JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BUDAYA
Typography

SINGARAJA – fajarbali.com | Desa Pedawa yang ada di Kecamatan Banjar dimana desa yang memiliki iklim sejuk itu merupakan salah satu desa tua yang ada di Kecamatan Banjar dari lima desa tua lainnya. Desa Pedawa ternyata masih banyak menyimpan berbagai keunikan seperti halnya tradisi hingga rumah tua yang ada di Pedawa.

 

Dimana rumah tua yang dimiliki oleh masyarakat setempat hingga kini masih bisa dipertahankan kurang lebih 20 hingga 30 rumah tua dan bahkan dengan adanya beberapa rumah tua yang kini masih bisa dipertahankan diharapkan nantinya dapat menarik kunjungan wisatawan ke Desa Pedawa yang juga sebagai desa wisata.

Dalam rumah tua itu merupakan sebagai tempat satu kesatuan dalam melangsungkan berbagai aktifitas baik dari tempat tidur, memasak, tempat menyimpan barang-barang, tempat pemujaan hingga tempat upacara manusia yadnya hinga acara kematian. Di rumah tua yang terdiri dari satu kamar itu didalamnya terdapat tempat memasak, bahkan dalam satu kamar itu bukan hanya tempat memasak dan tidur namun dalam satu kamar juga dijadikan sebagai tempat memandikan jenazah bila keluarga itu mengalami acara kematian. Rumah tua yang kini masih diyakini sebagai tempat tinggal para leluhur masyarakat setempat para warga masyarakat yang ada di Desa Pedawa hingga kini masih mengeramatkan rumah tua tersebut.

”Memang rumah tua yang dimiliki oleh warga masyarakat Desa Pedawa itu merupakan rumah yang terdiri dari satu kamar namun ditengah rumah itu terdapat beberapa bagian baik sebagai tempat tidur, memasak, pemujaan leluhur hingga tempat menyimpan serta memandikan mayat bila keluarga tersebut memiliki halangan kematian. Sehingga keberadaan rumah tua bagi kami masyarakat pedawa sangat unik dan hingga kini masih disakralkan,”ucap Perbekel Desa Pedawa Putu Sudarmaja saat dikonfirmasi, Rabu (11/3/2020).

Lebih jauh tutur Sudarmaja dengan adanya keberadaan rumah tua itu dimana masyarakat Desa Pedawa ingin mengangkat potensi pariwisata dengan mengandalkan keberadaan rumah tua.”Harapan kami kedepannya kami sebagai masyarakat Desa Pedawa menginginkan untuk bisa mengangkat objek wisata rumah tua sebagai distenasi yang dimiliki desa Pedawa yang nantinya mampu menarik wisatawan datang ke Desa Pedawa,”harapnya lagi. Bukan hanya itu, kata Sudarmaja selama ini Desa Pedawa kerap menerima kunjungan para wisatawan baik dari Jepang, Australia yang menginap di Desa Pedawa.”Selama ini kami juga sudah beberapa kali menerima kunjungan wisatawan mancanegara untuk berlibur di desa kami dan beberapa hari dekat ini desa kami juga akan kembali menerima wisatawan asal Jepang untuk memberikan beberapa pendidikan hingga memberikan contoh dalam melakukan pengelolaan terhadap sampah yang ada di desa kami,”tuturnya lagi. Dilain sisi menurut Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Pedawa Guci Adnyana saat dikonfirmasi pihaknya mengakui kini Desa Pedawa yang merupakan desa tua yang ada di Kecamatan Banjar berupaya terus mempertahankan rumah tua sebagai aikon guna menarik minat wisatawan mancanagara untuk bisa datang ke Pedawa.”Kami sebagai kelompok sadar wisata terus menggali potensi hingga mempertahankan rumah tua yang ada di desa kami.

Hal itu untuk menyanggah dan sebagai daya tarik wisatawan mancanegara datang ke Buleleng dan Desa Pedawa pada khususnya,”akunya. Bahkan dirinya menuturkan kalau saat ini dirinya bersama dengan seluruh masyarakat Desa Pedawa untuk terus menjaga rumah tua sebagai peninggalan leluhur.”Kami akan terus melindungi rumah tua serta terus melakukan pembenahan di desa guna meningkatkan kunjungan wisatawan mencanegara yang adatang dan ingin berlibur di Desa Pedawa,”tutupnya. (ags).