JA Teline V - шаблон joomla Форекс

HUKUM & KRIMINAL
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Kasus mafia tanah kembali menjadi sorotan jajaran Subdit II Direktorat Reskrimum Polda Bali. Kasus terbaru yakni dugaan penipuan terkait pelepasan hak atas tanah menjadi SHGB yang dilaporkan oleh Nyoman Mertha, 47 ke Sentra Kepolisian Terpadu (SPKT) tertanggal 24 Januari 2018 silam.

Dalam hal ini, pihak kepolisian sudah menetapkan satu tersangka yakni Thomas Lili Surjadinata (62) asal Graha Taman HC 3 nomor 6 Bintaro, Pondok Pucung, Tangerang Selatan. 

Menurut Direktur Ditreskrimum Polda Bali Kombes Pol Andi Fairan, Thomas Lili terlibat kasus penipuan yang terkandung dalam Pasal 378 KUHP. Modus yang digunakan tersangka yakni menjanjikan pemberian kompensasi atas penerimaan hak guna bangunan di atas hak milik.

Kasus penipuan ini terjadi dari Bulan April hingga July 2013 di wilayah Kelurahan Kuta. Nah, pada Bulan April 2013, korban Nyoman Mertha telah sepakat untuk memberikan Hak Guna Bangunan di atas tanah hak milik nomor 10809/Kelurahan Kuta, Kuta Badung kepada tersangka Thomas Lili Surjadinata.

“Kesepakatan itu terjalin selama 30 tahun dengan janji pemberian kompensasi sebesar Rp.32 miliar,” ungkapnya.

Namun setelah terbit sertifikat Hak Guna Bangunan momor 1097/Kel. Kuta an. Thomas Lili Surjadinata diatas tanah hak milik pelapor selama 30 tahun, ternyata uang kompensasi yang dijanjikan sebesar Rp. 32.000.000.000, hanya dibayar Rp.500 juta, yang digunakan untuk keperluan pengurusan penerbitan SHGB.

“Sedangkan sisanya tidak pernah dibayarkan dan malahan Thomas Lili Surjadinata menggunakan SHGB No.1097/Kel. Kuta yang telah terbit sebagai jaminan pinjaman di Bank BJB,” tegas Kombes Andi.

Yang terjadi, kata mantan Direktur Dit Sabhara Polda Sumut itu, saat ini jaminan tersebut telah dilelang karena tersangka Thomas Lili Surjadinata tidak bisa membayar cicilan di Bank. “Jadi, korban Nyoman Mertha sebagai pemilik hak merasa dirugikan atas kejadian tersebut,” terangnya.

Diungkapkan Kombes Andi, tersangka Thomas dalam kasus ini memiliki peran meyakinkan korban untuk memberikan HGB di atas tanah hak milik korban dengan iming-iming pemberian kompensasi. “Selain itu, tersangka juga memproses penerbitan SHGB di atas tanah milik pelapor padahal uang kompensasi belum dilunasi,” bebernya.

Sementara barang bukti yang diamankan, berupa copy akta pengikatan pemberian HGB no. 18 tanggal 17 April 2013, copy akta kuasa no. 19 tanggal 17 April 2013, copy akta pemberian HGB no. 23/2013 tanggal 18 Juni 2013, copy SHM no. 10809/Kel. Kuta an. Nyoman Mertha dan copy SHGB nom 1097/Kel. Kuta an, Thomas Lili Surjadinata.

“Setelah dipanggil dan diperiksa, dia kami tahan untuk pengembangan lebih lanjut,” sebut perwira melati tiga dipundak ini.(hen)

HUKUM & KRIMINAL

Grid List

 

DENPASAR -fajarbali.com |Sebelum dilimpahkan ke Kejaksaan, sebanyak 40 tahanan jalani Test Swab di halaman belakang Polda Bali, Jumat (3/7/2020). Pelaksanaan test Swab ini diawasi langsung Direktur Tahanan dan Barang Bukti (Dirtahti) Polda Bali AKBP Sapa Saparini, S.H., M.H. 


