JA Teline V - шаблон joomla Форекс

OLAHRAGA
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Sebanyak 205 peserta dari 27 club, tujuh provinsi yang ada di Indonesia mengikuti kejuaran panahan dalam ruangan bertajuk, Bali Heroes Indoor Archery Open Championship 2018, di GOR Lila Bhuana, Denpasar, yang berlangsung selama empat hari, 1-4 Februari 2018.

Kejuaraan open yang diadakan Bali Heroes Archery Club berkerjasama dengan Perpani Bali tersebut, dibuka Ketua Umum KONI Bali yang diwakili Sekretaris Umum, Gusti Ngurah Oka Darmawan dengan melesatkan anak panah kearah balon, sebagai tanda kejuaraan indoor untuk yang pertama kali tersebut dibuka, Kamis (1/2/2018).

Oka Darmawan menyampaikan apresiasi terhadap turnamen panahan indoor untuk yang pertamakali tersebut. “Kegiatan ini sangat positif dan memang perlu kita dukung,” katanya setelah meresmikan kejuaraan tersebut.

Menurutnya, perkembangan olahraga panahan di Bali sangat luar biasa. Dimana rangking Perpani Bali sudah mampu bertengger di tujuh besar nasional dari hasil pertandingan kemarin dalam Kejurnas di Banda Aceh.
Pihaknya pun yakin, Perpani Bali akan berkembang dengan pesat. Pasalnya, olahraga panahan ini sering membuat ataupun mengikuti turnamen. “Apalagi orangtua dari atlet itu sendiri, selalu mendukung penuh dalam setiap kejuaraan,” ujarnya seraya mengapresiasi para sponspor yang begitu banyak dalam event ini.

Sedangkan, Ketua Umum Pengprov Perpani Bali, IGM Wisnu Mataram mengatakan, Perpani Bali saat ini berkosentrasi penuh untuk persiapan dalam rangka menghadapi PON Papua Tahun 2020 medatang dengan mengadakan event-event, bahkan hamper setiap bulan. “Jadi saya harapkan masing-masing club yang ada di Bali mengadakan event setiap bulan,” ungkapnya.

Pihaknya menargetkan tiga medali emas untuk atlet panahan pada PON ke XX tersebut, termasuk meningkatkan rangking, dari tujuh besar menjadi delapan besar di Indonesia. “Dan kejuaraan terdekat yang akan kita ikuti, Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) yang direncanakan di Kalimantan, kira-kira bulan September. Dan kita targetkan dua emas,” harapannya.

Sementara, Ketua Panitia Zulpadly Syam menambahkan, format dalam pertandingan panahan mengacu pada standar internasional untuk kejuaraan panahan ruang tertutup. Yakni dengan jarak 18 meter dengan sasaran panah 20 cm. “Inilah yang menjadi kredit point bahwa Bali bisa menggelar kejuaraan panahan indoor dengan format standar internasional,” ungkapnya.

Hasil dari pertandingan tersebut, tambahnya, akan diserahkan ke Perpani untuk dilakukan pembinaan. “Ini merupakan batu lonjatan mereka agar lebih intens dalam latihannya. Dimana dalam kejuaraan panahan tertutup, terletak pada mental atlet itu sendiri,” ujarnya.

Sangat jauh berbeda dengan turnamen di outdoor.  Dimana tekanan penonton lebih terasa longgar di kejuaraan outdoor. “Kalau di ruang tertutup atau di dalam gedung, suara penonton terdengar langsung. Karena panahan tidak seperti main bola. Tetapi penuh kosentrasi,” jelasnya.

Adapun peserta dari tujuh provinsi yang mengikuti kejuaraan ini, yakni Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jatim, NTB, NTT, dan Bali sendiri. “Yang terbanyak mengirim peserta selain Bali, yakni dari Mataram/Lombok, kemudian yang lain hamper merata,” tutupnya. (alt)