JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BUDAYA
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Masing-masing fakultas di lingkungan Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar kembali menyuguhkan berbagai kreativitas berupa fragmen tari dan musik khas Bali yang dikemas dalam Utsawa Bali Sani (UBS) ke Sembilan, Jumat (21/10/2018). 

Di antara sekian garapan, Fakultas Teknik (FT) tampil begitu ‘nyeleneh’ nan unik. Anak asuh Dekan Komang Gede Santhyasa itu memilih barang bekas (rongsokan) sebagai alat musik yang dipadukan dengan sejumlah alat musik tradisonal Bali. 

Dengan persiapan singkat, sentuhan tangan dingin ‘komandan’ perkusi Komang Yogi Indra Prama Mertha sukses melahirkan irama, melodi, dan ritme dengan kesatuan alunan musik yang harmoni.

Yogi yang juga Ketua Senat FT Unhi ini menjelaskan, alasan memilih media rongsokan didasari atas kepeduliannya terhadap pelestarian lingkungan. “Barang bekas berdampak buruk pada lingkungan. Untuk itu kami manfaatkan sebagai media perkusi,” terangnya di sela gladi, di Kampus Unhi, Kamis (20/09/2018).

Terlebih menurut dia, pelestarian lingkungan sangat relevan dengan tema UBS ‘Pertiwi Mandhalaning Bhuwana’ yang menyadarkan umat manusia, bahwa bhumi tempat seluruh kehidupan berlawal dan berakhir.

Lebih jauh, dia mengungkapkan, pesan yang ingin disampaikan melalui garapan perpaduan ember bekas, botol kaca, kendang, kajar dan gong itu, ingin mengajak masyarakat untuk menjaga kelsetarian ‘Pertiwi’ demi anak cucu kelak.

Pada kesempatan yang sama, Dekan Santhyasa melontarkan pujian kepada peserta didiknya. Bahkan, ia tak menyangka mahasiswanya tampil dengan ide-ide fresh dan menggunakan seni sebagai sarana kampanye kebersihan lingkungan. (ag)