JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KESEHATAN
Typography

DENPASAR-fajarbali.com |  Vitamin A adalah salah satu vitamin penting selama kehamilan untuk tumbuh kembang janin. Kekurangan vitamin A saat hamil bisa berdampak negatif bagi ibu maupun bayi. Salah satu vitamin yang larut dalam lemak ini memiliki tugas utama yang berkaitan dengan fungsi mata maupun penglihatan.

Namun perannya tidak hanya sampai sini, vitamin A juga berperan dalam perkembangan tulang, gigi dan rambut, fungsi organ reproduksi dan sistem imun, serta memberi efek perlindungan pada kulit.

   Dokter Kandungan, dr. Kadek Agus Kurniawan, SpOG. (K) menjelaskan, pentingnya vitamin A saat hamil. Ibu hamil membutuhkan sekitar 800 mikrogram (mcg) vitamin A per hari. Jumlah ini lebih banyak dari wanita dewasa yang umumnya yang hanya membutuhkannya sebanyak 700 mcg setiap hari. Selain berperan penting untuk berbagai fungsi tubuh, vitamin A pun krusial untuk perkembangan janin. Mulai dari perkembangan jantung, paru, ginjal, mata, tulang, serta berbagai sistem tubuh, seperti sistem peredaran darah, pernapasan, dan saraf.

   "Vitamin A juga esensial untuk wanita yang akan melahirkan. Pasalnya, vitamin ini dapat membantu agar pemulihan jaringan pascapersalinan, menjaga penglihatan tetap sehat, melawan infeksi, mendukung kerja sistem imun, serta metabolisme lemak dalam tubuh sang ibu," jelasnya saat dihubungi, Kamis (10/9) di Denpasar.

   Semua wanita hamil bisa mengalami kekurangan vitamin A. Meski demikian, kondisi ini lebih umum ditemui pada ibu hamil yang tinggal di area atau dalam keadaan yang membuatnya sulit mendapatkan sajian tinggi vitamin A, menderita infeksi jangka panjang, mengidap diabetes.

   Dokter Agus yang juga akademisi di Fakultas Kedokteran Universitas Warmadewa Denpasar ini menerangkan, kekurangan vitamin A saat hamil pun bisa terjadi di setiap trimester. Namun kondisi ini lebih sering ditemukan pada trimester akhir karena janin berkembang pesat di masa ini. Menurutnya, salah satu dampak kekurangan vitamin A saat hamil adalah xerophthalmia. Penyakit mata ini membuat kornea menjadi tebal dan kering secara bertahap. Xerophthalmia juga bisa menurunkan daya penglihatan, memicu kebutaan di malam hari, hingga kebutaan total.

   "Defisiensi vitamin A memang lebih umum terjadi pada trimester akhir kehamilan. Namun tidak menutup kemungkinan untuk muncul di trimester awal. Pasalnya, janin sudah membutuhkan vitamin A sejak awal perkembangannya. Vitamin A dibutuhkan untuk perkembangan berbagai organ dan sistem dalam tubuh janin, dari jantung, sistem saraf, hingga sistem pernapasan. Oleh karena itu, kekurangan vitamin ini pada awal-awal kehamilan bisa saja menyebabkan keguguran. Seiring dengan pertumbuhan janin, kekurangan vitamin A juga berpotensi memicu terganggunya proses perkembangan janin sehingga cacat lahir," paparnya.

   Dokter Agus menambahkan, Ibu hamil bisa mencukupi kebutuhan vitamin A dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin A. Makanan tersebut umumnya berupa buah-buahan dengan warna oranye atau kuning, serta sayuran hijau.

   "Selain sumber nabati tersebut, para Ibu hamil pun bisa mendapatkan vitamin A melalui konsumsi bahan makanan hewani seperti hati. Misalnya, hati sapi dan hati ayam. Hati adalah makanan yang sangat kaya akan vitamin A. Namun cukup konsumsi 1-2 kali saja per bulan selama kehamilan, untuk memastikan ibu hamil tidak kelebihan vitamin A," katanya.

   Kekurangan vitamin A saat hamil bukanlah kondisi yang umum, tapi tetap bisa terjadi. Makanlah dengan gizi seimbang dan jangan lupa untuk berkonsultasi ke dokter kandungan secara rutin. Dokter mungkin saja meresepkan penggunaan suplemen vitamin A bila dirasa perlu, sehingga kehamilan selalu sehat. (dar)