JA Teline V - шаблон joomla Форекс

PENDIDIKAN
Typography

GIANYAR-fajarbali.com | Yayasan Janahita Mandala Ubud meluncurkan buku berjudul Sarasastra: Pusparagam Pemikiran Kebudayaan Bali pada Sabtu (26/12) lalu di Royal Pitamaha Ubud. Peluncuran buku dihadiri Penglingsir Puri Agung Ubud, Koordinator Staf Khusus Presiden A. A Ngurah Ari Dwipayana, Perwakilan Pemerintah Provinsi Bali, Camat dan Bendesa Adat Ubud, serta para penulis buku.

Buku ini adalah kumpulan makalah yang disajikan oleh para narasumber dalam Rembug Sastra Ubud Royal Weekend yang sudah dilaksanakan selama setahun. 

Dalam laporannya, Ketua Yayasan Janahita Mandala Ubud Tjokorda Gde Agung Ichiro Sukawati menjelaskan bahwa kegiatan rembug sastra merupakan salah satu bentuk kegiatan pemajuan dan penguatan Kebudayaan Bali. Selain rembug sastra, ada beberapa kegiatan lain seperti Redite Masatua, dan BISA (Bincang Santai). 

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara berkala setiap dua minggu sekali di Musuem Puri Lukisan Ubud di bawah naungan platform URWMedia (Ubud Royal Weekend Media). 

"Kedepan di tahun 2021, Kami berkomitmen menghadirkan kembali ketiga segmen acara tersebut serta mengkombinasikannya dengan berbagai upaya-upaya sejenis lainnya dibidang pelestarian dan pemajuan Kebudayaan Bali.  Tentu rencana tersebut tidak akan ada artinya, jika tanpa dibarengi dukungan semua pihak utamanya: Pemerintah, Swasta, dan masyarakat Ubud secara keseluruhan," paparnya. 

Tjok Ichiro juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu jalannya pelaksanaan URWMedia 2020, utamanya para media partners dan para narasumber yang telah meluangkan waktu, ide, dan gagasannya baik lisan maupun tulisan. "Semoga hubungan baik dan kerjasama ini dapat selalu terjalin di masa yang akan datang. Khusus bagi Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Gianyar, Prajuru Desa Adat dan Pengurus Yowana se-wewidangan Ubud, tak lupa Kami haturkan Buku “Sarasastra” yang berisi kumpulan sari-sari pemikiran Kebudayaan Bali yang telah hadir selama acara URWMedia Tahun 2020 di Museum Puri Lukisan Ubud. Semoga ulasan dan pandangan kritis para penulis tersebut dapat menginspirasi Kita semua, terlebih mengisi ruang kosong yang sebelumnya belum menghiasi jalan pikiran Kita tentang nilai-nilai Kebudayaan Bali," tutupnya. (gde)