OLAHRAGA
Typography

MANGUPURA - Fajarbali.com |  Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Uno, Sabtu (18/12/2021) menyempatkan hadir di  Grand Final Piala Presiden Esports 2021 yang digelar di Nusa Dua Bali. 

Kedatangan Sandiaga Uno tidak lain dan tidak bukan adalah untuk meninjau sekaligus memberikan dorongan motivasi kepada lebih dari 200 atlet esports yang sedang berkompetisi di turnamen olahraga elektronik terbesar di Indonesia ini.

Didampingi Ketua Penyelenggara Piala Presiden Esports 2021 Rangga Danu Prasetyo dan Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP) Abetnego Tarigan, Menteri Sandi menyaksikan jalannya hari kedua turnamen yang tengah mempertandingkan fase semifinal cabang game Lokapala, antara Vi Dronis melawan Jeet Esports.

Lokapala merupakan salah satu game lokal asli buatan Indonesia yang dipertandingkan di Piala Presiden Esports 2021 bersama Battle of Satria Dewa.

"Kemenparekraf berterima kasih dengan penyelenggaraan Piala Presiden Esports 2021 yang mengusung tema "The Land of Wonders" yang sangat sesuai dengan semangat pariwisata Indonesia," tutur Sandiaga Uno dalam sesi wawancara.

Ia juga mengapresiasi dipertandingkannya cabang game lokal asli Indonesia di Piala Presiden Esports 2021 sebagai bagian upaya untuk memajukan industri kreatif Tanah Air.

“Lokapala ini adalah salah satu yang membanggakan kami karena merupakan game asli Indonesia. Untuk ke depan, kami juga melihat peluang untuk game lokal untuk difasilitasi pelatihan dan pendampingan,” terang Sandiaga.

Usai menyaksikan jalannya pertandingan, Menteri Sandi kemudian meyempatkan diri untuk menyapa dan berdialog dengan para atlet. Menurutnya penyelenggaraan Piala Presiden Esports 2021 telah membuka banyak ruang bagi generasi muda kreatif Indonesia dalam meraih prestasi yang membanggakan.

"Kemenparekraf akan terus mendukung sehingga ekosistem esports di Indonesia ini terus berkembang dan memberikan dampak ekonomi yang besar bagi Indonesia. Esports ini juga bisa menjadi sports tourism dan peluang untuk mempromosikan pariwisata berbasis olahraga. Ini sangat potensial karena ada 60 juta lebih gamer di Indonesia," ungkapnya.(eli)