JA Teline V - шаблон joomla Форекс

HUKUM & KRIMINAL
Typography

Denpasar - Fajarbali.com | Hakim Pengadilan Negeri Denpasar menolak gugatan praperadilan yang diajukan masyarakat anti korupsi (MAKI) atas terbitnya Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKPP) terkait kasus dugaan korupsi di yayasan Al-Ma’ruf yang sebelumnya sudah menetapkan tiga orang tersangka.

Atas putusan tersebut, Koordinator MAKI Hj. Boyamin Saiman menyatakan menghormati putusan hakim yang dipandangnya independen dan berhak memutus berdasarkan keadilan dan Ketuhanan Yang Maha Esa.

"Dengan putusan ini kami merasa telah mendapat jawaban resmi dalam persidangan," ucapnya saat dikonfirmasi terkait gugatan praperadilan yang diajukan ditolak oleh Pengadilan Negeri Denpasar, Senin (17/2/2020).

Dikatakan oleh Haji Boyamin, MAKI akan tetap mengawal kasus ini sebagaimana telah melakukan pengawalan kasus-kasus lain.

"Terus kita kawal karena berkaca kasus Century, kita baru menang melawan KPK setelah mengajukan gugatan praperadilan sebanyak 6 kali," jelasnya.

Sebelumnya, gugatan praperadilan yang diajukan oleh masyarakat anti korupsi (MAKI) atas terbitnya Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKPP) terkait kasus dugaan korupsi di yayasan Al-Ma’ruf yang sebelumnya sudah menetapkan tiga orang tersangka itu ditolak dalam sidang di Pengadilan Negeri Denpasar.

Penolakan gugatan praperadilan atas kasus yang awalnya merugikan negara sekitar Rp200 juta ini bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, Hj. Suryani selaku Ketua Pembina Yayasan Al-Ma’ruf juga pernah mengajukan gugatan praperadilan namun ditolak dengan alasan penggugat tidak memiliki kedudukan hukum atau legal standing untuk mengajukan gugatan. 

Namun kali ini berbeda. Gugatan praperadilan yang diajukan oleh MAKI terhadap kasus yang sama ditolak dengan alasan kekurangan pihak. Artinya, terbitnya SKPP terhadap kasus ini sudah disampaikan ke pihak Kejaksan Agung. Dengan demikian, seharunya pemohon juga memaksukkan Kejaksan Agung sebagai pihak yang juga itu dipraperadilankan. 

Selain itu, dalam kasus dugaan korupsi ini, sebelumnya sudah ada tiga tersangka. Yaitu H. Miftah Aulawi Noor , H. Mohamad Saifudin dan Supeni Mayangsari alias Ibu Jro. Namun pihak pemohon hanya memuaskan satu bukti SKPP atas nama Hj. Miftah Aulawi Noor. 

Hakim tunggal Made Pasek berpedapat harusnya bukti SKPP untuk para tersangka lain juga disertakan dalam surat permohonan praperadilan.

"Oleh karena itu menolak permohonan gugatan praperadilan yang dijadikan oleh pemohon," kata hakim dalam amar putusannya, Senin (17/2/2020).

Seperti diberitakan, pemohon mengajukan gugatan praperadilan atas terbikanya SKPP dengan bernomor : B-149/P.1.10/Ft.1.10/01/2019 yang diterbitkan tanggal 8 Januari 2019. 

Menurut termohon, SKPP itu tidak sah dan melanggar Pasal 140 ayat (2) huruf a KUHP dan Pasal 4 UU Tipikor. Alasanya, pihak pemohon tidak mendapatkan alasan yang kuat atas diterbitkanya SKPP oleh pihak termohon. 

Dimana salah satu alasan diterbitkaya SKPP karena sudah tidak ditemukan adanya unsur kerugian negara. Disebutkan, kerugian negara tidak lagi ditemukan karena tiga orang yang sebelumnya dijadikan tersangka telah mengembalikan kerugian. 

Alasan itu dianggap terlalu megada-ada,  karena Pasal 4 UU Tipikor dengan tegas dan jelas menyatakan pengembalikan kerugian negara tidak menghapuskan pidananya pelaku tindak pidana.(eli)

HUKUM & KRIMINAL

Grid List

CANGGU -fajarbali.com |Diduga stress, seorang wisatawan asing nekad berjalan kaki dengan kondisi telanjang bulat dikawasan Canggu, Senin (30/3/2020). Kejadian ini viral di media sosial. 


DENPASAR -fajarbali.com |Serangan penyakit silih berganti datang melanda masyarakat. Tidak hanya virus Corona (Covid-19) yang menewaskan ribuan orang, jumlah penderita Demam Berdarah (DB) kian memprihatinkan. Bahkan penderita DB sudah banyak merenggut nyawa. 


