JA Teline V - шаблон joomla Форекс

OLAHRAGA
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Yongmoodo Kasad Cup ke-8, 2018 yang berlangsung di GOR Praja Raksaka, Denpasar diikuti 800 peserta dari 45 kontingen. Sebanyak 800 peserta ini merupakan anggota dari Kotama, Balakpus dan Pengda Provinsi, hingga masyarakat umum.

Kejuaraan Yongmoodo Kasad Cup dibuka secara resmi Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad) Letnan Jenderal TNI Tatang Sulaiman, Sabtu (24/11/2018) sore. Pembukaan dihadiri para pejabat di TNI Angkatan Darat, pejabat di Kodam IX/Udayana, Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Benny Susianto, S.I.P, beserta jajaran, perwakilan pejabat Polda Bali, serta jajaran di Pemprov Bali.

Ada 85 medali yang diperebutkan di kejuaraan yang berlangsung 24-30 November 2018 ini, termasuk Piala Bergilir Kasad. Medali terbagi atas kelas perorangan putra 32 medali (8 emas, 8 perak dan 16 perunggu), perorangan putri 16 medali (4 emas, 4 perak dan 8 perunggu), beregu RTG 9 medali (3 emas, 3 perak dan 3 perunggu), dan beregu putra 28 medali (7 emas, 7 perak dan 14 perunggu).

Kategori dibagi menjadi beberapa kelas, yakni kategori perorangan putra dibagi menjadi kelas 90 kg ke atas dan ke bawah, kelas 85 kg, 80 kg, 75 kg, 70 kg, 65 kg dan 60 kg. Sedangkan kategori perorangan putri terbagi menjadi kelas 55 kg ke atas dan ke bawah, kelas 60 kg dan 55 kg. Sementara di kelas beregu ada putra dan kategori Yong Muhyeung.

Wakasad Letnan Jenderal TNI Tatang Sulaiman, dalam upacara pembukaan Kejurnas membacakan amanat Kasad Jenderal TNI Mulyono. Dalam sambutannya, Letjen TNI Tatang mengharapkan Yongmoodo bisa bergabung di dalam tubuh induk olahraga KONI. Yang paling penting, lanjutnya, salah satu olahraga seni bela diri nasional ini dapat dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON), Sea Games, Asian Games, bahkan Olimpiade.

“Kejurnas ini merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan profesionalisme prajurit di bidang bela diri militer, juga menumbuhkan jiwa dan semangat juang sebagai garda terdepan dan sekaligus sebagai benteng terakhir Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam menghadapi berbagai ancaman,” harapnya.

Menurutnya, kejuaraan tersebut penting, memacu motivasi dan semangat prajurit TNI AD untuk prestasi, sehingga prajurit punya jati diri pantang menyerah di segala medan. Yang tak kalah penting, prajurit memiliki hubungan kekerabatan yang baik terhadap anggota satuan lainnya.

Lebih lanjut dijelaskan, sejak 2008 dan didirikannya Federasi Yongmoodo Indonesia (FYI), Yongmoodo mulai disosialisasikan ke masyarakat pada 2012. Masyarakat juga diberikan penjelasan terkait cikal bakal Yongmoodo sebagai akar dari bela diri Hon Sin Sul asal Korea.

“Yongmoodo ini merupakan gabungan dari beberapa seni bela diri antara lain, Judo, Taekwondo, Aikido, Ssirum dan Hon Sin Sul  berasal dari Korea yang kemudian diadopsi oleh TNI AD sebagai bagian dari Bela Diri Militer yang wajib dikuasai oleh seluruh prajurit TNI AD,” imbuh Letnan Jenderal TNI Tatang Sulaiman. (eka)