JA Teline V - шаблон joomla Форекс

PENDIDIKAN
Typography

SINGARAJA - fajarbali.com | “Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama”. Anekdot tersebut tidak berlebihan disematkan kepada sosok Prof. Dr. IGN Gorda (alm). Bagi orang yang mengenalnya dengan baik, Prof. Gorda bukan saja sekedar tokoh pendidikan, tetapi pahlawan pendidikan.



Raganya memang tiada hampir 14 tahun lalu. Namun namanya abadi, terpatri dalam karya-karyanya yang ditulis berdasarkan ‘sesana manut laksana’. Sejarah telah mencatat bahwa Prof. Gorda adalah sosok yang berkontribusi mencerdaskan kehidupan bangsa dengan caranya sendiri pada zamannya.


Jika dirinci secara detail bentuk-bentuk perjuangan almarhum dalam dunia pendidikan, tentu membutuhkan waktu dan halaman kertas yang sangat tebal. Salah satu yang menarik untuk diuraikan sesuai momentum kekinian yakni perjuangannya menggratiskan biaya pendidikan tinggi bagi umat Hindu yang kurang mampu dari seluruh pelosok Nusantara.


Untuk mewujudkan cita-cita tulusnya itu, pada 1 Maret 1996, Prof. Gorda mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Satya Dharma Singaraja di Buleleng. Perguruan tinggi swasta ini berada di bawah naungan Yayasan Ratyni Gorda Singaraja. Senin (1/3/2021) kemarin, STIE Satya Dharma tepat berumur seperempat abad atau lazim disebut Jubileum Perak.


Sejak awal berdiri, perguruan tinggi yang terletak di Jalan Yudistira No 11, Kendran, Singaraja ini telah menggratiskan biaya pendidikan dan biaya hidup sampai lulus Sarjana Manajemen atau Diploma III Akuntasi bagi umat Hindu se-Nusantara yang memang kurang mampu. “Itu sudah menjadi komitmen almarhum sejak mendirikan lembaga ini. Bagi yang kuliah gratis, akan ditampung di pasraman yang telah disediakan,” kata Ketua Panitia Jubileum Perak Satya Dharma Dr. I Gusti Made Dharma Hartawan, SE., MM., dikonfirmasi dari Denpasar, Senin (1/3/2021).


Dharma Hartawan menjelaskan, meski digelar secara online dan offline dengan penerapan protokol kesehatan ketat, HUT Perak STIE Satya Dharma sangat spesial karena dirangkai dengan peluncuran buku “Bunga Rampai Kerja Berdasarkan Dharma dalam Pandangan Rekan Kerja Prof. Godra”. Buku ini tergolong karya kolosal karena melibatkan 47 penulis mulai dari unsur Yayasan, Dosen dan Pegawai STIE Satya Dharma. Dua agenda lain yang merangkai kegiatan kemarin adalah webinar yang diikuti 500 orang lebih serta lomba kreativitas mahasiswa dan Tiktok.


Peluncuran buku tersebut, lanjut dia, bertujuan menghidupkan Kembali spirit-spirit buah pikir almarhum sebagai landasan berpijak bagi seluruh Civitas Akademika STIE Satya Dharma. “18 tahun silam, ada pemikiran mendasar yang ditoreh almarhum sehingga menukik dari makna hidup dan kehidupan dalam bukunya “Membudayakan Kerja Berdasarkan Dharma”. Tampaknya pemikiran beliau masih relevan dengan situasi kekinian, sehingga tema yang kami usung dalam Jubileum Perak ini adalah Kerja Sehat dan Sehati,” katanya.


Ketua STIE Satya Dharma Singaraja Dr. Ni Nyoman Juli Nuryani, SE., MM., menjelaskan STIE Satya Dharma bertujuan membantu meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat luas sesuai cita-cita pendiri. Saat ini, kata dia, institusi yang dipimpinnya mendidik hamper 700 mahasiswa. Dan para lulusannya telah tersebar ke seluruh penjuru negeri.


Berangkat dari inspirasi Prof. Gorda, Juli Nuryani mengaku berupaya meningkatkan kualitas pelayanan secara menyeluruh, mulai dari fisik dan sumber daya manusia. “Tantangan ke depan tentu semakin berat. Tapi kita semua tetap optimis, spirit yang diwariskan almarhum menjadi pelecut semangat kita,” katanya.


Kegiatan seremoni ditutup oleh “Sekapur Sirih” oleh pendiri yayasan yang diwakili oleh Dr. AA Ayu Ngurah Tini Rusmini Gorda, SH., MM., MH., dengan lantunan sajak; “Dalam waktu selama kita bersama. Dalam setiap cerita yang terangkai. Dalam kasih yang tak pernah lekang oleh waktu. Terima kasih untuk cinta yang telah engkau patri untuk kami dan dunia. Mencintaimu dengan sederhana kujalankan dharma dalam menerbangkan ide besarmu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa”.

“Ku semangati diri dengan kerja sehat dan sehati dalam menggerakkan semua komptensi diri. Ku buka sinergi dan kolaborasi untuk menunjukkan betapa bernialainya STIE Satya Dharma dan pantas untuk bersama dalam visi dan misi lahirkan generais penerus bangsa. Mencitamu STIE Satya Dharma, cara terbaikku untuk berbakti,” pungkasnya.(Gde).