JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KESEHATAN
Typography

Oleh: dr. Made Adiksoha Prananta, S.Ked

Anemia adalah kondisi dimana terjadi penurunan jumlah sel darah merah sehingga tidak dapat memenuhi fungsinya untuk membawa oksigen dalam jumlah yang cukup ke seluruh jaringan tubuh. Anemia bukanlah suatu penyakit tersendiri tetapi merupakan suatu gejala dari berbagai macam penyakit. Oleh karena itu ketika seseorang dinyatakan anemia maka harus ditelusuri faktor apa yang menyebabkan anemia. Secara laboratorium, World Health Organization (WHO) menetapkan angka hemoglobin < 12g/dl atau hematocrit <37% pada wanita dan hemoglobin <13g/dl dan hematokrit <39% pada laki-laki, dinyatakan anemia.

Anemia disebabkan oleh banyak faktor, salah satu penyebab anemia yang paling sering dijumpai adalah anemia karena kekurangan zat besi atau yang biasa dikenal anemia kurang zat besi. Anemia kurang zat besi adalah anemia yang timbul akibat berkurangnya zat besi untuk pembentukan sel darah merah karena cadangan besi kosong sehingga mengakibatkan pembentukan hemoglobin berkurang. Hemoglobin di dalam sel darah merah dibutuhkan oleh tubuh untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh organ sehingga dapat berfungsi dengan baik. Berkurangnya hemoglobin menyebabkan penyebaran oksigen terganggu yang mengakibatkan kerja organ juga terganggu.

Anemia kurang zat besi sering terjadi terutama di negara tropis atau berkembang, oleh karena sangat berkaitan erat dengan taraf sosial ekonomi. Anemia ini mengenai lebih dari sepertiga penduduk dunia yang memberikan dampak kesehatan yang sangat merugikan. Berdasarkan hasil penelitian WHO tahun 2008, diketahui bahwa kejadian anemia kurang zat besi di Asia lebih dari 74%. Menurut Survei Kesehatan Rumah Tangga 2001, sebanyak 40% wanita usia subur mengalami anemia dan menurut data Riset Kesehatan Dasar 2007, kejadian anemia pada pria di Indonesia adalah 1:10 berarti setiap satu dari 10 pria mengalami anemia.

Karena kejadian anemia begitu sering ditemui, kita harus mengetahui apa saja penyebab anemia kurang zat besi. Beberapa hal yang dapat menyebabkan anemia ini adalah :

A. Pendarahan Menahun

        Pendarahan yang terjadi terus menerus dalam jangka waktu lama mengakibatkan hilangnya zat besi secara perlahan dari dalam tubuh. Salah satu penyakit tersering yang menyebabkan pendarahan menahun adalah penyakit saluran cerna, seperti yang diakibatkan oleh tukak lambung, kanker lambung, kanker usus besar, wasir dan infeksi cacing. Pada negara tropis, infeksi cacing tambang merupakan penyebab terbanyak anemia kurang zat besi karena pendarahan menahun sekitar 54%

B. Faktor Nutrisi

        Akibat kurangnya jumlah zat besi dalam makanan atau kualitas zat besi yang tidak baik menyebabkan masukkan zat besi kedalam tubuh berkurang. Pada penelitian di lapangan ditemukan faktor nutrisi memegang peranan penting pada kejadian anemia kurang besi.

C. Kebutuhan Zat Besi Meningkat

        Pada kondisi tertentu kebutuhan tubuh akan zat besi mengalami peningkatan seperti pada kehamilan dan anak dalam masa pertumbuhan.

D. Gangguan Penyerapan Zat Besi

        Zat besi tidak dapat diserap dengan baik pada penyakit tertentu walaupun asupan zat besi sudah baik. Kondisi ini terjadi pada pasien dengan infeksi saluran cerna menahun.

Bagaimana mengetahui seseorang terkena anemia zat besi? Biasanya akan timbul gejala anemia secara umum, gejala khas anemia karena kurang zat besi dan gejala dari penyebab anemia.

  1. Gejala Umum yaitu bisa disebut 5L ( lemah, letih, lelah, lesu, lunglai ), pucat, telinga berdenging dan mata berkunang kunang.
  2. Gejala Khas anemia kurang zat besi :
  • Kuku sendok yaitu kuku menjadi rapuh, bergaris-garis vertical dan menjadi cekung sehingga terlihat seperti sendok
  • Permukaan lidah menjadi licin dan mengkilap karena tonjolan kecil ( papil lidah ) di permukaan mengecil
  • Peradangan pada sudut mulut sehingga tampak sebagai bercak berwarna pucat keputihan
  • Nyeri saat menelan
  • Terdapat keinginan memakan bahan yang tidak lazim seperti tanah liat, es, lem dan lain-lain.
  1. Apabila penyebab anemia kurang zat besi adalah infeksi cacing tambang maka selain keluhan tersebut juga dijumpai keluhan nyeri uluhati dan telapak tangan berwarna kuning seperti jerami.

Jika hal-hal tersebut dirasakan dan ditemui, maka segera berkonsultasilah ke dokter untuk mengetahui status zat besi dengan menjalani prosedur pemeriksaan seperti riwayat medis, kondisi fisik dan tes  darah dan dapat diatasi dengan segera.  

Anemia kurang zat besi sangat mudah menyerang siapa saja, oleh karena itu tindakan pencegahan terpadu harus dilakukan guna mempertahankan  status zat besi dalam tubuh tetap terjaga, berupa :

  • Pola Makan.

Sumber zat besi didapatkan dalam 2 bentuk yaitu:

  • Besi heme dimana tingkat penyerapan zat besi sangat tinggi. Besi heme bisa ditemukan dalam daging ayam, daging sapi, daging kambing, daging bebek, hati ayam, hati sapi dan ikan.
  • Besi non-heme yang tingkat penyerapannya rendah berasal dari sumber tumbuh-tumbuhhan seperti kacang-kacangan, tempe, tahu, buah dan sayur.

Selain itu juga didapati bahan pemacu yang akan mempercepat penyerapan zat besi seperti vitamin c dan juga terdapat bahan penghambat yang harus di hindari karena memperlambat penyerapan zat besi seperti pada makanan tinggi serat, teh dan red wine. Oleh karena itu , disarankan untuk mengkonsumsi sumber zat besi bersamaan dengan vitamin C sehingga proses peyerapan zat besi optimal.

  • Kesehatan lingkungan.

Pemakaian jamban sehat, memakai alas kaki dan memperbaiki sanitasi untuk mencegah infeksi cacing tambang.

  • Pemberian suplemen besi.

Pemberian suplemen besi diberikan kepada pasien yang sudah dipastikan anemia oleh dokter dan pada beberapa kondisi yang membutuhkan zat besi lebih banyak dari biasanya yaitu pada anak dan ibu hamil. Pemberian suplemen ini harus dikonsultasiakan terlebih dahulu karena kelebihan zat besi juga berbahaya bagi tubuh.

Anemia Zat Besi merupakan penyakit yang dapat menyerang siapa saja dan berakibat fatal bila tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu kenali sebab dan gejalanya, karena anemia kurang besi mudah untuk diatasi jika dideteksi sejak dini.

BERITA TERKINI