SANUR -fajarbali.com |Masih ingat terbakarnya Hotel Grand Inna Bali Beach di Jalan Hang Tuah Sanur belum lama ini ? Belum genap sebulan, hotel tersebut kembali terbakar, pada Minggu (29/3/2020) malam. Saat ini, Polisi masih menyelidiki penyebab munculnya kobaran api di lantai 10 tersebut.

Menurut informasi dilapangan, kebakaran melanda ruangan kosong di lantai 10 sekitar pukul 19.00 Wita. Belum diketahui penyebabnya, namun kobaran api membuat panik para tamu dan karyawan. Maklum saja, awal Maret lalu kebakaran pernah terjadi hingga membuat puluhan tamu hotel lari kocar kacir.

Pihak Hotel Inna kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran Kodya Denpasar dan Kabupaten Badung. Dalam hal ini, petugas Damkar mengerahkan sedikitnya 6 unit mobil untuk menjinakkan api di lantai 10.

"Jadi, kami mengerahkan 6 unit mobil ke lokasi untuk memadamkan api. Kobaran api sudah berhasil dipadamkan tapi masih ada kepulan asap. Sekarang masih proses pendinginan,”ujar Kepala BPBD Kota Denpasar IB Joni Wirabawa kepada wartawan, Minggu (29/3/2020).

Diterangkannya, pihaknya cepat melakukan pemadaman karena di lantai atas terdapat hydran air. Namun untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. “Kalau untuk dugaan awal penyebab kebakaran karena korsleting listrik,” bebernya.

Keterangan terpisah, Kapolresta Denpasar AKBP Jansen Avitus Panjaitan mengatakan Tim Labfor masih melakukan penyelidikan. “Masih penyelidikan untuk mencari


DENPASAR -fajarbali.com |Meski virus Corona (Covid-19) terus menebar kematian, jajaran Polresta Denpasar tetap melaksanakan patroli di jalanan. Patroli dilaksanakan di lokasi titik-titik rawan anak muda berkumpul sekaligus mengantisipasi tindak kejahatan. 


MANGUPURA -fajarbali.com |Kapolres Badung AKBP Roby Septiadi mengatakan pihaknya tidak segan-segan membubarkan masyarakat yang berkumpul ditengah merebaknya virus Corona (Covid-19). Tindakan tegas ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus yang sudah merenggut puluhan ribu nyawa manusia tersebut. 


MENGWI -fajarbali.com |Penyidik Unitreskrim Polsek Mengwi terus memeriksa tersangka I Wayan Astawa (41), maling spesialis belasan TKP. Dari hasil pemeriksaan tersangka mengaku dalam semalam sukses membobol 3 toko di Pasar Adat Mengwi dengan menggunakan tang besar. 


DENPASAR -fajarbali.com |Diduga gara-gara korsleting listrik, tiga atap pelinggih di Pura Tuguan, di Jalan Sekar, Banjar Tangun Titi Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur, ludes terbakar, pada Minggu (29/3) pukul 12.00 Wita. 


MENGWI -fajarbali.com |I Wayan Astawa (41) kembali mengulangi perbuatanya melakukan serangkaian pencurian di wilayah hukum Polsek Mengwi. Polisi menembak kaki kanannya usai ditangkap di rumah kontrakannya di Desa Antosari Selemadeg Barat Tabanan, pada Jumat (27/3/2020). 


BULELENG -fajarbali.com |Unggah ujaran kebencian terhadap pemerintah di akun Facebook, oknum Pengacara yang akrab dipanggil Gus Adi, ditangkap


DENPASAR -fajarbali.com |Hari Raya Nyepi yang jatuh pada Rabu (25/3/2020), ternoda oleh tangan-tangan jahil. Para pelaku melakukan pengerusakan 3 buah patung di pintu masuk Pura Jagatnatha Denpasar Timur (dentim). Tidak itu saja, para pelaku merusak fasilitas umum, baliho dan Pos Polisi. 


DENPASAR -fajarbali.com |Dengan mengerahkan mobil Water Cannon, pasukan Brimob Polda Bali menyemprotkan cairan disinfektan di sepanjang Jalan WR Supratman, utamanya di depan Mapolda Bali, Jumat (27/3/2020). Penyemprotan ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). 

KUTA SELATAN - fajarbali.com | Tindakan tegas dilakukan pecalang Desa Adat Kampial Kuta Selatan, terhadap seorang wisatawan asing asal Amerika, pada saat Nyepi, Rabu (25/3/2020). Bule pria yang namanya dirahasiakan itu mencoba melawan dan ngotot pergi joging pagi saat Nyepi, sehingga terpaksa dirantai pecalang. Poto dirinya dirantai pun jadi viral di media sosial.