JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KESEHATAN
Typography
DENPASAR - fajarbali.com | Kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan mulai mengalami peningkatan. Hal tersebut dapat dilihat dari kedisiplinan masyarakat dalam menggunakan masker dan mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan kegiatan.


Namun, masih disayangkan banyaknya masyarakat yang kedapatan tidak menerapkan jaga jarak (physical distancing) serta sengaja membuat acara yang melibatkan banyak orang atau kerumunan.

Terkait dengan hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr Ketut Suarjaya, MPPM mengatakan, kesadaran masyarakat untuk taat menerapkan protokol kesehatan (prokes) saat ini patut diapresiasi. Namun, semua itu perlu ditingkatkan kembali khususnya dalam hal menjaga jarak dan menghindari kerumunan maupun membuat suatu kegiatan yang melibatkan banyak orang. Menerapkan protokol kesehatan adalah kunci agar penyebaran Covid-19 dapat dikendalikan.

“Penggunaan masker dan mencuci tangan dengan sabun sudah cukup baik diterapkan di lingkungan masyarakat. Namun, untuk jaga jarak, kita akui cukup sulit untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih dalam prosesi keagamaan maupun kegiatan lainnya. Hal ini perlu adanya sosialisasi secara berkesinambungan agar masyarakat lebih sadar dan paham bahwa dengan menjaga jarak dapat mencegah penularan Covid-19. Jika masyarakat mampu untuk disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan yang berlaku, maka penyebaran Covid-19 yang makin meluas ini kemungkinan bisa kita atasi segera,” jelasnya, Selasa (27/10/2020).

Suarjaya menegaskan, dalam menerapkan protokol kesehatan tersebut harus dimulai dari kesadaran masyarakat itu sendiri. Disiplin protokol kesehatan jadi kunci selamat dari Covid-19, selama belum adanya vaksin. Protokol kesehatan cegah penularan Covid-19 juga harus dibarengi dengan mencegah penyakit penyerta. Makanya, harus ada asupan gizi makanan.

"Selain pola hidup sehat, juga perlu makanan bergizi untuk meningkatkan imunitas tubuh. Kami dan stakeholder siap mensosialisasikan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) bersama masyarakat. Sosialiasi pencegahan ini bisa diketoktularkan dari keluarga sendiri maupun masyarakat luas," terangnya.

Suarjaya, beharap protokol kesehatan harus dijalankan dengan disiplin, sebagai upaya cegah Covid-19. Maka, perlu sosialiasi prokes secara intensif. Ini menjadi amat penting dan harus disiplin melaksanakannya.

"Selain itu, Covid-19 mampu bertahan di benda dan pakaian saat seseorang beraktivitas di luar rumah. Orang sering abai saat tiba di rumah. Makanya, kalau pulang dari aktivitas di luar rumah, harus ikuti prokes. Mandi bersih, pakaian dicuci, baru gabung dengan keluarga. Ini penting. Kami Dinas Kesehatan berharap dukungan dan disiplin masyarakat untuk laksanakan prokes dengan sungguh-sungguh," Pungkasnya. (dar).