JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KESEHATAN
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Mencuci tangan dengan sabun masih menjadi langkah paling efektif untuk mencegah penyebaran bakteri dan virus, termasuk virus corona. Tetapi hand sanitizer bisa menjadi pilihan praktis bagi orang yang sedang berada di luar ruangan dan kesulitan menemukan fasilitas cuci tangan.   

Meski sudah banyak dijual bebas, penggunaan hand sanitizer masih menimbulkan beberapa pertanyaan. Sebenarnya, seberapa efektif produk ini dalam melindungi tubuh dari infeksi virus? Apakah benar hand sanitizer berbahaya bagi bayi?   

Sehubungan dengan hal itu, dokter spesialis anak RSUP Sanglah, Denpasar, dr. Ketut Ariawati, Sp.A(K) mengatakan, hand sanitizer berbahan dasar alkohol dapat digunakan pada anak yang lebih besar, namun tidak aman bagi bayi. Jenis hand sanitizer yang aman bagi bayi adalah hand sanitizer yang tidak mengandung alkohol. Tapi ini berarti, cairan tersebut tidak efektif untuk membunuh bakteri maupun virus. Oleh karena itu, para ahli menyarankan untuk tetap menggunakan metode mencuci tangan dengan sabun bagi bayi dan anak.

   "Orang tua perlu waspada bahwa hand sanitizer biasanya dikemas dalam botol dengan berbagai warna dan memiliki aroma yang menarik untuk bayi dan anak-anak. Misalnya, aroma buah dan permen. Akibatnya, buah hati mungkin saja penasaran dan menjilat cairan ini. Hand sanitizer pun mengandung sekitar 40 hingga 95 persen alkohol. Jadi bila tidak sengaja terminum, produk ini akan menyebabkan keracunan alkohol," ujarnya, Kamis (10/9) di Denpasar.

   Lebih lanjut dr Ariawati menjelaskan, bayi dan anak-anak akan lebih rentan mengalami keracunan alkohol dibandingkan orang dewasa. Gejala yang muncul bisa berupa muntah, anak tampak mengantuk dan sempoyongan, serta denyut jantung, tekanan darah, dan pernapasannya menjadi turun. Selain itu, alkohol bisa memicu penurunan gula darah dengan cepat dan menyebabkan kejang-kejang hingga koma.

   "Beberapa langkah dapat kita lakukan guna menjaga bayi tetap aman dari bahaya keracunan hand sanitizer, seperti simpan hand sanitizer di tempat yang tidak terjangkau oleh bayi, selalu pantau penggunaan hand sanitizer. Nah, saat memakainya, tuangkan hand sanitizer secukupnya di tangan telapak tangan Si Kecil dan gosokkan kedua tangannya hingga benar-benar kering. Pastikan bayi tidak memasukkan tangannya yang masih basah ke dalam mulut," jelasnya.

   Sebagai alternatif, juga dapat menggunakan tisu basah khusus bayi yang tidak mengandung alkohol supaya lebih aman untuk buah hati. Untuk anak yang lebih besar, ajarkan cara menggunakan hand sanitizer yang benar. Dengan ini, buah hati tetap aman di sekolah dan tempat umum lainnya. Apabila bayi atau anak tidak sengaja menelan hand sanitizer, segera hubungi unit gawat darurat (UGD) di fasilitas kesehatan terdekat.

   Dokter Ariawati menambahkan, hand sanitizer yang baik adalah jenis dengan bahan dasar alkohol minimal 60 persen. Selain infeksi virus Corona, produk ini juga dapat melindungi tubuh dari infeksi virus lain dan bakteri yang berada di sekitar. Namun, produk hand sanitizer yang mengandung alkohol mungkin kurang aman bagi bayi dan anak-anak.

   "Kita perlu lebih waspada dan selalu membaca komposisi pada label produk sebelum memilihnya untuk Si Kecil, sekalipun ada tulisan khusus bayi atau anak-anak pada produk tersebut. Diskusikan dengan dokter anak mengenai pemilihan produk pembersih yang cocok agar penggunaannya tetap aman bagi buah hati," terangnya. (dar)