DENPASAR -fajarbali.com |Kehabisan uang selama liburan di Bali, turis asal Rusia, Markelov Maksim berbuat ricuh di sebuah vila di kawasan Pererenan Mengwi Badung. Akibatnya pria berusia 24 tahun itu diamankan petugas Imigrasi Kelas 1 TPI Denpasar. 


DENPASAR -fajarbali.com |Buruh bangunan nyambi kurir narkoba, Hendrianto (38) ditangkap anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar di rumah kosnya di Jalan Sedap Malam Gang Ratna Denpasar Timur, pada Kamis (25/6/2020) siang lalu. Di kamar kos tersangka diamankan 17 plastik sabu seberat 236, 92 gram, 2 plastik sabu warna biru seberat 20,23 gram dan 49 butir ekstasi. 

 

 

Proses penangkapan tersangka Hendrianto berlangsung selama 3 hari. Terhitung setelah anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar menerima informasi maraknya peredaran narkoba di Jalan Sedap Malam Denpasar Timur. 


Hasil penyelidikan, Kamis (25/6/2020) sekitar pukul 12.00 Wita, Polisi berhasil melacak rumah kos tersangka Hendrianto di Jalan Sedap Malam Gang Ratna nomor 58 Banjar Buaji Kelurahan Kesiman Denpasar Timur. 


"Dia ini bekerja buruh bangunan tapi nyambi kurir narkoba," bisik sumber dilapangan, Jumat (3/7/2020). 


Tersangka Hendrianto ditangkap tanpa perlawanan. Dari penggeledahan disita 1 buah tas hitam yang didalamnya terdapat 29 paket plastik berisi ratusan gram sabu dan 2 paket plastik berisi 49 butir ekstasi warna ungu dan merah. 


"Total sabu seberat 236, 92 gram, 2 plastik sabu warna biru seberat 20,23 gram dan 49 butir ekstasi," ungkap sumber. 


Selain menyita sabu dan ekstasi juga ditemukan timbangan elektrik, isolasi, dan belasan potongan pipet. "Paketan plastik narkoba itu disembunyikan di bawah kompor masak kamar kos tersangka," ungkap sumber. 


Tersangka Hendrianto mengaku mendapatkan narkoba dari bossnya Black yang dikenalnya melalui telpon dan belom pernah bertemu. Pria asal Banyuwangi Jawa Timur itu mengatakan memperoleh narkoba tersebut dengan cara mengambil disebuah tempat. 


"Pelaku menunggu perintah Black untuk menempel disejumlah tempat yang sudah diatur Black," bebernya. 


Hendrianto yang kini berusia 38 tahun itu mengaku sudah jadi kurir sejak 3 Bulan lalu. Upah yang diterimanya dari Black sebesar Rp 50.000 hingga Rp.100.000 untuk persekali tempel. 


Sebelumnya, saat rilis Kamis (2/7/2020), Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan menerangkan bahwa tersangka ini sudah tergolong bandar. Karena barang bukti yang diamankan cukup banyak. "Bisa disebut bandar. Karena barang buktinya banyak," terangnya. 


Mantan Wadireskrimsus Polda Papua Barat itu mengakui selama musim Pandemi ini jumlah pelaku narkoba dan barang bukti yang diamankan cukup banyak. 


"Presentasenya cukup meningkat. Mungkin karena banyak orang yang kehilangan pekerjaan," tandas perwira dengan melati tiga di pundak ini. (hen) 


NUSA PENIDA -fajarbali.com |Hendak memancing di pinggir tebing Pantai Gamat, Nusa Penida, apes dialami Nyoman Wiroste (45). Warga setempat yang tinggal di Desa Sakti Nusa Penida Klungkung itu terjatuh ke laut, Kamis (2/7/2020) petang dan kini masih dalam pencaharian. 

 

DENPASAR -fajarbali.com |Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan tubuh Wayan Sukrayasa (17) yang tenggelam di Sungai Batu Penyu, Denpasar, Jumat (3/7/2020) pagi. Jenasah pelajar SMA asal Banjar Buaji, Siulan Penatih Dangin Puri itu ditemukan oleh tim penyelam tak jauh dari lokasi awal ia tenggelam, dalam keadaan sudah tidak bernyawa. 

