JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KESEHATAN
Typography

Denpasar-fajarbali.com | Sesuai dengan kebijakan dan program Pemerintah Provinsi Bali yakni "Nangun Sat Kerthi Loka Bali", Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kesehatan telah melakukan terobosan dan inovasi dengan mengembangkan program posyandu remaja dalam upaya mewujudkan yowana yang berkualitas dan berdaya saing.

  Ni Wayan Deviani S.Kep,Ns dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali mengungkapkan, pembangunan kesehatan merupakan komponen bangsa Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Pelayanan kesehatan diberikan ke semua kelompok umur salah satunya adalah kelompok usia remaja.

  "Kelompok remaja merupakan aset atau modal utama sumber daya manusia bagi pembangunan bangsa di masa yang akan datang dan jumlahnya pun cukup besar. Pernyataan tersebut didukung oleh hasil survey penduduk tahun 2015 menunjukkan bahwa jumlah penduduk usia 15-24 tahun sebesar 16,5 persen dari total penduduk Indonesia (BPS, 2016)," ungkapnya, Kamis (20/1).

  Deviani menjelaskan, masalah kesehatan remaja saat ini semakin berkembang sejalan dengan derasnya arus globalisasi yang melanda berbagai sektor. Masalah yang timbul pada masa remaja mencakup fisik, psikologis dan psikososial seperti kehamilan usia muda, penyakit akibat hubungan seksual dan aborsi, maupun masalah akibat pemakaian narkotik, zat adiktif, alkohol dan merokok. Selain itu, perilaku seks pranikah tentunya memberikan dampak yang luas pada remaja terutama berkaitan dengan penularan penyakit menular, kehamilan tidak diinginkan, aborsi dan peningkatkan resiko kematian ibu dan bayi.

  "Sesuai dengan arah kebijakan dan program Pemerintah Provinsi Bali yakni 'Nangun Sat Kerthi Loka Bali' yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kesehatan telah melakukan terobosan dengan mengembangkan program posyandu remaja. Melalui posyandu remaja diharapkan pemuda pemudi (yowana) di Bali dapat meningkatkan pengetahuan remaja utamanya dibidang kesehatan sehingga membentuk yowana yang berkualitas," bebernya.

  Lebih lanjut ia menuturkan, posyandu remaja merupakan pengembangan dari posyandu mandiri untuk memfasilitasi remaja dalam memahami pertumbuhan dan perkembangan pada masa remaja. Jumlah posyandu remaja sudah mencapai 132 buah yang tersebar di 9 kabupaten/kota. Tujuan Posyandu Remaja adalah mendekatkan akses dan meningkatkan cakupan layanan kesehatan bagi remaja. Sedangkan sasaran kegiatan posyandu remaja adalah remaja usia 10-18 Tahun, laki-laki dan perempuan dengan tidak memandang status pendidikan dan perkawinan termasuk remaja dengan disabilitas. Untuk keanggotaan setiap posyandu remaja yakni maksimal 50 remaja.

  "Posyandu remaja diselenggarakan dan digerakkan oleh kader posyandu remaja dengan bimbingan teknis dari puskesmas dan sektor terkait dengan sarana dan prasarana yang memadai. Sementara untuk pembiayaan dapat berasal dari APBN, APBD provinsi, APBD kabupaten/kota termasuk Anggaran Dana Desa (ADD) dan sumber-sumber dana lainnya yang tidak mengikat. Dana tersebut dapat digunakan untuk pembinaan peningkatan kapasitas petugas kesehatan dan kader, biaya operasional kesekretariatan pokja posyandu remaja, biaya operasional pembinaan dan bimbingan teknis, dan dukungan biaya operasional kader," terangnya. (dha)

BERITA TERKINI