JA Teline V - шаблон joomla Форекс

OLAHRAGA
Typography

SEMARAPURA - fajarbali.com | Pekan Olah Raga dan Seni Pelajar (Porsenijar) Kabupaten Klungkung tahun 2020 telah dimulai sejak Rabu (4/3/2020) lalu. Dalam perjalanannya, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta rupanya merasa kecewa terhadap perhelatan tahunan tersebut. Penyebabnya, penyelenggara dinilai kurang serius. Bahkan terkesan menjalankam formalitas saja. Terlebih lagi diwarnai insiden atlet yang mengalani patah tulang saat bertanding di cabor pencak silat. 

 


Kekecewaan Bupati Suwirta tersebut diungkap saat dirinya meninjau pelaksanaan Porsenijar di Gor Swecapura. Didampingi Wakil Ketua II Porsenijar 2020 sekaligus Kabid Kepemudaan dan Olahraga, I wayan Suarta, bupati berkata merasa sedikit kecewa dengan penyelenggaraan Porsenijar kali ini. Sebeb seperti kurang serius bahkan hanya terkesan formalitas dan menjalankan rutinitas saja. "Tidak ada target yang jelas padahal melalui Porsinijar ini kita mendapat bibit atlet yang nantinya bisa dimanfaatkan di event yang lebih tinggi," ungkapnya. 

Terkait dengan antusias para siswa yang ikut berlomba dalam Porsenijar kali ini, Bupati Suwirta sangat mengapresiasi. Semangat bertanding mereka sangat tinggi, walaupun hanya mendapat piagam. Hal ini dinilai berbanding terbalik dengan antusias para panitia yang terkesan asal asalan. "Untuk atlet, kedepannya mereka harus diberi penghargaan yang sesuai,  jangan hanya diberi piagam saja. Orang latihan saja perlu biaya, jangan hanya bisa memanfaatkan hasilnya, prosesnya juga harus kita rasakan," tegas Bupati Suwirta. 

Seolah belum cukup, bupati asal Ceningan ini juga sangat menyayangkan karena Porsenijar tahun ini hanya melombakan 12 cabor. Meliputi, atletik, bulu tangkis, catur, cricket, gate ball, judo, karate, pencak silat, petanque, renang, tenis meja, serta woodball. Sedangkan cabor yang bergengsi seperti basket, sepak bola, futsal dan bola voli dan beberapa cabor yang berpotensi malah tidak di pertandingkan. "Sarana dan prasarananya juga kurang memadai, ini harus di evaluasi segera. Porsenijar 2021 nanti segera siapkan rancangan anggaran jangan lagi seperti ini," pintanya. 

Lebih lanjut, bupati juga sempat menyinggung mengenai keselamatan altet. Mengingat seorang atlet, Komang Yudhi Khrisna Putra mengalami cedera patah tangan kiri saat mengikuti pertandingan di GOR Swecapura Gelgel, Sabtu (7/3/2020). "Keselamatan atlet dalam bertanding juga harus di perhatikan, jangan lepas begitu saja. Panitia juga harus tetap mandampingi atlet yang cedera dalam bertanding apalagi sampai masuk rumah sakit. Sedikit tidaknya ada yang mempertanggung jawabkan, selain pelatih yang mendampinginya," tegasnya. 

Beralih pada pembinaan dan pembibitan atlet, Bupati Suwirta mengimbuhkan tidak bisa mengandalkan ajang Porsenijar saja. Menurutnya, ajang ini hanya untuk mendapatkan out putnya saja. Sedangkan untuk pembibitan harus dilakukan dari sekolah masing-masing. "Dinas terkait harus bisa membantu memberikan fasilitas olah raga, turun ke sekolah dan tanyakan apa yang bisa dibantu sesuai potensi sekolah itu," imbuhnya. (dia).