 

DENPASAR -fajarbali.com | Tim Basarnas Bali masih melakukan pencaharian terhadap pelajar SMA asal  Banjar Buaji, Jalan Siulan, Penatih Dangin Puri yang dilaporkan tenggelam di Tukad (sungai) Batu Penyu di Jalan Siulan Gang Flamboyan, Kamis (2/7/2020) petang. 

 

 

DENPASAR -fajarbali.com |Cari bambu untuk membuat layang-layang, nasib tragis dialami seorang pelajar kelas XII, Wayan Sukrayasa, 17. Pelajar ini terpeleset dan tenggelam di Tukad (sungai) Batu Penyu di Jalan Siulan Gang Flamboyan, Penatih Dangin Puri, pada Kamis (2/7/2020) petang. 

 

 

DENPASAR -fajarbali.com |Peredaran narkoba menggunakan modus cairan liquid vape (rokok elektrik) bercampur tembakau gorilla diungkap jajaran Satresnarkoba Polresta Denpasar. Seorang pelakunya berhasil ditangkap di Jalan Persada Sari Denpasar

 

DENPASAR -fajarbali.com |Mara Elise Worford warganegara Amerika Serikat (51) ditemukan meninggal dunia di rumah kontrakanya di Jalan Siligita Gang Jambu no 28A Kelurahan Benoa Kuta Selatan. Belum diketahui penyebab kematian korban namun diduga karena sakit. 


BENOA -fajarbali.com |Dua hari dilakukan pencaharian, Kadek Dika (19) yang tenggelam usai sampannya terbalik, ditemukan Tim Basarnas gabungan, pada Kamis (2/7/2020). Pria asal Jimbaran itu awalnya ditemukan nelayan dan dilaporkan Tim SAR. 

DENPASAR - Fajarbali.com | Setelah kurang lebih 4 bulan tidak menerima tahana baru, Lapas kelas II A Kerobokan akhirnya kembali menerima tahanan titipan dari Kejaksaan.


DENPASAR- fajarbali.com |Kesal di PHK di tempat kerjanya di Toko Roda Tehnik di Jalan Imam Bonjol Denpasar Barat, pria bernama Ahmad Baihagi (25) nekat membakar warung, toko dan dua unit mobil di wilayah Denpasar. 

 


Salah satu mobil yang dibakar yakni mobil Dahatsu Xenia warna silver DK 1182 FG di Jalan Gunung Karang Gang Kubu Padi Monang Maning Denpasar Barat. Dari hasil penyelidikan Polisi berhasil menangkap tersangka Ahmad tak jauh dari lokasi. 


Menurut Kanitreskrim Polsek Denpasar Barat AKP Andi Muhamad Nurul Yaqin, pihaknya menyelidiki kasus terbakarnya mobil Xenia milik korban, Beni Setiabudi (34). Mobil korban sebelumnya diparkir di tempat penyewaan mobil di TKP, pada Minggu (28/6/2020) sekitar pukul 17.00 Wita. 


Setelah itu, dia pulang ke rumahnya di Jalan Imam Bonjol Gang Imbora nomor 19C, Denpasar Barat. Paginya, Senin (29/6/2020), korban asal Jakarta itu mengetahui mobilnya yang diparkir sudah terbakar dan melaporkanya ke Polsek Denbar.  


"Kami menduga kuat mobil korban dibakar oleh orang lain dan melakukan penyelidikan," ungkap perwira asal Makassar Sulawesi Selatan itu, Kamis (2/7/2020). 


AKP Yaqin mengatakan pihaknya kemudian melakukan penyelidikan, memeriksa keterangan saksi saksi dan kamera CCTV di lokasi kejadian. Tapi sayang tidak ada CCTV diseputaran lokasi. "Jadi, kami hanya memperdalam keterangan saksi-saksi di TKP," beber mantan Kanitreskrim Polsek Kuta Selatan itu. 


Hasil pengembangan, pihaknya berhasil mendapatkan identitas pelakunya yang tinggal tak jauh dari TKP. Selanjutnya tersangka Ahmad Baihagi ditangkap tanpa perlawanan, pada Rabu (1/7/2020). "Pelaku pembakaran kami tangkap di kosnya dekat TKP," ujar AKP