JA Teline V - шаблон joomla Форекс

HUKUM & KRIMINAL
Typography


MANGUPURA -fajarbali.com |Tiga pelaku pemalsu surat keterangan kesehatan dan surat jalan diringkus Polres Badung saat diperiksa di Pospam Ketupat Covid-19 di Jalan Raya Mengwitani Badung, Rabu (20/5/2020). Mereka terdiri dari sopir, Aan Setiawan (35), Ikwan Mudi (30) penyedia travel dan Sutomo (34) pelaksana dilapangan. 

Menurut Kasatreskrim Polres Badung AKP Laorens Rajamangapul Haselo, ketiga orang tersebut ditangkap dalam waktu yang berbeda, Kamis (22/5/2020) dinihari. Mereka kedapatan membawa surat-surat palsu berkedok membawa  penumpang di dalam bus travel.

Tersangka Aan Setiawan ditangkap Kamis (21/5/2020) sekitar pukul 00.30 Wita saat berhenti di Pospam Ketupat Covid-19 di Jalan Raya Mengwitani Badung. Sopir asal Bondowoso Jawa Timur itu mengendarai mobil bus travel berplat W 7118 US berpenumpang 19 orang.

Petugas Pospam mengecek surat surat dan tersangka Aan menyerahkan dokumen-dokumen perjalanan. "Namun setelah di cek, ternyata surat berupa surat keterangan kesehatan dan surat jalan uang tersebut palsu," ujar AKP Laorens, Jumat (22/5/2020).

Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi yakni Rahmad Basoni selaku penumpang, dia tidak pernah membuat dan mencari surat keterangan sehat di puskesmas IV Denpasar Selatan. Bahkan, Rahmad tidak bekerja di perusahaan PT. Kreasi sentosa Abadi sebagaimana surat keterangan yang ditunjukkan oleh tersangka.

Senada disampaikan saksi Wintono Prasetyo selaku pemilik bus travel. Saksi beralamat di Jalan Gunung Mas Gang Dieng X/8 Denpasar Barat itu menyebutkan bahwa bus travel miliknya disewa oleh tersangka Aan selama 2 hari, dari tanggal 19-21 Mei 2020 dengan harga sewa perhari sebesar Rp. 500.000.

Diinterogasi, tersangka Aan mengakui telah membuat surat surat tersebut pada 8 Mei 2020 lalu, di sebuah internet di daerah Sesetan. Agar lebih menyakinkan, ia belajar lewat internet membuat stempel puskesmas serta stempel PT. Kreasi Sentosa Abadi.

Selain itu, tersangka Aan juga mengaku bisa mendapatkan keuntungan Rp 80.000 perkepala apabila bisa meloloskan para penumpang dengan surat palsu tersebut.

"Tersangka mengaku sudah berulang kali menggunakan surat palsu tersebut untuk meloloskan penumpangnya agar bisa lolos dari pemeriksaan petugas," ungkapnya didampingi Kasubag Humas Polres Badung Iptu Ketut Gede Oka Bawa.

Adapun barang bukti yang diamankan dari tersangka yakni 10 bendel surat-surat masing berisikan 2 lembar surat terdiri dari satu surat keterangan kesehatan dari Puskesmas IV Denpasar Selatan dan surat jalan dari PT Kreasi sentosa Abadi. Kemudian, 1 amplop berisikan surat-surat keterangan kesehatan dan surat jalan yang belum dipakai.

Dua tersangka lainnya yang ditangkap dalam kasus yang sama yakni Ikwan Mudi dan Sutomo, keduanya asal Jember Jawa Timur.

Pengungkapan kasus ini berawal dari keterangan sopir bus travel Sasonko Prasetyo Adi Nugroho (26). Sopir asal Cakung Kota Jakarta Timur itu awalnya  diamankan petugas di Pospam Ketupat di Jalan Raya Mengwitani Badung, Kamis (21/5/2020) sekitar pukul 00.30 Wita. Sopir Sasonko saat itu mengendarai bus travel berplat W 7523 UN membawa penumpang sebanyak 21 orang.

