Nilai Tukar Rupiah Menguat terhadap Dolar AS pada 3 Agustus 2026

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari Senin, 3 Agustus 2026, di pasar keuangan Indonesia. Penguatan ini terjadi seiring dengan pelemahan indeks dolar AS yang terdorong oleh data ekonomi AS yang mengecewakan dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.

Pada penutupan perdagangan Jumat, 31 Juli 2026, rupiah tercatat menguat sebesar 0,49 persen menjadi Rp18.022 per dolar AS. Sedangkan pada perdagangan Senin, kurs rupiah diperkirakan bergerak di rentang Rp17.850 hingga Rp18.150 per dolar AS dengan kecenderungan menguat, menurut data Bank Indonesia.

Indeks dolar AS (DXY) melemah 0,06 persen ke level 99,80 pada 31 Juli 2026, yang berkontribusi pada penguatan mata uang rupiah dan mata uang regional lainnya.

Kurs Jual dan Beli Dolar di Bank

Bank Indonesia mencatat kurs jual dolar pada Rp18.148,29 dan kurs beli Rp17.967,71. Beberapa bank swasta juga melaporkan kurs jual beli yang serupa, seperti e-Rate beli USD Rp17.955,00 dan jual Rp18.045,00 per 3 Agustus 2026.

Faktor Penguatan Rupiah

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyatakan bahwa penguatan rupiah dipicu oleh koreksi tajam dolar AS akibat data ekonomi AS yang di bawah ekspektasi. Selain itu, prospek pemangkasan suku bunga oleh The Fed menambah sentimen positif bagi rupiah.

"Rupiah dan mata uang regional umumnya menguat terhadap dolar AS yang terkoreksi cukup tajam oleh data ekonomi yang mengecewakan. Volatilitas rupiah berpotensi meningkat sepanjang pekan ini seiring padatnya agenda rilis data ekonomi dari Indonesia, Amerika Serikat, dan China," ujar Lukman Leong.

Konteks dan Prospek Ke Depan

Pergerakan rupiah yang menunjukkan kecenderungan menguat ini terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi global dan regional. Data ekonomi yang kurang menggembirakan dari AS memicu ekspektasi bahwa The Fed akan menyesuaikan kebijakan suku bunga, yang berdampak pada pelemahan dolar AS.

Bank Indonesia juga terus mengawasi pergerakan nilai tukar sebagai bagian dari stabilitas moneter dan keuangan nasional. Perubahan nilai tukar akan dipantau ketat, terutama menjelang rilis data ekonomi penting dari berbagai negara, yang berpotensi memicu volatilitas di pasar valuta asing.

Data Perbandingan Kurs Rupiah

TanggalKurs Jual (Rp/USD)Kurs Beli (Rp/USD)
27 Juli 202618.070,0017.795,00
31 Juli 202618.148,2917.967,71
3 Agustus 202618.045,0017.955,00

Agenda Rilis Data Ekonomi dan Dampaknya

Agenda rilis data ekonomi dari Indonesia, AS, dan China sepanjang pekan ini menjadi faktor utama yang akan memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah. Sentimen pasar akan sangat bergantung pada hasil data tersebut, sehingga volatilitas nilai tukar diprediksi meningkat.

Investasi dan perdagangan internasional juga akan merespons dinamika ini, terutama terkait kebijakan moneter AS yang berpotensi mengalami perubahan.

Prakiraan dan Analisis Teknis USDOLLAR DXY untuk 31 Juli 2026 | FX Pip Collector
Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.

Editors Team
Daisy Floren