JA Teline V - шаблон joomla Форекс

OLAHRAGA
Typography

MANGUPURA-Fajarbali.com | Hari kedua babak grand final Piala Presiden Esports 2021, telah lahir juara dari empat game, yaitu eFootball PES, Lokapala, Free Fire dan MPL Speed Chess.

Di cabang eFootball PES, Akbar Paudie keluar menjadi kampiun dengan mengalahkan Rommy Hadiwijaya. Akbar yang turun mengandalkan skuad Juventus, menang dua game tanpa balas atas Bayern Munchen yang menjadi tim andalan Rommy.

Partai sengit terjadi di game Lokapala antara Dewa United melawan VI Dronis. Sempat bermain sabar di awal laga, keduanya memutuskan bermain terbuka demi meraih kemenangan. Pada game ini, Dewa United sukses merengkuh titel jawara dengan skor kill akhir 22-6.

“Kami belajar banyak dari turnamen PON Papua, belajar dari pengalaman dan melakukan evaluasi yang ternyata tidak sia-sia karena hari ini kami berhasil jadi juara,” ujar anggota tim Dewa United, Rexanova. 

Meski sukses merengkuh gelar juara di game Lokapala, Dewa United tidak akan berpuas diri. Evaluasi akan tetap dilakukan guna bisa meraih prestasi yang lebih tinggi lagi di masa mendatang.

Ivan Chen selaku Chief Executive Officer Anantarupa Studio berterimakasih kepada pemerintah yang telah mengakomodir developer lokal dalam gelaran Piala Presiden esports 2021. 

Dengan dukungan dari pemerintah yang besar ini, ia optimistis ke depannya developer dan game-game lokal akan semakin berkembang dan dikenal di panggung internasional.

“Lokapala ini masih muda, baru satu tahun. Melihat antusiasme dan dukungan yang besar ini, kami akan berusaha mengembangkan Lokapala ke kancah internasional. Rencananya, di kuartal pertama 2022, kami akan memulai publishing di Asia tenggara sehingga nanti bisa menyelenggarakan turnamen tingkat regional Asia tenggara,” jelas Ivan Chen.

Sementara itu, cabang Free Fire,  ECHO ESPORTS menjadi yang terbaik setelah memimpin klasemen akhir usai pertarungan sengit sebanyak 10 ronde. Dalam penghitungan final, ECHO ESPORTS berhasil mengumpulkan 132 poin dan sukses mengungguli  Kings Esports (106 poin) serta EVOS Divine (98 poin).

Keseruan juga tercipta di babak final game lainnya yakni MPL Speed Chess yang mempertemukan Kosasih asal Bekasi, Jawa Barat dengan Leo Lucki dari Palu, Sulawesi Tengah.

Dengan skema tiga ronde, Leo Lucki berhasil memenangkan pertandingan dengan ritme yang agak lama pada ronde 1. Di lain sisi, kehilangan poin membuat Kosasih berusaha bangkit dan akhirnya meraih kemenangan di ronde kedua.

Hal ini membuat keduanya harus memainkan ronde ketiga demi mengamankan gelar juara. Di pertarungan pamungkas ini, Leo yang bermain lebih tenang tidak terpancing dengan maneuver-manuver yang dilancarkan Kosasih. Ketenangan ini membuahkan hasil yang membuat Kosasih menyerah di menit-menit akhir pertandingan.

Usai merengkuh titel juara, Leo bertutur bahwa kemenangan ini merupakan hasil dari konsentrasi dan kemampuannya memperbaiki keterpurukan ketika dikalahkan Kosasih di ronde kedua.

“Saya berusaha untuk tetap fokus. Mental saya sempat naik ketika di babak pertama menang, tapi juga turun ketika kalah di babak kedua. Makanya, saya berusaha memperbaiki mental di babak ketiga hingga akhirnya bisa menang,” Leo menjelaskan.

Layla Safira Andarmawanty, Head of Brand Marketing MPL Indonesia menuturkan, keseruan pertandingan final yang mempertemukan Leo dan Kosasih membuktikan bahwa Speed Chess mampu menjadi game yang mempertemukan para pecatur berkualitas di Tanah Air.

Ia berharap, ke depannya Speed Chess mampu menarik lebih banyak lagi minat masyarakat menggeluti olahraga elektronik.

“Komitmen kami untuk memberikan akses kepada para pemain, untuk terus berlatih dan memilih pemain sesuai skill mereka. Dengan mobile platform seperti MPL, memberikan akses ukepada seluruh masyarakat untuk menjadi atlet esports,” ujar Layla.

Sementara Sekretaris Jenderal Piala Presiden Esports 2021, Matthew Airlangga mengucapkan selamat kepada para atlet yang sukses meraih titel juara. 

“Yang menang jangan berpuas diri, yang kalah jangan patah semangat. Semoga hal ini bisa menjadi kesempatan untuk meraih prestasi yang lebih besar lagi di masa mendatang,” tutup Matthew.(eli)

BERITA TERKINI