JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KESEHATAN
Typography

Denpasar-fajarbali.com | Meskipun kasus Covid-19 di beberapa wilayah di Bali kian meningkat, namun aktivitas donor plasma konvalesen di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Bali dan UTD RSUP Sanglah tidak mengalami peningkatan yang signifikan.

Justru permintaan plasma konvalesen dalam kurun waktu sebulan terakhir belum ada permintaan untuk pasien Covid-19. Kendati demikian, plasma konvalesen akan tetap disediakan untuk memenuhi kebutuhan apabila sewaktu-waktu terjadi peningkatan kasus yang cukup tinggi.

  Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) RSUP Sanglah, Dr. dr. Ni Kadek Mulyantari SpPK (K) kepada awak media Fajar Bali, Senin (7/2) mengatakan, meski kasus Covid-19 naik di beberapa wilayah di Bali, namun permintaan plasma konvalesen justru belum mengalami peningkatan. Diakuinya, saat ini penggunaan plasma konvalesen tidak digunakan secara rutin dalam penanganan Covid-19.

  "Sebulan terakhir belum ada permintaan untuk plasma konvalesen, mungkin dikarenakan pasien yang terinfeksi masih dalam gejala yang ringan dan dapat ditangani melalui isolasi terpusat serta mendapatkan pengobatan yang sesuai dari tenaga kesehatan yang bertugas. Saat ini, penggunaan plasma konvalesen itu tidak digunakan secara rutin dalam penanganan Covid-19. Masih sebatas untuk uji klinik," ungkapnya.

  Disebutkan dr Mulyantari, awalnya plasma konvalesen merupakan salah satu cara untuk memperoleh kesembuhan sekaligus menekan kasus kematian akibat Covid-19. Dalam upaya meningkatkan ketersediaan plasma konvalesen, pihak RSUP Sanglah Denpasar melalui Unit Transfusi Darah (UTD) RSUP Sanglah mengajak para penyintas melakukan donor darah untuk membantu pasien. Namun untuk saat ini, kebutuhan plasma untuk pasien Covid-19 sudah sangat menurun secara signifikan, bahkan sehari belum tentu ada pasien yang butuh. Meski demikian pihaknya tetap menyediakan plasma konvalesen.

  "Karena kebutuhan plasma sudah mulai menurun, maka kendala dalam kegiatan donor juga tidak banyak. Namun kami akui, untuk sekarang ini jumlah pendonor darah biasa kembali mengalami penurunan. Golongan darah yg saat ini masih banyak dibutuhkan adalah golongan darah O. Dari rata-rata 80 kantong darah yang keluar tiap harinya, hampir 50 persennya adalah golongan darah O," sebutnya.

  Lebih lanjut dr Mulyantari berharap, di tengah lonjakan kasus Covid-19 masyarakat tidak perlu khawatir untuk melakukan donor darah. Pasalnya, pelaksanaan donor darah di UTD RSUP Sanglah sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat. "Masyarakat yang memenuhi syarat donor darah agar tetap berkenan untuk mendonorkan darahnya dengan memperhatikan protokol kesehatan. Pasien-pasien yang kini tengah membutuhkan darah seperti pasien kanker, talasemia, maupun pasien yang menjalani operasi yang cukup banyak memerlukan darah. Sehingga, dengan adanya kesadaran masyarakat untuk berdonor maka kebutuhan darah bisa tetap dipenuhi dengan lancar," pungkasnya. (dha)

BERITA TERKINI