JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KESEHATAN
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Petunjuk teknis (juknis) untuk Pembelajaran Tatap Muka (PTM) diwilayah Zona Kuning dan Hijau telah diterbitkan olegh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali. Juknis tersebut berbarengan dengan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 420/52733/Disdikpora tentang Pola PTM pada Masa Pandemi Covid-19 pada 18 Agustus 2020 lalu. 

Akan tetapi, jumlah kasus positif di Bali belakangan semakin meningkat. Ditambah lagi dengan adanya klaster baru. Mengenai kelanjutannya PTM, Disdikpora Provinsi Bali tetap memberikan kelonggaran bagi pihak sekolah untuk memulai PTM. Hanya saja, dengan ketentuan harus memenuhi kriteria seperti yang tercantum dalam Juknis maupun SE Gubernur Bali.

“Edaran dan Juknis PTM sudah disiapkan kepada MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah), kepala sekolah, dan Kepala Disdikpora. Semuanya sudah disosialisasikan,” ujar Kepala Disdikpora Provinsi Bali Ketut Ngurah Boy Jayawibawa, Rabu (09/09).

Menurutnya, juknis tentang PTM bukan suatu hal yang dianggap sebagai langkah berani dalam mengambil resiko. Sehingga, masyarakat diminta untuk tidak disalah artikan.

Mengacu pada juknis dan SE Gubernur Bali, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh setiap sekolah. Diantaranya, kesiapan sekolah, sarana dan prasarana, hingga prokes (Protokol Kesehatan). Selain itu juga harus ada rekomendasi darj pemerintah daerah setempat, pembatasan rombongan belajar, kerja sama dengan komite sekolah, sampai dengan izin dari orang tua siswa. Apabila satu saja syarat tersebut tidak dipenuhi, maka TPM tak bisa dilaksanakan.

Disamping itu, Disdikpora meminta kepada pihak sekolah untuk terus memonitor situasi sekitar sekolah. Hal ini perlu dilakukan apabila memang ingin melaksanakan PTM. “Kepala sekolah wajib setiap hari memonitor perkembangan desa atau kelurahan tempat sekolahnya berada dengan mengakses informasi zona penyebaran Covid-19 untuk dijadikan panduan pelaksanaan PTM,” pungkasnya. (her)