, Tim Satgas Anti Mafia Bola ini dibentuk untuk mengawasi adanya dugaan pelanggaran yang melawan hukum berkedok pertandingan bola.

"Sekarang ini, Polda Bali sudah membentuk satgas anti mafia bola. Kami juga sudah menggelar rapat koordinasi dengan KONI Bali, Asprov PSSI Bali dan Assisten Manager Bali United," ungkapnya di Mapolda Bali, Jumat (21/2/2020). 

Mantan Direktur Sabhara Polda Sumatera Utara ini menegaskan, pembentukan Tim Satgas Mafia Bola ini dilaksanakan menjelang Liga 1 Indonesia yang akan digelar 1 Maret mendatang. 

"Dimana Bali akan menjadi tuan rumah dari klub Bali United di laga pembuka Liga 1 Indonesia berlangsung di Lapangan Dipta Gianyar," lanjut perwira melati tiga dipundak itu. 

Kombes Pol Andi Fairan yang juga Ketua Satgas Anti Mafia Bola Liga 1 Indonesia wilayah Bali berharap, dengan terbentuknya Tim Satgas Anti Mafia Bola ini, persepakbolaan Indonesia khususnya di Bali tetap bersih, bermartabat dan berprestasi menuju Indonesia yang semakin maju.

Jadi, jelas Kombes Andi, pada saat penyelenggaraan pertandingan nantinya, Tim Satgas yang sudah dibentuk akan menggali informasi dan berkoordinasi dengan pelatih masing-masing klub. 

"Kami akan mencari informasi, pendampingan terutama pada wasit yang akan memimpin, kemudian berkoordinasi dengan pelatih dari masing-masing klub dan manajemen yang akan bertanding, bahkan para supporter," ujarnya.

Guna memudahkan kinerja Tim Satgas, Dit Reskrimum Polda Bali juga membuka pengaduan dari pemerhati sepak bola. Apabila pemerhati sepak bola melihat pertandingan secara kasat mata adanya suap atau pun penipuan, bisa melaporkan ke call center Satgas Anti Mafia Bola di nomor 081916701972. "Laporan pengaduan ini akan kami tindaklanjuti," ungkapnya. 

Dipaparkannya, Liga 1 Indonesia akan di mulai 1 Maret 2020, akan mempertemukan Bali United dan Persita Tanggerang. Apabila dalam pertandingan ditemukan atau adanya pengaduan, Tim Satgas akan menindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku. 

"Bila terbukti, para pelaku ini akan dijerat Pasal penipuan, penyuapan hingga Pasal Tindak Pidana Pencucian Uang atau TPPU, pungkasnya. (hen)

CANGGU - fajarbali.com | Terlibat pencurian handphone milik tamu yang menginap di Vila United Colour Of Bali di wilayah Canggu Kuta Utara, Jefrianus Dara Kalli (20), tak berkutik dibekuk Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Kuta Utara, pada Selasa (18/2/2020) lalu.

 

SANUR - fajarbali.com | Kasus penganiayaan terhadap seorang pria viral di media sosial (medsos), pada Rabu (19/2/2020). Namun jajaran Polsek Denpasar Selatan mengakui belum menerima laporan dari korban.

 


DENPASAR -fajarbali.com |Jajaran Direktorat Reskrimum Polda Bali saat ini mengejar seorang pria warganegara Perancis bernama Alan Julien Antoine Gazielly (45). Ia masuk daftar pencarian orang (DPO) karena terlibat pelecehan seksual terhadap seorang perempuan. 

Antoine Gazielly sudah ditetapkan sebagai DPO dengan nomor DPO/09/II/2018/Ditreskrimum sejak 7 Februari 2018 silam. Hal ini dibenarkan Kanit III Subdit IV Dit Reskrimum Polda Bali yakni Kompol I Wayan Nuriata. 

Kompol Nuriata menjelaskan, Antoine masuk DPO karena terlibat kasus memeluk seorang perempuan bernama Sarah (38) di muka umum. Dia diduga melanggar pasal 281 (1e) KUHP tentang tindak pidana dengan sengaja merusak kesopanan di muka umum. 

Diterangkannya, kasus ini terjadi 25 Oktober 2014 atau 2015 di Penebel, Tabanan, saat berlangsung acara outbound PT. Draeg Gerindo Jaya Jakarta.

