JA Teline V - шаблон joomla Форекс

OLAHRAGA
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Asian Para Games 2018 yang dilangsungkan 6-13 Oktober 2018 di Jakarta, diikuti 41 negara Asia, dengan total para atlet dan official berjumlah kurang lebih 5000 orang.

Rangkaian olahraga terbesar se-Asia yang mempertandingkan atlet difabel tersebut dimulai dengan prosesi kirab obor mengelilingi delapan kota di Indonesia.

Seperti diketahui, Obor Asian Para Games 2018 telah tiba di Denpasar, Bali, Minggu (16/9/2018), setelah Solo, Ternate dan Makassar. Setelah di Denpasar, obor akan berlanjut ke Pontianak, Medan, Pangkal Pinang, dan berakhir di Jakarta pada 30 September 2018.

Ketua Inapgoc, Raja Sapta Oktohari, mengaku satu alasan kuat Bali menjadi bagian dari pawai obor Asian Para Games 2018 adalah keberadaan atlet paralimpik Indonesia yang pernah meraih medali di Paralympic Brasil 2016 juga berasal dari Bali.

"Jadi tidak sah jika dibawa berkeliling Indonesia tanpa melewati Bali. Jadi saya pastikan di sini adalah pawai obor yang paling meriah," sebut Raja Sapta Oktohari ditepuki para hadirin.

Keyakinannya bahwa Indonesia akan menorehkan sejarah baru dalam kegiatan Asian Para Games 2018 begitu kuat. "Pawai obor di Bali ini menjadi istimewa karena jika tidak melewati Bali tentu rasanya kurang. Kini pawai obor sudah melewati Last Paradise of the World, seperti tertulis di bandara," ujarnya.

Sebelum kirab obor dilakukan, terlebih dulu dilakukan upacara penerimaan api obor yang datang dari Makassar dan langsung menuju ke rumah jabatan Gubernur Bali.

Kirab dimulai dari rumah jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, dan diarak melalui Jalan Imam Bonjol, Jalan Gajah Mada, Sanur, dan dilepas di Monumen Bajra Sandhi.

Dari Monumen Bajra Sandhi di Renon, pawai obor kemudian melewati ikon Bali, patung Garuda Wisnu Kencana, di Nusa Dua. Pawai obor kemudian berakhir di Lapangan Renon.

Gubernur Bali, I Wayan Koster mengaku sangat bangga karena Bali bisa menjadi titik obor Asian Para Games 2018. Gubernur Bali ini menegaskan rasa gembira masyarakat Bali bisa ambil bagian dalam rangkaian acara menuju Asian Para Games edisi ketiga ini.

"Pawai obor Asian Para Games 2018 adalah sebuah kehormatan bagi kami dan masyarakat Bali. Semoga dengan dilaksanakannya pawai obor ini bisa membawa semangat masyarakat Bali yang sangat mendukung penyelenggaraan Asian Para Games di Indonesia," ujar I Wayan Koster dalam sambutannya.

Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan diselenggarakannya Asian Para Games 2018 di Jakarta memberikan banyak manfaat untuk Indonesia.

“Manfaatnya tentu banyak, kalau kita bisa menyelenggarakan even Asian Para Games ini dengan sebaik-baiknya, maka saya kira dunia internasional akan melihat kita sebagai negara yang sudah mempunyai standar-standar yang sangat bagus untuk berkaitan dengan ranah disabilitas," sebutnya.

Terkait kesiapan pelaksanaan, Kementerian Sosial telah memberikan pelatihan kepada volunteer Asian Para Games 2018. Hal itu dilakukan agar para volunteer lebih memahami apa saja kebutuhan dari para atlet disabilitas.

Kementerian Sosial juga telah memberi beberapa tugas untuk mengurus keperluan dan kebutuhan para atlet terutama memastikan semua venue, gedung-gedung, hingga asrama telah tertata.

Menurut data NPC Provinsi Bali ada 10 atlet difabel Bali yang mengikuti Asian Para Games 2018, di antaranya Ni Nengah Widiasih (Angkat berat), Ni Nengah Widiasih (Angkat Berat), Ni Made Arianti Putri (Atletik), Ni Made Karya Dewi (Balap Sepeda), I Wayan Damai (Lawn Bowls), I Gst. Putu Adnyana Putra (basket kursi roda), Lalu Idrus (basket kursi roda) , I Wayan Sumerta (basket kursi roda), Jatiana (basket kursi roda), dan Ni Putu Christiani (Bulutangkis). (eka)