JA Teline V - шаблон joomla Форекс

PENDIDIKAN
Typography
DENPASAR - fajarbali.com | Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Ngurah Rai (FEB UNR) Denpasar menggelar International Conference on Sustainability, Innovation and Technology (ICOSBIT) 2020 secara semi daring di Auditorium UNR Denpasar, Sabtu (5/9/2020). ICOSBIT 2020 mengusung tema ‘5.0 Era: The Challenge of Bussinesses on Sustaining in The Midst of Technology Explosions’.


Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Ngurah Rai (UNR), Dr. Ade Maharini Adiandari, S.Sos, MM menyampaikan ICOSBIT 2020 ini merupakan konferensi kedua yang dilaksanakan.
Lanjut Ade, kegiatan ini merupakan acara rutin dan harapannya kedepan juga akan terus berlanjut.

Dalam konferensi ini dipresentasikan hasil-hasil penelitian dari beberapa akademisi yang sudah banyak dilakukan tetapi belum sempat ter-publish. Maka melalui ajang konferensi internasional ini diharapkan hasil penelitian itu bisa dipublikasikan di tempat-tempat yang kemungkinan banyak dilihat oleh peneliti lainnya. Seperti dalam jurnal internasional yang bereputasi dan jurnal nasional terakreditasi.

Adapun output dari konferensi ini adalah dalam bentuk jurnal internasional bereputasi terindeks scopus. Ade menyebut jumlah peserta yang mengikuti ICOSBIT 2020 berjumlah 45 orang. Tema yang diambil juga berkaitan dengan inovasi dan teknologi karena sekarang yang diperlukan dalam menghadapi pandemi supaya bisa bertahan adalah inovasi-inovasi dengan memasukkan unsur teknologi. Karena itu keduanya dirasa penting untuk dikuasai.

Tujuan ICOSBIT adalah untuk melihat masukan-masukan dari para akademisi sehingga jika sudah selesai dan dipublikasikan, diharapkan bisa dibaca banyak orang.

“Hasil penelitian ini juga nanti bisa diplikasikan di berbagai macam sector, seperti perusahaan, industry, pemerintah untuk mengelola kebijakannya,” kata Ade.

Disisi lain, dampak dari pandemi juga menimbulkan resesi ekonomi. Resesi ini telah berdampak pada semua sector.
Ia mencontohkan saat terjadi krisis di Indonesia tahun 1998 dulu yang masih bisa bertahan adalah UMKM-UMKM yang levelnya menengah ke bawah, tetapi sekarang kena dampaknya di semua lapisan.

Namun, dirinya juga mengapresiasi langkah pemerintah untuk memberikan bantuan-bantuan dalam bentuk insentif di bidang pendidikan, kesehatan, UMKM dan tenaga kerja.

“Yang bisa kita lakukan sekarang adalah sama-sama berjuang baik dari lapisan atas hingga bawah, untuk berkolaborasi,” ucapnya
Masyarakat bawah juga diharapkan untuk rajin mencari informasi, seperti beberapa waktu lalu Pemerintah menyalurkan BLT Rp 600 ribu per bulan untuk UMKM.

Selain itu, masyarakat harus melakukan pengelolaan keuangan personal yang baik.
“Dalam kondisi normal, Kita harus menyediakan dana darurat 3 hingga 6 bulan dari penghasilan kita. Maka saat terjadi resesi seperti sekarang, kalau dari dulu itu dilakukan maka setidaknya selama 6 bulan pandemi ini keuangan kita bisa aman,” jelasnya.

Dan Masukan kepada Pemerintah agar sosialisasi yang dilakukan harus menyentuh lapisan masyarakat bawah. Sejumlah pemateri sangat concern melihat dampak pandemi terhadap sustainability bisnis di Indonesia dan dunia di masa pendemi.

“Kita sudah tahu beberapa negara sudah mengalami resesi akibat pandemi Covid-19 ini. Untuk itu kita dalam bidang akademik melihat perspektifnya bagaimana kelangsungan bisnis di semua sektor selama adanya pandemi ini,” tandasnya.

Rektor UNR Dr. Ni Putu Tirka Widanti, SS., MBA., MM., M.Hum mengatakan ICOSBIT 2020 ini sejak awal rencananya dilaksanakan dengan tatap muka, bukan melalui virtual. Namun karena dunia sedang dilanda pandemi Covid-19, maka pesertanya pun ada yang mengikuti konferensi baik secara online maupun offline (bagi peserta yang berasal dari Bali).

Tirka menyebut peserta konferensi berasal dari beberapa negara, seperti Malaysia, Swedia, Jerman, Australia, India dan Thailand. Menurutnya dalam pandemi ini yang menjadi prioritas adalah kesehatan, namun disisi lain ekonomi masyarakat juga harus tetap bergerak untuk menghindari adanya krisis ekonomi.

"Saat ini ada pandemi Covid-19, bagaimana kita berupaya mencegah dan menjauhinya. Disisi lain perekonomian juga harus jalan terus. Kita menggunakan masker dan face shield tidak hanya untuk melindungi diri sendiri tetapi juga orang lain di sekitar kita,” ujarnya

Berkaitan dengan diselenggarakannya konferensi ini, Tirka juga menyampaikan setiap hari Sabtu, civitas UNR berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris. “Jangan malu-malu, jangan ragu, jangan takut. Disini biar nyambung atau tidak, yang terpenting ada keberanian. Dimulai dari hal-hal kecil. Harapannya bisa dilaksanakan bertepatan dengan momentum diselenggarakannya konferensi internasional ini,” tambahnya.

Dalam ICOSBIT 2020 ini menghadirkan keynote speaker Prof.Dr.Abdul Talib Bin Bon dari Universiti Tun Hussein Onn Malaysia, menyampaikan materi dengan judul ‘The Impact of Research and Knowledge
Dr.Ayu Okvitawanli dari Universitas Ngurah Rai, dengan judul ‘The Shift of Power from Labor to Technological Advances’ dan Dr.Mike Farjam dari Linnaeus University, Swedia, dengan judul ‘Role of Al in the Sustainability of Finance Industry’

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah VIII Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa dalam sambutannya mengatakan pesatnya perkembangan ekonomi, bisnis dan social yang disebabkan oleh munculnya teknologi digital, telah mengubah struktur ekonomi, bisnis dan tatanan kehidupan konvensional.
Kondisi ini melahirkan society 5.0 yang hadir bersamaan dengan era revolusi industry 4.0 yang berpusat pada informasi dan data digital.

“Society 5.0 merupakan periode yang berpusat pada manusia dalam penyeimbangan kemajuan ekonomi dan memecahkan masalah social melalui integrase ruang maya dan ruang fisik,” terang Dasi yang dibacakan oleh Kepala Bidang Kelembagaan LLDikti Wilayah VIII I Made Gunawan.

Sehingga, melalui society 5.0 ini, kecerdasan buatan akan mengubah data besar di semua lapisan masyarakat dan internet of things akan menjadi kebijakan baru, yang akan didedikasikan untuk meningkatkan kemampuan dan membuka peluang bagi umat manusia, sekalipun dalam suasana pandemi Covid-19 ini. (Gde)