Dalam acara tersebut ada sebuah permainan monyet dan rumah untuk hiburan acara. Dalam permainan tersebut yang tidak dapat pasangan dihukum menari.

Mirisnya, saat korban menari, tiba-tiba ia dipeluk oleh bule Antoine dari belakang. Korban tidak terima dan melaporkannya ke Polda Bali dengan  nomor polisi LP/275/VI/2015/Bali/SPKT Polda Bali.

Dijelaskan Kompol Nuriata, pihaknya sudah menyelidiki laporan korban dengan memanggil Antoine sebagai terlapor. Bahkan, pihaknya sudah mendatangi tempat kerjanya di Jakarta. Ternyata, bule asing tersebut sudah tidak bekerja lagi di PT tersebut.

Kompol Nuriata menambahkan, pelapor dan terlapor merupakan rekan kerja yang bekerja di tempat yang sama. Diperusahaan itu, terlapor Antoine sebagai Manager Keuangan sedangkan korban sebagai Manager Operasional Resepsionis. 

"Kami sudah meminta bantuan interpol untuk menangkap terlapor," terangnya Kamis (20/2/2020). (hen)


SANUR -fajarbali.com |Identitas Mr.X yang ditemukan tewas dipinggir pantai Padanggalak Sanur, Kamis (20/2/2020) pagi, akhirnya terungkap. Korban diketahui bernama Kadek Setya Budi (37) tinggal di Jalan Letda Reta Utara Gang Ratna nomor 6, Banjar Yang Batu, Denpasar Timur. 

Terungkapnya identitas Mr.X berdasarkan laporan orang tuanya ke Polisi yakni I Nyoman Rania (75). Ibu rumah tangga yang tinggal di Jalan Letda Reta Utara Gang Ratna nomor 6 Banjar Yang Batu, Denpasar Timur itu mengungkapkan, bahwa pria bertatto yang ditemukan tewas itu adalah anaknya, Kadek Setya Budi.

Kepada Polisi, pelapor menjelaskan bahwa sebelumnya anaknya mengeluh sakit pada dada, batuk serta badannya panas. Bahkan, ia sempat meminta maaf kepada ibunya. Tak hanya itu, Kadek Setya Budi juga meminta obat kepada keponakannya melalui telpon dan mengajak ibunya membeli obat di apotik.

Selanjutnya, pada Rabu (19/2/2020) sekitar pukul 20.00 Wita, ibunya juga sempat menggedor kamar Kadek untuk memberikan uang. Dia pergi keluar tanpa memberitahukan kemana perginya.

Pelapor akhirnya mengetahui anaknya tewas di Pantai Padanggalak Sanur setelah diberitahukan oleh tetangganya yang melihat akun facebook. "Pelapor kemudian melaporkan ke Polsek Denpasar Timur," ungkap sumber petugas.

Sebelumnya diinformasikan, mayat pria bertato ditemukan dua warga, yakni saksi Ketut Wira (63) tinggal di Jalan Plawa, dan Anak Agung Putu Asta (75) tinggal di Jalan Trijata 67 Denpasar Timur. Kedua saksi pagi itu sedang berolahraga dan selanjutnya melihat ada orang digulung ombak dengan posisi tengkurap, Kamis (20/2/2020) sekitar pukul 06.30 Wita.

Kedua saksi lalu berteriak dan minta tolong ke warga setempat untuk menarik orang tersebut ke pinggir pantai. Pada saat dicek Polisi tidak ditemukan identitas dan dievakuasi ke RSUP Sanglah Denpasar. Dari hasil olah TKP diduga kuat Mr.X tewas karena hanyut diseret arus pantai Padanggalak Sanur. (hen)


SANUR - fajarbali.com |Sosok mayat laki-laki tanpa identitas alias Mr.X ditemukan jadi mayat di pinggir jalan Pantai Padanggalak Sanur, Kamis (20/2/2020) pagi. Karena belum ada masyarakat setempat yang merasa kehilangan, Mr.X yang kedua lengannya bertatto tersebut kini dititipkan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar. 

Menurut Kasubag Humas Polresta Denpasar Iptu Andi Muhamad Nurul Yaqin, penemuan mayat Mr.X berlangsung di Pantai Padanggalak Jalan Padanggalak Kesiman Pentilan Denpasar Timur, pada Kamis (20/2/2020) sekitar pukul 06.45 Wita. 