Saat diperiksa, ia menyerahkan 20 bendel, dimana setiap bendel terdiri dari 2 lembar surat dengan rincian 1 surat keterangan sehat dan 1 surat jalan atau surat pernyataan. Namun setelah di cek petugas, surat surat tersebut palsu.

Namun sopir Sasonko menolak dituduh palsukan surat-surat tersebut. Menurutnya, dia dan kendaraan ini disewa oleh travel Nabila Jaya trans untuk mengangkut penumpang menuju ke Gilimanuk, dengan biaya Rp. 1.200.000.

"Saksi mengaku tidak mengetahui tentang penumpang dan surat kelengkapan yang dibawa oleh penumpang, karena semua itu diurus oleh travel Nabila Jaya Trans yakni kedua tersangka," ungkapnya.

Akibatnya, dua tersangka Ikwan Mudi dan Sutomo ditangkap jajaran Reskrim Polres Badung. Dari hasil pemeriksaan kedua tersangka memiliki peran masing-masing yakni tersangka Ikwan Mudi yang memalsukan surat-surat berupa surat keterangan kesehatan dan surat jalan dan penyedia travel. Sedangkan tersangka Sutomo berperan selaku pelaksana dilapangan.

Dalam pengakuan Ikwan Mudin, dialah yang membuat surat-surat palsu tersebut di Jawa. Surat keterangan sehat dan surat dari perusahaan tersebut dibuat dan di contoh melalui google.

"Dia mengaku mendapatkan keuntungan dari meloloskan penumpang dengan menggunakan surat palsu tersebut sebesar Rp 300.000 hingga Rp. 500.000 perkepala," terangnya.

Sementara barang bukti yang diamankan yakni 14 bendel surat surat berisikan 2 lembar surat keterangan kesehatan dari RSUP Sanglah Denpasar dan surat keterangan dari perusahaan PT. Subida Jaya. (hen)

HUKUM & KRIMINAL

Grid List


KUTA SELATAN -fajarbali.com |Heboh, Patung Nyi Roro Kidul ditemukan di atas batu karang di Pantai Water Blow di kawasan ITDC Nusa Dua, Minggu (24/5/2020) sekitar pukul 16.00 Wita. 


DENPASAR -fajarbali.com |Tujuh pemuda Kampung Jawa yang sempat diamankan gara-gara melakukan sahur keliling di depan Masjid Baiturahmah di Jalan Ahmad Yani Denpasar Barat, tidak ditahan, statusnya masih saksi. Jajaran Polresta Denpasar masih menyelidiki kasus tersebut. 


DENPASAR -fajarbali.com |Sejumlah oknum pemuda Kampung Jawa yang melaksanakan sahur keliling sambil membunyikan bedug dipertigaan depan masjid Baiturahmah Jalan Ahmad Yani Denpasar Barat, Sabtu (23/5) sekitar pukul 03.00 dinihari, viral di media sosial. 


DENPASAR -fajarbali.com |Jajaran Reskrim Polresta Denpasar telah memeriksa 7 saksi terkait puluhan oknum pemuda kampung Jawa yang melaksanakan sahur keliling di pertigaan depan masjid Baiturahmah Jalan Ahmad Yani Denpasar Barat, Sabtu (23/5) sekitar pukul 03.00 dinihari. 

 

Sebelumnya, kegiatan puluhan pemuda ini viral di media sosial dan terekam video sedang menyalakan smoke bomb dan memukul bedug sambil nyanyi-nyanyi. 


DENPASAR -fajarbali.com |Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bali, Emanuel Dewata Oja mengingatkan Pemerintah Provinsi Bali untuk tidak salah memilih media dalam pemberian donasi atau bantuan terkait program bantuan operasional kepada media yang terdampak pandemi Covid-19. 


DENPASAR -fajarbali.com |Insiden pembacokan menimpa kakek renta I Wayan Rika (71) saat berjalan kaki di Jalan Veteran Denpasar, tepatnya di depan Toko Bahagia, Denpasar Timur, Sabtu (23/5/2020) sekitar pukul 08.30 wita. Beruntung, pelaku bernama Ismail asal Jember Jawa Timur berhasil ditangkap warga setempat. 


