JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BUDAYA
Typography

MANGUPURA - fajarbali.com | Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi oleh Wakil Bupati I Ketut Suiasa, Senin (17/2/2020) mengumpulkan Ketua Sekaa Teruna dan Yowana se-Kabupaten Badung yang berjumlah 563 Sekaa Teruna dan Yowana dalam rangka penyerahan dana motivasi ogoh-ogoh tahun 2020 sebesar 40 juta rupiah per Sekaa Teruna bertempat di Balai Budaya Giri Nata Mandala Puspem Badung.

 


Dalam kegiatan tersebut, Bupati Giri Prasta memberikan pengarahan kepada Ketua Sekaa Teruna untuk mengelola dana yang disalurkan oleh Pemerintah Kabupaten Badung dengan cermat tepat dan transparan guna meningkatkan kreativitas Sekaa Teruna dalam melestarikan seni tradisi dan budaya Bali.

 

 "Kami selaku pemerintah daerah kabupaten Badung selalu berusaha untuk selalu menjaga dan melestarikan budaya Bali, salah satunya dengan menyerahkan dana bantuan ogoh-ogoh dalam menyambut hari raya Nyepi tahun Caka 1942,” ujarnya.

 

Bupati asal Desa Pelaga, Petang itu dengan bantuan dana ini berharap, Sekaa Teruna mampu meningkatkan kreativitas di bidang seni dan budaya di tengah derasnya arus modernisasi. Mengingat Sekaa Teruna sebagai generasi penerus dalam melestarikan desa adat.

 

“Saya mengajak adik-adik Sekaa Teruna se-Kabupaten Badung untuk ikut partisipasi aktif dalam menyukseskan segala program yang dicanangkan Pemkab Badung, utamanya dalam bidang adat seni agama dan budaya, agar bisa lestari selamanya," ujar Giri Prasta.

Usaha dalam melestarikan budaya Bali lanjut Ketua DPC PDI Perjuangan itu sangat perlu dilaksanakan mengingat pariwisata yang ada di Bali dan Badung khususnya didasari oleh budaya Bali yang unik dan adi luhung yang tidak bisa ditemukan di tempat lainnya. Jadi nafas dan jiwa dari pariwisata adalah budaya itu sendiri. Itulah yang mendasari Pemkab Badung sangat konsen dalam hal pelestarian budaya selama ini, bahkan masuk dalam program prioritas Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB).

 

"Mengingat adik-adik Sekaa Teruna sebagai anaknya Banjar, oleh karena itu saya minta agar Sekaa Teruna mengambil bagian dan berperan aktif dalam meneruskan warisan adat dan budaya di masing-masing desa adat demi ajegnya agama hindu dan negara kesatuan republik Indonesia. Karena kedua hal tersebut menjadi inti dari budaya Bali," imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut Bupati Giri Prasta juga menekankan Sekaa Teruna agar menjalankan catur Brata penyepian dan menghindari perbuatan mabuk mabukan maupun tindakan lainnya yang berpotensi membuat kegaduhan di tengah masyarakat. Sehingga perayaan hari raya Nyepi di Kabupaten Badung bisa berjalan dengan tertib dan hikmat.

Sekaa Teruna sebagai generasi penerus pembangunan Badung diminta untuk cerdas dan aktif dalam mengelola informasi di tengah masyarakat dengan ikut terlibat dalam kelompok informasi masyarakat. Sekaa Teruna diharapkan mampu menjadi garda atau corong terdepan dalam menginformasikan tentang program dan rencana pembangunan (PPNSB,red) yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Badung. Sehingga sebaran informasi di kabupaten Badung menjadi merata sampai menyentuh masyarakat di pedesaan.

 

Bupati Giri Prasta mengingatkan, seluruh sekaa teruna di Badung agar melaksanakan Tapa Brata Penyepian dengan khusyuk. Terlebih saat malam pengerupukan, pihaknya mengimbau sekaa teruna tertib tanpa mabuk-mabukan. “Jika semua mampu melaksanakan penyepian dengan tertib  tahun depan bantuannya pasti lebih lagi. Satu membuat masalah semua tidak akan dapat,” tegas Giri Prasta disambut tepuk tangan sekaa teruna.

 

Ogoh-ogoh yang diupacarai sebelum diarak merupakan lambang bhuta kala dan ditarik pertama oleh tawur agung di Catus Pata agar tidak mengganggu ketentraman masyarakat. “Setelah itu, barulah ogoh-ogoh diarak dari ujung banjar ke ujung banjar atau ujung desa ke ujung desa. Artinya, generasi muda harus mampu menghilangkan sifat-sifat buruk seperti bhuta kala dengan cara niskala,” terangnya.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Badung I Putu Parwata, Sekda Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa, Kepala Dinas Kebudayaan I Gde Eka Sudarwita, beserta Perbekel, Kelian adat dan dinas se-kabupaten Badung. Dan dimeriahkan oleh hiburan lawak Bali Celekontong Mas yang sukses mengocok perut para hadirin yang memenuhi gedung Balai Budaya Giri Nata Mandala.(put).