Mayat Mr.X itu ditemukan oleh saksi Ketut Wira (63) tinggal di Jalan Plawa,  dan Anak Agung Putu Asta (75) tinggal di Jalan Trijata 67 Denpasar Timur. Kedua saksi pagi itu sedang berolahraga dan selanjutnya melihat ada orang digulung ombak dengan posisi tengkurap. 

Kedua saksi lalu berteriak dan minta tolong ke warga setempat untuk menarik orang tersebut ke pinggir pantai. "Mr.X ditarik ke pinggir pantai dan di cek tapi  sudah tidak bernafas. Penemuan itu dilaporkan ke Polisi," ujar Iptu Yaqin.

Petugas kepolisian dari Tim Inafis Polresta Denpasar tiba dilokasi dan melakukan olah TKP. Dari hasil olah TKP diduga kuat Mr.X tewas karena hanyut diseret arus pantai Padanggalak. "Ada ditemukan bekas luka karena gesekan dengan pasir atau kerikil karang yang ada di pantai," ungkap mantan Kanitreskrim Polsek Kuta Selatan itu.

Perwira Polisi asal Makassar Sulawesi Selatan itu mengungkapkan, pada saat ditemukan Mr.X hanya mengenakan celana pendek warna biru dongker. Selain itu, di bagian kepala terdapat luka lecet, serta ada darah segar pada bibir. "Identitas tidak ditemukan dipakaian yang dikenakannya. Dilokasi juga tidak ditemukan kendaraan," terangnya. 

Bagi masyarakat yang merasa kehilangan keluarganya, ciri-ciri Mr.X sebagai berikut, umur diperkirakan 40 tahun, tinggi badan sekitar 160 cm, tubug gempal, kedua lengan tangan bertatto dan rambut sosoh. Setelah penyelidikan selesai, jenasah selanjutnya dievakuasi ke RSUP Sanglah Denpasar sekitar pukul 08.20 Wita. (hen)

CANGGU - fajarbali.com | Driver Taksi Online bernama Riahman Sitopu kurang profesional mencuri. Aksi pria asal Simalungun Sumatera Utara ini terekam kamera CCTV saat beraksi di Circle K di Jalan Padang Linjong. Br. Padang Linjong. Desa Canggu, Kuta Utara Badung Senin (10/2/2020). 

 

DENPASAR -fajarbali.com | Penyidik unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Badung berencana memeriksa kejiwaan tersangka Fadli (57). Kakek tua ini terbukti melakukan sodomi terhadap bocah SD, berinisial AF (10) yang tingg di seputaran Anggungan, Mengwi Badung. 

 

MENGWI - fajarbali.com |Tersangka Fadli (57) yang melakukan sodomi terhadap bocah SD, berinisial AF (10), sungguh sangat bejat. Kakek berotak mesum ini mengakui sudah 25 kali mencabuli korban. Niat busuknya itu berjalan lancar karena korban selalu diimingi-imingi uang dan mainan.  

 

 

Denpasar - Fajarbali.com | Hakim Pengadilan Negeri Denpasar menolak gugatan praperadilan yang diajukan masyarakat anti korupsi (MAKI) atas terbitnya Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKPP) terkait kasus dugaan korupsi di yayasan Al-Ma’ruf yang sebelumnya sudah menetapkan tiga orang tersangka.


MENGWI - fajarbali.com |Tersangka Fadli (57) ditangkap Polisi karena mensodomi bocah SD, berinisial AF (10) hingga puluhan kali di kebun milik tersangka di Br. Gede, Desa Anggungan, Mengwi, Badung. 

Menurut Kasat Reskrim AKP Laorens R. Heselo, kasus pencabulan ini terungkap berdasarkan penuturan ibu korban yang curiga melihat perilaku anaknya. Sebelumnya, pelapor mengakui anaknya, pada Sabtu (8/2/2020) sekitar pukul 04.00 Wita, sempat dipanggil oleh tersangka untuk datang ke rumahnya. 

Selanjutnya, bocah SD laki-laki itu pulang ke rumahnya sekitar pukul 07.00 Wita. "Ibunya curiga melihat prilaku anaknya yang berjalan tertatih-tatih, namun saat ditanya bocah SD tidak mau menjawab," ungkapnya, Senin (17/2/2020).  

