JA Teline V - шаблон joomla Форекс

HUKUM & KRIMINAL
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Mantan Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta yang diadili karena diduga terlibat kasus penipuan, penggelapan, pemalsuan dan tindak pidana pencucian uang, dalam sidang, Kamis (12/12/2019), di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar dituntut hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar. 

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eddy Artha Wijata dkk., di muka sidang pimpinan Hakim Esthar Oktavi dalam amar tuntutannya menyatakan terdakwa Sudikerta terbukti melakukan tindak pidana melakukan dan turut serta melakukan perbuatan dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum dengan tipu muslihat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. 

Selain itu Jaksa juga menyatakan terdakwa Sudikerta terbukti melakukan tindak pidana menempatkan atau mentransfer mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, menghibahkan, menitipkan, membawa keluar negeri, mengubah bentuk atau perbuatan lain atas harta kekayaan yang diketahui atau diduga dari tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 UU No 8  tahun 2010 tentang TPPU. 

“Memohon kepada majelis Hakim yang menyidangkan perkara ini untuk menghukum terdakwa I Ketut Sudikerta dengan pidana penjara selama 15 tahun, denda Rp 5 miliar dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar diganti dengan hukuman kurungan selama 5 bulan,” ujar tim Jaksa Kejati Bali itu.

Selain menuntut hukuman penjara dan denda, Jaksa dalam surat tuntutannya juga memohon agar sejumlah uang yaitu senilai Rp 1,2 miliar serta dua bidang tanah dengan luas masing-masing-masing 3.300 m2 SHM atas nama Herry Budiman dan sebidang tanah seluas 270 m2 SHM atas nama Putu Ayu Winda Widiasari dikembalikan kepada saksi korban Alim Markus. 

Atas tuntutan itu, Sudikerta yang awalnya terlihat santai menjadi tegang dan seperti orang bingung. Bahkan usai sidang, Sudikerta yang biasanya mau melayani wartawan sama sekali tidak mau memberi tanggapan soal tuntutan yang dijatuhkan padanya. ”Tanya sama pengacara saya saja,” jawab Sudikerta dengan wajah tegang sambil berjalan menuju ruang tahanan di PN Denpasar. 

Atas tuntutan itu, majelis Hakim memberikan waktu kepada tim kuasa hukum terdakwa yang dikomandani Nyoman Darmada untuk mengajukan pembelaan secara tertulis pada sidang selanjutnya. Namun demikian, usai sidang tim kuasa hukum Sudikerta mengatakan tidak puas dengan tuntutan Jaksa. 
Menurutnya, kasus yang menjerat kliennya itu adalah kasus perdata. ”Tuntutan ini kan versi Jaksa, ya tidak apa-apa. Kalau menurut kami kasus ini adalah perdana dan kami tetap konsisten dengan eksepsi yang sudah kami sampaikan pada sidang awal,” kata Nyoman Dilla, salah satu kuasa hukum Sudikerta. 

Dikatakan Nyoman Dilla, apa yang dilakukan klienya dengan saksi korban Alim Markus semuanya berdasarkan akta. “Semua akta ada dan semua akta dibuat dihadapkan notaris, ada akta pelepasan hak, akta pembatalan jual beli ada, akta pendirian PT ada. Artinya apa, tidak mungkin Alim Markus percaya begitu saja tanpa adanya badan hukum yang berdiri tegak,” pungkas pengacara yang juga pensiunan jaksa itu. 

Ditempat yang sama, JPU juga menjatuhkan tuntutan terhadap terdakwa lainnya yaitu Anak Agung Ngurah Agung. Dihadapan majelis Hakim yang sama, JPU menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 8 tahun, denda Rp 500 juta subsider 6 bulan penjara. 

Dalam amar tuntutannya, jaksa menyatakan terdakwa Anak Agung Ngurah Agung terbukti bersalah melakukan tindak pidana penipuan dan juga tindak pidana pencucian uang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 5 UU No 8 tahun 2010 tentang tindak pidana pencucian uang. 

