JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KESEHATAN
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Pandemi virus corona tipe baru atau Covid-19 masih berlangsung hingga saat ini di seluruh dunia. Di Indonesia termasuk di Bali jumlah kasus terjangkit virus masih terus bertambah secara signifikan. Pemerintah pun saat ini telah menetapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah provinsi dan kabupaten/kota sebagai upaya pencegahan penularan virus semakin menyebar.

   Selain itu, masyarakat diminta untuk disiplin dan mematuhi protokol kesehatan (prokes), berada di rumah, rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, pakai masker, dan menghindari kerumunan. Selama menjalani masa PSBB di rumah saja, masyarakat juga harus menjaga kesehatan untuk meningkatkan imunitas tubuh yaitu dengan makan makanan gizi seimbang dan beraktivitas fisik.

   Berbicara tentang peningkatan imunitas tubuh, ada salah satu cara untuk meningkatkan imunitas tubuh dengan memanfaatkan bakteri baik di dalam tubuh manusia. Bakteri baik atau microflora positif di dalam usus yang sering disebut dengan probiotik selain membantu proses pencernaan, juga bisa menghalau zat-zat antigen mulai dari virus hingga bakteri jahat yang masuk ke dalam tubuh.

   Ahli gizi dr.Rita Ramayulis menyebutkan, probiotik dalam jumlah yang banyak akan mampu mengeliminasi antigen yang masuk ke dalam tubuh. Seluruh kuman, virus, mikroorganisme patogen, atau benda asing antigen yang masuk ke tubuh dan berbahaya itu dieliminasi oleh microflora positif.

   "Bakteri baik ini akan mampu menempel pada sel epitel usus kita, lalu membentuk satu koloni maka akan menutup pintu jalan masuknya antigen ke dalam usus dan meneruskan perjalanan ke peredaran darah," katanya.

   Lebih dari itu, ketika probiotik berada di sel epitel usus, probiotik juga mampu meningkatkan penyerapan zat gizi terutama yang ada hubungannya dengan imunitas seperti zinc. Zat gizi zinc atau seng merupakan salah satu zat yang berperan dalam sistem imunitas bersama zat besi.

   "Keberadaan microflora positif atau probiotik di dalam usus juga mampu meningkatkan produksi sel darah putih pada tubuh. Seperti diketahui, sel darah putih memiliki peran sebagai fagositosis atau pemakan zat-zat patogen seperti virus atau bakteri yang masuk ke dalam di tubuh. Sehingga apabila jumlah sel darah putih yang semakin banyak akan sangat mudah memakan agen toksik yang berbahaya di dalam tubuh," ujarnya.

   Dokter Rita menjelaskan, probiotik juga mampu memproduksi sitokin. Pada orang sehat sitokin yang banyak mampu menstimulasi pembentukan sel beta yang kemudian berlanjut terbentuknya imunoglobulin atau antibody untuk melawan penyakit di dalam tubuh. Selain meningkatkan imunitas, probiotik juga memiliki manfaat lain seperti memperpanjang usia hidup seseorang.

   "Peneltian menyebutkan apabila seorang manusia bisa mempertahankan microflora positifnya sebanyak 80 persen berbanding 20 persen terhdap microflora negative, maka orang tersebut memiliki usia harapan hidup jadi lebih panjang. Oleh karena itu menjadi sangat penting agar bisa menjaga keberadaan bakteri baik atau probiotik di dalam tubuh. Namun sayangnya, gaya hidup yang tidak sehat bisa membuat probiotik dalam tubuh jadi menurun atau bahkan tidak tersedia," terangnya.

   Dokter Rita menambahkan, beberapa jenis makanan sumber probiotik tersedia pada yogurt atau susu yang telah difermentasi dengan cara khusus, air kelapa, tempe, tahu, asinan kubis, atau minuman lain yang sudah mengandung probiotik.

   "Dengan banyak mengonsumsi makanan dan minuman sumber probiotik tersebut, tubuh bisa memiliki bakteri baik yang hidup di dalam tubuh untuk membantu meningkatkan imunitas seseorang," tegasnya. (dar)