Curiga, ibunya kemudian menyuruh anaknya untuk membuka baju dan celana. Setelah diperiksa, ibu korban menemukan ada rambut nempel di bagian anus korban. Semakin penasaran, ibu korban mengecek ulang, ternyata ada bagian pinggir luar bagian anus korban yang lecet. 

"Ibunya menanyakan apa yang terjadi, dan korban akhirnya mengakui dicabuli tersangka dengan cara memasukkan kemaluannya ke anus korban," terang perwira asal Papua ini. 

Dari keterangan bocah laki-laki itu, perbuatan cabul itu tidak dilakukan hanya sekali, tapi sudah berulang kaki sejak awal semester anaknya bersekolah. "Seingat korban, dia dicabuli lebih dari 44 kali. Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polres Badung," bebernya. 

Setelah menerima laporan, petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Badung dipimpin Kanit IV Reskrim Ipda Komang Juniawan, SH.,MH, melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka di rumahnya di Br. Gede, Desa Anggungan, Mengwi, Badung, pada Sabtu (8/2/2020) sore. 

Dari hasil interogasi dikuatkan dengan alat bukti lainnya, kakek yang sudah berusia 57 tahun itu mengakui perbuatannya. Ia jujur mengakui mencabuli korban di kebun miliknya yang masih satu areal tempat tinggalnya. "Dia mengaku sudah 25 kali mencabuli korban. Kami masih memeriksa keterangannya," ujar AKP Haselo. (hen)


DENPASAR - fajarbali.com |Husein Maulana (27), yang terlibat serangkaian aksi jambret, diringkus Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali, pada  Minggu (16/2/2020). Residivis asal Makassar Sulawesi Selatan ini terpaksa dilumpuhkan kaki kirinya dengan timah panas karena melawan anggota buser. 

Menurut Direktur Ditreskrimum Polda Bali Kombes Pol Andi Fairan, tersangka Husein merupakan residivis kambuhan. Dia sering terlibat aksi jambret dan curanmor di Denpasar dan Kuta. 

Bahkan baru saja keluar dari Lapas Kerobokan. "Setelah keluar dari penjara di Lapas Kerobokan, ia kembali menjambret lagi," ungkapnya. 

Aksi jambret menimpa korbannya, Iin Putri Yani (19), tinggal diseputaran Jalan Imam Bonjol Denpasar Barat. Korban mengaku dijambret saat melintas di Jalan Buana Raya Denpasar Barat, pada Minggu (16/2/2020) sekitar pukul 21.00 wita.

Dalam aksi jambret tersebut, perempuan asal Banyuwangi Jawa Timur itu terjatuh dan mengalami luka lecet. Korban sempat berteriak minta tolong ke warga setempat. 

Beruntung dilokasi anggota Resmob sedang melakukan penyelidikan di wilayah Padangsambian Denpasar Barat. “Korban dijambret hingga terjatuh dari sepeda motor," ungkap perwira melati tiga dipundak itu.

Pengejaran dilakukan anggota Resmob terhadap pelaku yang mengendarai Yamaha Jupiter. Pria asal Makassar Sulawesi Selatan itu akhirnya ditangkap tak jauh dari TKP. 

Polisi kemudian melumpuhkam betis kirinya karena melawan petugas. “Anggota kami memberikan tindakan tegas terukur di kakinya karena melawa,” ungkap Kombes Andi. 

Tersangka beralamat di Jalan By Pass I Gusti Ngurah Rai ini mengaku sudah melakukan jambret handphone di 6 TKP. Yakni, di Jalan Taman Pancing dan Jalan Raya Pemogan Denpasar Selatan, Jalan Sunset Road, Jalan Dewi Sri, Jalan Raya Kuta danJalan Nakula Kuta. 

“Selain jambret, dia pernah juga mencuri motor di sebuah kos di Jalan Kuwum II Kerobokan, Badung,” beber mantan Direktur Shabara Polda Sumatera Utara ini.
 
Sementara ada pun barang bukti yang disita berupa tiga handphone, motor Jupiter biru putih  DK 2234 QL (palsu) yang dipakai beraksi serta kunci duplikat. (hen)