JA Teline V - шаблон joomla Форекс

HUKUM & KRIMINAL
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Naira Khumaryan (37) yang juga WN Rusia yang diduga membantu  menyembunyikan buronan terduga kasus perampokan Money Changer yang terjadi 19 Maret 2019 lalu di PT. Bali Maspintjinara AMC (BMC) benar-benar beruntung. 

 

Bagaimana tidak, dalam sidang, Kamis (10/10) kemarin, Naira yang didakwa  memberikan fasilitas dan  membantu menyembunyikan, Maxim Bredikhin (DPO), Alexei Korothikh (meninggal saat dilakukan penangkapan), Giorgii Zhukov, Robert Huapt (diadili dalam perkara perampokan) dan Vitali (DPO) usai melakukan perampokan di money changer itu hanya dituntut 9 bulan penjara. 

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Made Ayu Citra Maya Sari dalam amar tuntutannya yang dibacakan dihadapan majelis hakim pimpinan Ida Ayu Adnya Dewi menyatakan terdakwa Naira yang disebut-sebut pacar dari Maxing Bredikhin ini terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 221 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja merahasiakan keberadaan pelaku tindak kejahatan dan menyediakan sarana untuk digunakan melakukan tindak pidana," kata jaksa dalam surat tuntutannya. 

Sebelum menjatuhkan tuntutan, jaksa yang akrab disama Maya itu terlebih dahulu mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan hal hal yang memberatkan dan meringankan. 

Yang memberatkan, jaksa menyebut sebagai wisawatan, terdakwa seharusnya ikut menjaga Bali bukan malah membantu orang lain dalam melakukan kejahatan. Sedangkan hal yang meringankan jaksa menyebut tidak ada. 

"Oleh karena itu memohon kepada majelis hakim yang menyidangkan perkara ini untuk menghukum terdakwa Naira Khumaryan dengan pidana penjara selama sembilan bulan," tegas jaksa Maya dalam surat tuntutannya. 

Atas tuntutan itu, terdakwa pun menyatakan mengajukan pembelaan secara tertulis pada sidang selanjutnya. 

Sepeti diberitakan sebelumnya, terdakwa diadili karena diduga memberikan fasilitas membantu, menyembunyikan, Maxim Bredikhin (DPO), Alexei Korothikh (meninggal saat dilakukan penangkapan), Giorgi Zhukov, Robert Huapt (diadili dalam perkara perampokan) dan Vitali (DPO) usai melakukan perampokan di money changer milik PT. Bali Maspintjinara AMC (BMC). 

Terdakwa diduga terlibat karena mobil jenis Toyota Avanza DK 1792 BT yang digunakan para pelaku perampokan adalah mobil yang disewa oleh terdakwa bersama Alexei Korothikh dari saksi Anak Agung Ngurah Manik Puniatmaja di Jalan Pratama, Tanjung Benoa tanggal 19 Januari 2019. 

Sehari setelah para pelaku merampok money changer, Alexei Korothikh kembali ketempat tinggal terdakwa di Cottage Poppies II Jalan Poppies II. 

"Saat itu terdakwa mengetahui bahwa mobil yang disewa bersama Alexei Korothikh dalam kedaan kaca pecah dan ada lubang dibagian pintu belakang mobil tersebut, "terang jaksa dalam dakwaanya. 

Diketahui, mobil yang disewa oleh terdakwa bersama Alexei Korothikh saat ini dijadikan barang bukti untuk perkara atas nama Giorgi Zhukov dan Robert Huapt yang persidangannya pun sudah sudah masuk pada agenda pemeriksaan terdakwa. 

Giorgi Zhukov dan Robert Huapt didali karena diduga melakukan tindak pidana perampokan bersama Maxim Bredikhin (DPO), Alexei Korothikh (meninggal saat dilakukan penangkapan), dan Vitali (DPO) di money changer milik PT. Bali Maspintjinara AMC (BMC). 