Tuntutan hukuman antara Sudikerta dan Anak Agung Ngurah Agung terlihat sangat jauh berbeda dengan tindak pidana yang sama. Terkait ini, Martinus T Sulu, salah satu jaksa yang menyidangkan perkara ini dengan ketus menjelaskan bahwa ada perbedaan pasal pada tidak pidana TPPU. Untuk Sudikerta dikenakan Pasal 3, sedangkan untuk Anak Agung Ngurah Agung dikenakan Pasal 5. 

“Bedanya terdakwa Sudikerta aktif melakukan tindak pidana pencucian uang, sedangkan Anak Agung pasif,” jawabnya dengan batas ketus saat ditanya. Sementara satu terdakwa lagi, yaitu I Wayan Wakil masih belum bisa dihadirkan dalam persidangan karena masih dalam perawatan medis. Terkait ini, Hakim Esthar mengatakan akan membahas setelah pembacaan vonis untuk terdakwa Sudikerta dan Anak Agung Ngurah Agung. (eli)

HUKUM & KRIMINAL

Grid List


DENPASAR -fajarbali.com |Setelah berkoordinasi dengan Direktorat Reskimum Polda Bali, Polres Metro Bandara Soetta


DENPASAR -fajarbali.com |Meningkatnya penularan wabah pandemi covid-19 di Bali pada umumnya, Kota Denpasar pada khususnya, membuat jajaran Polresta Denpasar kembali action dilapangan.

 

DENPASAR -fajarbali.com |Kecelakaan beruntun terjadi di Simpang Jalan Wr. Supratman-Kecubung (TL Kenyeri) Denpasar, pada Minggu (20/9/2020) sekitar pukul 13.30 Wita. Kecelakaan yang melibatkan 3 unit sepeda motor itu melukai para korbannya, yang dua diantaranya warganegara asing asal Rusia dan Ukraina. 

 

DENPASAR -fajarbali.com |Ketahuan merampas sepeda motor, Indra Setiawan (29) dihajar massa hingga babak belur di seputaran Jalan Pulau Galang Denpasar Selatan, pada Sabtu (19/9/2020) malam. Insiden pengeroyokan maling motor ini direkam warga dan diviralkan di media sosial (medsos). 


MENGWI -fajarbali.com |Polres Badung terus bergerak melaksanakan operasi yustisi terpadu bekerjasama dengan TNI dan instansi terkait guna mencegah meningkatnya penularan wabah covid di wilayah Badung. Wilayah yang menjadi target kali ini adalah area Pasar Beringkit Mengwi Badung, Minggu (20/9/2020) pagi. 


Masyarakat yang tidak mematuhi aturan pemerintah dengan tidak mengenakan masker diberikan tindakan tegas berupa nyapu, push up dan squad jump. 


"Ada ratusan pelanggar tanpa mengenakan masker sudah ditindak tegas oleh tim yustisi. Mereka dikenakan sanksi nyapu, push up dan squad jump," ungkap Wakapolres Badung Kompol Ni Putu Utariani, SH didampingi Kasubag Humas Iptu Gede Ketut Oka Bawa. 


Menurut Kompol Utari, kegiatan operasi Yustisi ini dilakukan untuk mendukung pemerintah yang mengeluarkan Pergub. Bali No 46/2020 dan Perbup. Bupati Badung No 52 tahun 2020 tentang Penerapan Pendisiplinan dan Penegakan bukum Protokol Kesehatan ( Prokes). 


Selanjutnya, menindaklanjuti Pergub tersebut jajaran Polres Badung dan Polsek Polsek di wilayah hukum Badung bersama jajaran TNI dan instansi terkait serentak melakukan Operasi Yustisi di masyarakat. Sejumlah titik yang rentan penyebaran wabah covid-19 disasar. Masyarakat yang tidak mengenakan masker ditindak tegas. 


Kompol Utari mengatakan tidak hanya pasar tradisional yang menjadi sasaran operasi yustisi tapi lokasi perkantoran, pasar modern, destinasi wisata dan usaha pariwisata. 


"Ops Yustisi tentang pendisiplinan prokes dilakukan secara serentak bersama instansi terkait di daerah rawan penyebaran covid -19," terangnya. 


