JA Teline V - шаблон joomla Форекс

OLAHRAGA
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Merujuk pada prestasi Provinsi Bali yang meraih peringkat enam pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat, Komisi IV memandang perlu adanya Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur tentang keolahragaan.

Ketua Komisi IV DPRD Bali Nyoman Parta mengatakan, pada dasarnya Perda Keolahragaan sangat perlu di suatu daerah. Hal ini berguna untuk membangun sistem keolahragaan yang baik di Bali.

"Perda ini sangat ditunggu-tunggu, ini akan kita ambil sebagai hak inisiatif DPRD," katanya seusai menggelar pertemuan dengan beberapa perguruan tinggi di Bali yang memiliki jurusan keolahragaan, Rabu (17/1/2018).

Menurutnya, Perda Keolahragaan sudah ada di beberapa Provinsi di Indonesia. Misalnya saja seperti di Jawa Timur, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Bahkan, adanya perda tersebut juga mampu mengangkat prestasi dari ketiga provinsi tersebut.

"Saya sudah berkeliling, Perda Keolahragaan ini sudah ada di Jawa Timur, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Buktinya, ketiganya sudah beberapa kali juara umum PON," terangnya.

Di balik itu, Komisi IV ingin menumbuhkan minat masyarakat terhadap olahraga agar bisa menjadi gaya hidup. Mengingat, olahraga selain untuk prestasi, juga mampu meningkatkan pola hidup sehat. "Menjadikan olahraga sebagai lifestyle. Dan juga membangun masyarakat sehat itu dari hulu," jelasnya.

Untuk itu, pihaknya mengumpulkan para ahli, akademisi, serta adanya tokoh olahraga untuk ikut membahas Perda Keolahragaan ini. "Kami minta buatkan kajian akademis," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry menambahkan, DPRD Bali telah sepakat mengambil langkah penting soal regulasi terkait keolahragaan. "Ini menjadi prioritas untuk kita dukung regulasinya. Kita sudah ada dinas menangani yakni Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga). Padahal olahraga itu menjadi gaya hidup masyarakat kita," tambahnya.

Selama ini, di Bali masih kurang dalam memberikan perhatian terhadap para olahragawan. Terlebih, atlet-atlet berprestasi yang telah mengharumkan nama Bali baik ditingkat nasional maupun internasional. "Kita sering juga memandang jika olahraga itu memberi bonus sudah selesai, padahal olahragawan itu juga manusia. Dalam konteks inilah kita dukung regulasinya," pungkasnya. (her)