DENPASAR -fajarbali.com |Mengaku benci Polisi karena dilarang mudik, pria bernama Jumadi (25) memposting akan mengebom Bali di akun Facebook miliknya. Namun siapa sangka ulah nakalnya itu menggiringnya ke penjara. Ia ditangkap anggota Subdit V (Siber) Ditreskrimum Polda Bali di rumah kosnya di Kuta, Rabu (20/5/2020). 

 

Menurut Kasubdit V Ditreskrimsus Polda Bali, AKBP I Gusti Ayu Putu Suinaci tersangka Jumadi memposting komentar bernada ancaman di akun facebooknya "Jun Bintang" pada Rabu (20/5/2020). Postingan itu berbunyi : Pasti bisa ke Bali lg tenang saja klok di larang masuk Bali iya boom saja kyk dulu biyar mampus wkwkw”.

Komentar tersebut mendapat respon dari kalangan nitizen dan menuai beragam reaksi. Anggota Subdit V (Siber) melakukan penyelidikan untuk mengetahui identitas dan keberadaan pemilik akun tersebut. 

"Akibat postingan itu telah menimbulkan  rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA)," ujar AKBP Suinaci, Jumat (22/5/2020). 

Namun saat diselidiki, Jumadi mendadak merubah statusnya untuk menghilangkan jejak. Setelah merubah nama akunnya tersangka membuat komentar pada postingan seseorang yang berisi muatan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA.

“Walau dia merubah nama akunya untuk  menghilangkan jejak, kami tetap berhasil mengamankan yang bersangkutan," terangnya. 

Sementara barang bukti yang diamankan yakni 1 unit HP merk Sony warna putih dan 6 lembar screen capture postingan akun FB Jun Bintang. 

Hasil interogasi, tersangka Jumadi  mengakui telah membuat komentar pada postingan tersebut di atas dengan alasan yang bersangkutan benci terhadap Polri karena dilarang mudik Lebaran. "Katanya dia benci Polisi karena tidak bisa mudik sehingga membuat postingan itu” tutur AKBP Putu Suinaci.

Sebagai ganjaran atas perbuatanya, tersangka dijerat Pasal 28 Ayat 2 jo Pasal 45 Ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar. (hen)


DENPASAR -fajarbali.com |Tipu menipu memang pekerjaanya Ricky Boentarya (38). Pria asal Tambora Jakarta Barat itu sukses menipu korbannya Ni Ketut Suryani (49) hingga merugi Rp 24.750 juta, terkait pembelian masker. Tak lama menikmati uang "haram" dan digunakan untuk berjudi, Ricky akhirnya ditangkap. 


MANGUPURA -fajarbali.com |Tiga pelaku pemalsu surat keterangan kesehatan dan surat jalan diringkus Polres Badung saat diperiksa di Pospam Ketupat Covid-19 di Jalan Raya Mengwitani Badung, Rabu (20/5/2020). Mereka terdiri dari sopir, Aan Setiawan (35), Ikwan Mudi (30) penyedia travel dan Sutomo (34) pelaksana dilapangan. 


MANGUPURA -fajarbali.com |Sebanyak 32 warga yang akan mudik Lebaran ke Pulau Jawa, terjaring Operasi Sekat, pada Rabu (20/5/2020). Puluhan warga tersebut terpaksa diamankan karena untuk mencegah dan memutuskan penyebaran virus pandemi covid-19. 


MANGUPURA -fajarbali.com |Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Raya Bay Pass Canggu, Kuta Utara, Rabu (20/5/2020) sekitar pukul 19.30 Wita. Kecelakaan itu menewaskan seorang pengendara Honda Vario berinisial KA (69) tinggal di Br. Anyar Kaja, Kerobokan, Kuta Utara, Badung. 


MANGUPURA -fajarbali.com |Tim SAR gabungan tengah melakukan pencarian terhadap seorang nelayan, Made Dolpin (35) yang hilang saat mencari ikan di Perairan Water Blow, Kamis (21/5/2020).