JA Teline V - шаблон joomla Форекс

PENDIDIKAN
Typography
DENPASAR - fajarbali.com | Awal tahun baru 2021 pihak kepolisian Republik Indonesia serta Polisi Malaysia atau Polis Diraja Malaysia (PDRM) bertindak cepat dan professional dengan berhasil mengungkap dan menangkap pelaku pembuat dan pemilik akun Channel ASEAN yang merubah lirik lagu Bangsa Indonesia menjadi sebuah parodi yang tidak sehat.



Akibat video yang di upload dan sudah tersebar di dunia maya dan di Indonesia dimana hal ini membuat warga negara Indonesia seketika marah dan meluapkan emosi mereka di dunia maya akibat ulah yang memprovokasi tersebut.

Kepolisian Republik Indonesia telah berhasil menangkap yang diduga pemilik akun Channel ASEAN tersebut di daerah Cianjur dengan inisial MDF. Kepolisian masih mendalami permasalahan ini dengan berkordinasi dengan PDRM yang berada di Malaysia sebab terindikasi bahwa terdapat pelaku yang telah di amankan di daerah Sabah Malaysia dengan inisial NJ yang diduga berteman dan kenal dengan MDF. Kedua pelaku yang membuat dan mengupload video ke akun youtube tersebut masih kewarganegaraan Indonesia.

Kasus ini telah menemukan titik terang dan kejelasan dimana pihak kepolisian Republik Indoensia dan Polisi Malaysia dengan baik telah menangkap pelakunya, di awal kasus ini muncul banyak melahirkan spekulasi-spekulasi yang dapat memicu hubungan diplomatik kedua negara memanasi kembali.

Jika kita melihat kebelakang sejarah hubungan diplomatik Indonesia dan Malaysia bisa di ibaratkan sebagai roler coster, pada zaman pemerintahan Presiden Soekarno kita sempat dilanda permasalahan dengan Malaysia dan muncul pernyataan yang dikeluarkan oleh Presiden pertama Indonesia yaitu Ganyang Malaysia, kemudian kasus pulau sipadan dan ligitan yang berakhir di Mahkamah Internasional, bahkan masih ingat dibenak kita pada saat bendera Indonesia tercetak terbalik dalam buklet resmi Sea Games 2017 silam.

Tentu masih banyak permasalahan yang melanda kedua negara serumpun tersebut, akan tetapi yang paling penting ialah berapa kalipun dan seberapa banyak pun masalah yang dihadapi oleh Indonesia dan Malaysia kedua negara dapat menyelesaikan dengan baik dan selalu dapat menjadi hubungan diplomatik dengan baik kembali karena sejatinya kedua negara tidak akan bisa dipisahkan satu sama lain sebab kedua negara saling membutuhkan satu dengan yang lainnya inilah esensi yang tertuang di dalam Konvensi Wina 1961 tentang hubungan diplomatik yaitu mutual consent.

Kecurigaan warga negara Indonesia terhadap Malaysia di dalam kasus parodi lagu kebangsaai Indonesia telah terjawab sudah dimana pihak yang berwenang telah berhasil menangkap para pelakunya dan ini telah diapresiasi oleh Pemerintah Indonesia. Jika pelaku penyebar video tersebut belum terungkap bisa disinyalir dapat memicu permusahan yang berkelanjutan dan dampaknya sangat buruk. Akan tetapi pelakunya telah tertangkap dan selanjutnya pihak berwenang untuk segera memproses kasus ini sesuai dengan hukum yang berlaku dan supaya publik mengetahui apa motif dibalik pembuatan video tersebut dimana para pelaku masih berkewarganegaraan Indonesia.(gde).