Kompol Utari pada kesempatan tersebut mengimbau kepada para pengunjung pasar agar tetap menerapkan Prokes. Yakni menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, sambil  memberikan masker kepada pengunjung pasar.


"Razia ini akan terus berlanjut, hingga benar-benar masyarakat menyadari pentingnya menjaga diri menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak," terangnya saat di Pasar Beringkit. (hen)

DENPASAR-Fajarbali.com |  Anna Legostaeva warga negara Rusia yang kedapatan mengantongi narkotika jenis hasis seberat 0,94 gram benar-benar bernasib mujur.


DENPASAR -fajarbali.com |Dua oknum Polisi Jembrana yang kedapatan melakukan pungli di jalan, hingga kini belum menjalani sidang kode etik profesi kepolisian. Sambil menunggu jadwal persidangan, keduanya masih tetap bekerja seperti biasa. 

 

 

 

DENPASAR -fajarbali.com |Wabah pandemi covid-19 meningkat di Bali, jajaran Polresta Denpasar dan Polsek-Polsek bergerak cepat melakukan sosialisasi dan razia masker  ke masyarakat. 


KUTA UTARA -fajarbali.com |Usai galungan, jambret kembali beraksi. Kali ini menimpa seorang turis wanita asal Ukraina, berinisial DB. Korban terjatuh dan luka-luka setelah dijambret di Jalan Raya Semer Kuta Utara, Kamis (17/9/2020) malam. 

 


Insiden jambret yang menimpa korban DB terjadi sekitar pukul 22.30 Wita. Malam itu korban jalan-jalan mengendarai motor seorang diri. "Korban dijambret malam hari saat mengendarai motor," ujar sumber, Jumat (18/9/2020). 


Seorang diri mengendarai motor di malam hari, korban melintas di Jalan Raya Semer, Kuta Utara, Badung. Tak disangka, dari arah belakang, penjambret diduga mengendarai sepeda motor Yamaha N-Max langsung merampas tas korban. 


Dalam aksi jambret tersebut korban kehilangan kesimbangan dan terjatuh dari motornya. "Korban terjatuh ke aspal dan mengalami luka-luka di sekujur tubuhnya," ungkap sumber. 


Warga yang melihat kejadian memberikan pertolongan. Sementara warga lainnya mengejar pelaku yang hilang di tengah malam. Akibat kejadian, korban kehilangan barang berupa tas coklat berisi HP, uang tunai dan juga kartu-kartu identitas korban. 


Dihubungi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Kuta Utara AKP Androyuan Elim membenarkan korban terjatuh dari sepeda motornya hingga mengalami luka di sekujur tubuhnya. "Korbannya turis wanita asal Ukraina dan sudah dibawa berobat untuk perawatan medis," beber AKP Andro, Jumat (18/9/2020).  


Namun kata AKP Andro, korban hingga kini belum melaporkan resmi kejadian ke Polsek Kuta Utara. Pasalnya korban masih menjalani perawatan akibat luka yang dialaminya. "Ya benar. Korban belum membuat laporan. Dia masih minta waktu untuk istirahat. Mungkin besok baru dia bisa membuat laporan," pungkasnya. (hen)


SANUR -fajarbali.com |Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Bali, Maluku dan Maluku Utara menjalin kesepakatan untuk melaksanakan penguatan pembangunan zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Kesepakatan ini dilaksanakan secara virtual bertempat di Hotel Grand Inna Bali Beach Sanur, pada Jumat (18/9/2020). 

 

MANGUPURA -fajarbali.com |Kepala Kepolisian Resor Badung AKBP Roby Septiadi, SIK langsung turun ke Pasar-pasar mengecek pendisiplinan protokol kesehatan, guna mencegah penyebaran virus corona yang terus mengalami peningkatan. 

 

MANGUPURA -fajarbali.com |Kepala Kepolisian Resor Badung AKBP Roby Septiadi, SIK didampingi Kapolsek Mengwi dan Kasat Lantas melaksanakan Safari Kamtibmas dalam rangka Pilkada Serentak Tahun 2020 di Kabupaten Badung. 

POLITIK