KESEHATAN
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Pelibatan masyarakat sendiri telah lama menjadi pendekatan dari gerakan Palang Merah Indonesia (PMI) di mana masyarakat menjadi fokus utama dari kegiatan yang dilakukan. Dengan mengadopsi pendekatan ini, tujuan pembangunan akan tepat guna dan tepat sasaran.

Intervensi komunikasi sendiri menjadi salah satu faktor penting dalam kesuksesan pendekatan ini. Keterlibatan komunikasi di dalam semua siklus program, sejak tahap identifikasi hingga tahap pengawasan dan evaluasi, akan mendorong terciptanya peningkatan kesadaran, partisipasi aktif, dan target sasaran yang berdaya. Keterlibatan komunikasi partisipatif tersebut mempunyai peranan penting dalam pencapaian pembangunan yang berkelanjutan.

 

Dalam upaya percepatan program vaksinasi Covid-19, upaya pelibatan masyarakat menjadi salah satu cara yang harus dilakukan untuk melengkapi upaya pemerintah dan mitra-mitranya dalam mendorong perubahan perilaku dan sosial. Penjangkauan masyarakat dengan pendekatan komunikasi satu arah baik melalui medium komunikasi tradisional maupun media sosial mendominasi upaya komunikasi pemerintah.

 

Pendekatan ini pun dinilai sebagai pendekatan yang efektif di mana kesadaran kolektif akan pentingnya vaksin telah terbentuk pada beberapa target sasaran. Namun pendekatan tersebut tidak efektif menjangkau beberapa sasaran kelompok target lainnya, contohnya kelompok difabel maupun lansia. Pendekatan pelibatan masyarakat berbasis komunikasi dua arah menjadi upaya alternatif yang mutlak untuk dilakukan dalam mendorong partisipasi mereka di program vaksinasi Covid-19.

 

Untuk itu PMI melalui PMI Provinsi Bali bersama dengan Prasa Komunikasi berkolaborasi dalam penyusunan Panduan Komunikasi Risiko dan Pelibatan Masyarakat Berbasis Pendekatan Sosial Budaya pada Program Vaksinasi Covid-19 dikembangkan dalam semangat percepatan program vaksin Covid-19 di mana PMI beserta relawan-relawannya menjadi salah satu pemain kunci dalam upaya percepatan ini. Dan untuk memaksimalkan pemahaman PMI terhadap panduan, maka dilaksanakan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Komunikasi dalam Pelibatan Masyarakat pada Program Vaksinasi Covid-19 akan diselenggarakan pada 19 dan 20 Januari 2022 di Markas PMI Provinsi Bali, Jl. Imam Bonjol - Denpasar. Pelatihan yang melibatkan 10 (sepuluh) orang perwakilan PMI Provinsi/Kabupaten/Kota se-Bali sedangkan Fasilitator berasal dari PMI Pusat, The International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) serta Fasilitator dari Tim Prasa Komunikasi. Sedangkan kegiatan sendiri terselenggaran melalui dukungan IFRC, USAID, Australian Government, Google.org, European Union Humanitarian Aid serta Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

 

“Tujuan dilaksanakannya Pelatihan adalah untuk meningkatkan pemahaman dan peningkatan kapasitas peserta, khususnya pada konteks peran komunikasi dalam efektivitas pelibatan masyarakat secara umum dan secara khusus terkait program vaksinasi Covid-19” seperti disampaikan Ibu Sarah Fitrisia Panjaitan selaku perwakilan Tim Prasa Komunikasi. “Selain itu peserta juga akan akan diajak melakukan identifikasi dan penyampaian pesan komunikasi secara umum, sehingga peserta memiliki peningkatan kapasitas komunikasi dalam penyampaian pesan khusus dan penulisan artikel mengenai pembelajaran upaya pelibatan masyarakat dalam konteks Covid-19” imbuhnya seperti yang disampaikan dalam pada acara pembukaan.

 

Sedangkan Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi PMI Provinsi Bali Bapak Vidi S.M. Simanjuntak dalam sambutannya menyampaikan bahwa selama respon Pandemi Covid-19 sampai saat ini PMI di seluruh Indonesia masih terus melakukan respon pencegahan dan penanggulangan Covid-19 mulai dari pelaksanakan Spraying Disinfektan/Eco Enzym, Promosi Edukasi Pencegahan Penyebaran Covid-19, Distribusi Masker dan Paket Kebersihan, Pelayanan Ambulans untuk evakuasi, rujukan Pasien sampai dengan pemakanan Jenazah Covid-19 sampai dengan kegiatan vaksinasi Covid-19 yang menyasar pada beberapa Daerah di Indonesia dengan capaian vaksinasi yang belum maksimal. “Dan dalam Pelatihan ini diharapkan peserta dapat berpartisipasi aktif dan menyerap segala informasi yang ada sehingga hasil pelatihan (kecakapan komunikasi dalam identifikasi, penyampaian pesan, dan penulisan) ini dapat digunakan dan diimplementasikan di masing-masing PMI Kabupaten/Kota secara maksimal” Imbuhnya sebelum membuka kegiatan Pelatihan secara resmi.

 

Dengan terlaksananya kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Komunikasi Risiko : Pelibatan Masyarakat PMI Pada Program Vaksinasi Covid-19 kembali PMI mengambil peran dalam pencegahan dan penaggulangan covid-19 di Indonesia. Dan PMI sebagai organisasi yang mendedikasikan dirinya untuk kepentingan masyarakat telah mengupayakan berbagai hal dalam pelaksanaan tugas dan mandatnya sesuai dengan Visi dari organisasi PMI itu sendiri yaitu Terwujudnya PMI yang Profesional dan Berintegritas serta Bergerak bersama Masyarakat. (RLS)