JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KESEHATAN
Typography
DENPASAR - fajarbali.com |  Protokol kesehatan 3M seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, sangat penting diterapkan saat pandemi. Tetapi, masyarakat juga harus memerhatikan peneparan protokol 3T yakni tracing, testing, dan treatment, untuk menekan penyebaran Covid-19.


   Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr Ketut Suarjaya, MPPM mengingatkan, pentingnya masyarakat untuk tidak hanya menerapkan 3M, namun juga 3T. Sebab, protokol 3T dapat mendeteksi orang terpapar Covid-19 lebih dini.

   "Dengan tahu lebih awal bahwa kita ada Covid-19, maka kita bisa ditangani secara lebih cepat juga. Jadi tidak menunggu parah baru berobat. Lalu dengan deteksi dini, kita juga bisa menghindari atau mencegah penularan atau kita menularkan ke orang lain," ujar dr Suarjaya, Kamis (19/11/2020) di Denpasar.

   Suarjaya mengatakan, pola 3T dijalankan untuk mengetahui seseorang terpapar atau tidak. Petugas akan melakukan tracing atau pelacakan kontak dekat jika ditemukan kasus baru positif Covid-19. Pola ini dijalankan dengan bertanya siapa saja yang pernah kontak dengan kasus baru. Setelah kontak didapatkan, petugas melaksanakan testing untuk mengetahui apakah terjadi penularan atau tidak pada kontak tersebut untuk kemudian dilakukan treatment atau perawatan dalam bentuk isolasi.

   "Jadi isolasi baik di fasilitas khusus yang disediakan pemerintah, di rumah sakit, ataupun isolasi di rumah masing-masing jika memang tempat tinggalnya memungkinkan untuk isolasi mandiri. Selama dalam perawatan, orang yang bergejala Covid-19 akan dipantau oleh tenaga kesehatan. Dengan begitu, kondisi mereka bisa diketahui sehingga bisa segera ditangani jika memburuk dan berpotensi fatal," kata Suarjaya.

   Dalam hal ini, lanjut Suarjaya menuturkan, masyarakat harus turut berkontribusi dengan bersedia menjalankan testing. Selain itu, masyarakat harus kooperatif kepada tenaga kesehatan. "Treatment dalam bentuk isolasi di rumah maupun di rumah sakit juga perlu kooperatif membiarkan diri dirawat sejak dini. Jadi jangan menunggu sakitnya parah baru ke rumah sakit," terangnya.

   Suarjaya mengingatkan tidak hanya mementingkan 3M namun juga 3T. Karena penanganan Covid-19 tidak bisa hanya mengandalkan satu protokol kesehatan (prokes). "Jadi kita butuh semua, nggak bisa hanya mengandalkan vaksin saja atau satu prokes sementara yang lain kita tinggalkan. Itu tidak bisa. Tapi kita tetap terus harus melakukan 3M dan 3T ini dengan disiplin tinggi," tegasnya.

   Suarjaya berpesan agar masyarakat selalu #IngatPesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak serta penerapan 3T untuk pencegahan Covid-19.(dar).