Saat penangkapan terhadap para pelaku itu, polisi berhasil mengamankan sebuah mobil jenis Toyota Avanza warta putih Nopol DK 1792 BT. Mobil yang disewa oleh Naira Khumaryan digunakan para pelaku saat melakukan perampokan.(eli)

HUKUM & KRIMINAL

Grid List

DENPASAR-fajarbali.com | Hari Pahlawan ke 74 yang jatuh pada tanggal 10 November 2019 menjadi hari bahagia bagi jajaran Satresnarkoba Polresta Denpasar. Belasan anggota narkoba tersebut diberikan penghargaan karena berhasil menangkap bule asal India dengan barang bukti 3 kg sabu.

DENPASAR-fajarbali.com | Octavio Domingos Do Rosario Freitas, 23, mahasiswa asal Timor Leste, nyaris tewas ditangan tiga pelaku yang masuk ke rumah kosnya di Jalan Pakusaji Gang Cengganasari Kos Puri Citra 08, Desa Tanjung Bungkak Desa Sumerta Kelod, Denpasar Timur, Jumat (8/11/2019) pagi.

KUTA-fajarbali.com | Tempat hiburan malam (THM) “S2 KTV and Club” di Jalan Patih Jelantik, Komplek Sentral Parkir, Kuta, kembali jadi bulan-bulanan pengerebekan.

DENPASAR-fajarbali.com | Kasus mafia tanah kembali menjadi sorotan jajaran Subdit II Direktorat Reskrimum Polda Bali. Kasus terbaru yakni dugaan penipuan terkait pelepasan hak atas tanah menjadi SHGB yang dilaporkan oleh Nyoman Mertha, 47 ke Sentra Kepolisian Terpadu (SPKT) tertanggal 24 Januari 2018 silam.

DENPASAR-fajarbali.com |  Kabar tak sedap menimpa Polda Bali. Seorang oknum perwira Polda Bali AKP BN dipergoki berduaan bersama seorang mami Karaoke Grahadi Bali berinisial IV, di sebuah rumah di Jalan Raya Pemogan Denpasar Selatan (Densel), Kamis (7/11) pukul 18.00 Wita.

DENPASAR-fajarbali.com | Reskontruksi kasus tewasnya Halima ditangan suaminya Rudianto berlangsung di depan Kampus Stipol Wirabakti Kreneng, Denpasar Timur, Selasa (5/11/2019) pagi.

 DENPASAR-fajarbali.com | Jajaran Direktorat Intelkam Polda Bali dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali menjalin kerjasama menyongsong Pilkada serentak Tahun 2020 yang berlangsung di 6 Kabupaten Kota di Bali. Dalam pertemuan yang berlangsung di Warung Makan Klungah Jl. Hangtuah No.65 Sanur Denpasar, Senin (4/11/2019), kedua lembaga itu sepakat mewujudkan Pilkada yang aman dan damai di Bali.

DENPASAR-fajarbali.com | Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali membekuk maling rumah lintas Provinsi bernama Arsy Hermawan (28). Pelaku asal Lampung ini terpaksa ditembak kaki kirinya setelah ditangkap di wilayah Tanggerang, pada Jumat (1/11/2019) pagi.

DENPASAR-fajarbali.com | Jajaran Subdit II Direktorat Reskrimum Polda Bali kembali gencar memberantas kasus mafia tanah. Kasus teranyar, seorang pria asal Jakarta bernama Abriyanto Budi Setiono (54) menjadi tersangka dalam Pasal 266 KUHP dan pasal 242 KUHP jo pasal 55 KUHP tentang menyuruh menempatkan keterangan palsu ke dalam akta autentik dan sumpah palsu.

DENPASAR-fajarbali.com | Direktorat Ditreskrimum Polda Bali berhasil membongkar kasus mafia property bodong/fiktif, dalam proyek pembangunan di The Anaya Village Pecatu, Desa Pecatu Kuta Selatan. 

DENPASAR-fajarbali.com | Diuber karena melakukan pencurian handphone dibeberapa rumah kos, Edhy Purnawan alias Haris (37) akhirnya tak berkutik ditangkap Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali di sebuah Hotel dikawasan Jalan Gunung Soputan Denpasar Barat.

MANGUPURA-fajarbali.com | ua karyawan penjual tiket PO Bus Titian Emas, yakni I Gusti Ngurah Putu Wiswibawa (34) dan Deny Suryadi (46) ditangkap Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali, Minggu (20/10/2019). Keduanya terlibat aksi perampasan handphone milik anak kecil di dalam terminal tersebut.