JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KESEHATAN
Typography

DENPASAR - fajarbali.com | Pemerintah Provinsi Bali melalui Satgas Penanggulangan Covid-19 kini tengah berupaya menambah ruang isolasi bagi pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19. Guna menampung pasien dalam pengawasan maupun pasien COVID-19, Bali berencana menambah RS rujukan.

 

 

Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan, saat ini Bali sudah mempunyai 4 RS rujukan COVID-19, yakni RSUP Sanglah, RSUD Sanjiwani, BRSU Tabanan, dan RSUD Buleleng. Walau demikian, jumlah kamar isolasi PDP Covid-19 akan diupayakan terus ditambah, dan sampai saat ini tengah disiapkan Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM).

"RSU Bali Mandara telah disiapkan untuk menjadi RS yang bisa melakukan penanganan COVID-19. Kita juga telah dan sedang melakukan asesmen untuk semua RS kabupaten/kota dan swasta di Bali untuk bisa menangani COVID-19. Proses asesmen sedang berlangsung. Jumat (20/3/2020), kami akan mengadakan pertemuan dengan semua direktur RS itu, yang belum ditetapkan sebagai RS rujukan untuk mendengar pendapatnya, kesiapan menjadi RS rujukan,” jelasnya.

Dewa Indra menambahkan, kalau hasil asesmen menyatakan memenuhi syarat dan pendapat dari direktur menyatakan kesiapannya, maka akan ditetapkan sebagai RS rujukan provinsi Bali lewat keputusan gubernur Bali. “Dengan demikian, maka kapasitas fasilitas kesehatan yang bisa menangani penyakit ini menjadi bertambah besar,” katanya.

Sebelumnya, guna mempercepat tes COVID-19, Dewa Indra juga menjelaskan pemerintah telah menyiapkan laboratorium kesehatan untuk pemeriksaan sampel swab, yakni Lab Kesehatan RSUP Sanglah. Saat ini, pengajuan izin untuk menjadikan Labkes RSUP Sanglah sebagai tempat mengetes sampel Swab masih di Kementerian Kesehatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya mengatakan, sampai saat ini di Bali ada sebanyak 68 rumah sakit. Dari jumlah tersebut, 20 diantaranya rumah sakit milik pemerintah dan 48 sisanya merupakan milik swasta.Setiap kasus emergency Covid-19 setiap rumah sakit bisa melakukan penanganan.Tetapi tempat yang menjadi isolasi tergantung kesiapan rumah sakit.

Sampai saat ini baru empat rumah sakit yang siap dengan ruang isolasi, yakni RSUP Sanglah, RSUD Sanjiwani Gianyar, RSUD Tabanan dan RSUD Buleleng. Suarjaya mengaku, pihaknya akan menambah rumah sakit yang siap dengan ruang isolasi.

Hingga kini telah disiapkan di RSBM dengan kapasitas 10 tempat tidur dan juga bakal diikuti oleh rumah sakit lain RSUD Wangaya, RSUD Mangusada hingga RSUD Klungkung, dan beberapa rumah sakit swasta yang mampu.

"Sudah dilakukan assessment dan kemudian akan ditetapkan dengan SK Gubernur Bali. Karena yang empat itu di SK-kan dengan SK menteri. Yang lain nanti kita siapkan dengan SK gubernur," tuturnya. (dar.)