JA Teline V - шаблон joomla Форекс

PENDIDIKAN
Typography
DENPASAR - fajarbali.com | Wisuda Sarjana ke-XXXVIII dan Pascasarjana ke-XI Universitas Ngurah Rai (UNR) Denpasar, 2020 diikuti 565 lulusan, berlangsung semi virtual, Sabtu (3/10/2020) dengan titik pusat di Auditorium Kampus setempat. Menariknya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI I Gusti Ayu Bintang Darmawati berkesempatan menyampaikan orasi ilmiah, secara virtual.



Bintang mengakui, UNR telah banyak mencetak tokoh-tokoh bangsa mulai dari kepala daerah, legislator, birokrat hingga wirausaha, termasuk dirinya dan suaminya sendiri, I Gusti Ngurah Gde Puspayoga, mantan Menteri Koperasi dan UMKM Kabinet Indonesia Kerja. "Saya berterima kasih kepada UNR karena turut meluluskan saya. Saya alumni UNR," kata Bintang sebelum memulai orasi ilmiah berjudul "Kesetaraan Gender untuk Peningkatan Kualitas Perempuan dan Anak di Masa Depan".

Bintang berpesan, wisuda adalah momentum akhir masa studi, namun menjadi awal memulai sesuatu yang berguna untuk bangsa dan negara. Gelar yang menampel di belakang nama wisudawan merupakan penanda agar alumnus UNR ingat pada tanggung jawab mereka bagi masyarakat.

Rektor UNR Dr. Tirka Widanti, SS., M.Hum., dalam laporannya memohon permakluman karena untuk kali pertama UNR menggelar wisuda secara virtual, yang hanya diwakili secara langsung oleh sejumlah perwakilan mahasiswa lulusan terbaik dari masing-masing program studi. Hal ini tidak lepas dari wabah Covid-19. Wisuda virtual juga bentuk dukungan UNR terhadap kebijakan pemerintah dalam menekan penyebaran Covid-19.

Tirka merinci, wisudawan/i tahun ini dari Fakultas Teknik 27 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 229, Fakultas Hukum 150 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik 106 dan Program Pascasarjana (MIH dan MAP) 144. Jadi selama 41 berdiri, UNR telah menelurkan alumni sebanyak 8. 848 orang. Berdasarkan riset alumnus, kata lanjut Tirka, hampir 100 persen lulusan UNR telah terserap di dunia kerja, baik sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan swasta.

Catatatan prestasi lain, masih menurut Tirka, UNR bercokol di peringkat tiga perguruan tinggi terbaik di Bali. Jumlah dosen berkualifikasi doktor makin meningkat, diikuti dengan sarana prasarana memadai serta kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi. "Kalau dilihat dari sisi usia lulusan, UNR sudah mulai digandrungi kaum milenial, buktinya banyak lulusan yang berusia 21-25 tahun yang diwisuda kemarin," jelas

Lebih lanjut, Tirka mengapresiasi peran pemerintah pusat melalui L2DIKTI Wilayah VIII berupa bantuan Bidikmisi. Kuota Bidikmisi yang diterima UNR dari tahun 2017-2020 sebanyak 44 orang, sementara untuk tahun 2020 ini saja masih diproses sejumlah 50 orang.

Sementara bantuan dari Dinas Pendidikan Provinsi Bali melalui program Bantuan Sosial Tunai Perguruan Tinggi (BST-PT) tahun 2020 yang besarnya Rp1.500.000,00/mahasiswa UNR mendapat sebanyak 229 mahasiswa. Sedangkan Uang Kuliah Tunggal (UKT) program dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun 2020 sebesar Rp. 2.400.000/mahasiswa, UNR mendapat alokasi sebanyak 81 mahasiswa.

Ketua Yayasan Jagadhita Denpasar Dr. Drs. Anak Agung Gede Raka, M.Si., mengatakan, perjalanan waktu selama empat dasarwarsa lebih telah mengantarkan UNR pada kondisi dan posisi seperti sekarang ini. Memasuki usia ke 41 tahun adalah merupakan proses pemantapan, pendewasaan dan kemandirian bagi Perguruan Tinggi.

"Perlu kita sadari bahwa tantangan Perguruan Tinggi ke depan makin berat di era digital ini. Dari segi kebijakan, pemerintah terus meningkatkan standar pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, Dari sisi persaingan, kompetisi antar Perguruan Tinggi makin ketat karena masing-masing Perguruan Tinggi terus melakukan inovasi-inovasi," kata AA Raka.

Tantangan terakhir karena perubahan sosial masyarakat terutama akibat perkembangan teknologi dan informasi yang begitu cepat menuntut kejelian menangkap peluang. Semua tantangan tersebut menuntut seluruh Civitas Akademika. Selanjutnya, ia berpesan kepada wisudawan agar tidak melupakan almamater. (Gde)