Pemain yang Gagal Bersinar di Liga Inggris tapi Sukses di Klub Lain

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id Liga Inggris dikenal sebagai salah satu kompetisi sepak bola paling ketat dan sulit di dunia. Banyak pemain dengan reputasi besar mengalami kesulitan beradaptasi dan akhirnya gagal bersinar dalam liga ini, meskipun mereka kemudian sukses ketika pindah ke klub lain di negara berbeda.

Salah satu contoh paling terkenal adalah Gerard Pique. Bek legendaris Barcelona ini sempat bermain untuk Manchester United, namun meninggalkan klub tersebut pada usia 21 tahun karena dianggap sulit beradaptasi dengan gaya permainan Inggris. Setelah kembali ke Barcelona, Pique meraih berbagai gelar bergengsi dan mendapat predikat bek terbaik dunia.

Mohamed Salah juga mengalami hal serupa saat berada di Chelsea. Ia hanya bermain enam kali dalam Liga Inggris sebelum dipinjamkan ke Fiorentina. Manajer Jose Mourinho menilai Salah belum siap secara fisik dan mental saat itu. Namun setelah pindah ke klub Italia dan kemudian Liverpool, Salah menunjukkan performa luar biasa dengan mencetak 44 gol di musim pertamanya.

Memphis Depay yang bergabung dengan Manchester United pada 2015 juga gagal tampil maksimal. Setelah pergantian pelatih dan minimnya kesempatan bermain, Depay dijual ke Lyon. Di sana, performanya meningkat drastis sehingga ia mampu melanjutkan karier di Barcelona dan menjadi pemain penting.

Diego Forlan, striker asal Uruguay, sempat berkontribusi di Manchester United tetapi baru benar-benar bersinar setelah pindah ke Villarreal dan Atletico Madrid. Ia memenangkan Sepatu Emas Eropa dan menjadi pemain terbaik di Piala Dunia 2010.

Juan Cuadrado juga tidak mendapatkan kesempatan bermain di Chelsea dan memilih hijrah ke Juventus. Di Italia, Cuadrado meraih banyak gelar, termasuk dua gelar Serie A dan Coppa Italia, serta membantu tim mencapai final Liga Champions.

Angel Di Maria didatangkan Manchester United dengan biaya besar, namun masalah cedera dan kondisi pribadinya membuat transisi sulit. Meski demikian, Di Maria menunjukkan kualitasnya saat bermain untuk PSG.

Radamel Falcao, striker mematikan, sempat mengalami cedera berat yang menghambat kariernya di Liga Inggris saat dipinjamkan ke Manchester United dan Chelsea. Setelah kembali ke Prancis, Falcao berhasil menemukan performa terbaiknya kembali.

Fenomena ini menunjukkan bahwa menaklukkan Liga Inggris bukan hal mudah dan memerlukan proses adaptasi yang tidak singkat. Banyak pemain yang gagal bersinar di Inggris justru menemukan kesuksesan di kompetisi lain, membuktikan kompleksitas dan tantangan tinggi dalam kompetisi tertinggi sepak bola Inggris.

Informasi ini dikutip dari Bola.

Editors Team
Daisy Floren