JA Teline V - шаблон joomla Форекс

OLAHRAGA
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Bali menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Yongmoodo ke-8, berlangsung 24-30 November 2018. Kejurnas yang dipertandingkan di GOR Praja Raksaka, Asrama Praja Raksaka Kepaon, Denpasar itu, tahun ini melibatkan 705 orang dari 45 kontingen, dikuti anggota Kotama/Balakpus Jajaran TNI AD, jajaran di Pengda (Provinsi), hingga masyarakat umum.

Kejurnas olahraga bela diri yang pertama kali dimulai pada 1995 ini memperebutkan Piala Kasad atau Yongmoodo Kasad Cup, serta ada total 85 medali yang diperebutkan.

Adapun 85 medali itu, dibagi menjadi kelas perorangan putra 32 medali (8 emas, 8 perak dan 16 perunggu), perorangan putri 16 medali (4 emas, 4 perak dan 8 perunggu), beregu RTG 9 medali (3 emas, 3 perak dan 3 perunggu), dan beregu putra 28 medali (7 emas, 7 perak dan 14 perunggu).

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana Kolonel TNI Jonny Harianto G, S.I.P dalam siaran pers yang dilaksanakan di Makodam IX Udayana, Denpasar, Kamis (24/11) pagi menjelaskan ada dua kategori yang dibagi menjadi beberapa kelas, yakni kategori perorangan putra dibagi menjadi kelas 90 kg ke atas dan ke bawah, kelas 85 kg, 80 kg, 75 kg, 70 kg, 65 kg dan 60 kg. Sedangkan kategori perorangan putri terbagi menjadi kelas 55 kg ke atas dank ke bawah, kelas 60 kg dan 55 kg. 

Dijelaskan lagi, Kejurnas tahun ini mendatangkan 45 wasit/juri nasional. "Tema yang diusung kali ini, yaitu 'Jago Beladiri, Berjiwa Ksatria dan Berprestasi', tujuannya untuk meningkatkan kemampuan bela diri Yongmoodo di lingkungan Prajurit TNI AD yang jago bela diri dan memiliki fisik yang prima, dengan sasaran untuk menjaring atlet bela diri Yongmoodo yang potensial di lingkungan TNI AD dan tersosialisasinya olah raga ini di kalangan masyarakat," terang Kolonel Jonny Harianto.

Lebih lanjut diungkap, olahraga Yongmoodo mulai diperkenalkan 15 Oktober 1995 oleh The Martial Research Institut dari Yong In University di Korea. Yongmoodo merupakan gabungan beladiri Judo, Taekwondo, Apkido, Sirum, dan Hon Sin Sul. Akar dari Yongmoodo adalah beladiri Hon Sin Sul yang berarti Beladiri.

Kemudian, Yongmoodo diresmikan pada 25 April 2002, lalu terbentuklah Organisasi Federasi Beladiri Yongmoodo. “Seni Beladiri Yongmoodo sendiri, resmi menjadi olahraga wajib di TNI Angkatan Darat sejak 2008 dan dalam perkembangan selanjutnya sejak didirikannya Federasi Yongmoodo Indonesia (FYI), seni beladiri asal Korea ini pun mulai disosialisasikan kepada masyarakat umum di tahun 2012," katanya.

"Sosialisasi berupa roadshow ke sejumlah kota besar di Indonesia dan sosialiasi tersebut, diperagakan sejumlah jurus yang dilakukan oleh atlet Yongmoodo,” imbuh Kolonel Jonny Harianto seraya berharap, Yongmoodo dapat diterima KONI sebagai cabang olahraga bela diri yang dipertandingkan pada PON 2020. (eka)