JA Teline V - шаблон joomla Форекс

PENDIDIKAN
Typography
SEMARAPURA-fajarbali.com | Sebanyak 2.875 siswa kelas VI di Kabupaten Klungkung mengikuti Ujian Sekolah (US) pada Senin (3/5/2021). Namun, karena digelar di masa pandemi Covid-19, teknis pelaksanaan US inipun berbeda-beda. Ada sekolah yang menerapkan sistem daring, dan ada pula yang memilih melaksanakan ujian dengan cara luring. Khususnya sekolah-sekolah di Kecamatan Nusa Penida, karena terkendala jaringan internet, maka banyak sekolah yang memilih ujian dengan cara luring tatap muka.



Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan Kabupaten Klungkung, Made Ardana menjelaskan, Disdik memberikan kewenangan kepada sekolah untuk menentukan sistem US yang akan ditempuh. Selain daring, sekolah juga boleh melakukan ujian tatap muka. Dengan catatan, semua guru sudah memperoleh vaksin Covid-19 dua kali. Di samping itu, siswa yang hadir hanya peserta ujian saja (kelas VI) dan juga wajib taat menerapkan protokol kesehatan.

"Tidak semua sekolah ujian via online, kalau tidak ada internt bisa laknasakan luring atau tatap muka. Tapi guru-guru harus sudah divaksinasi dua kali dan mereka di sekolah tetap jalankan SOP protokol kesehatan," ujarnya mendampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klungkung, Ketut Sujana.

Baca Juga :
Setelah 13 Tahun, Kolam Lila Arsana Akhirnya Dikuras
Vaksinasi Serentak Segera Sasar Tujuh Desa Yang Ada Obyek Wisata


Nah, berdasarkan pantauan di hari pertama US, Disdik mencatat dari 136 SD yang ada di Kabupaten Klungkung, sekitar 62 sekolah menerapkan ujian tatap muka. Utamanya sekolah-sekolah yang berada di Kecamatan Nusa Penida. Mengingat keterbatasan jaringan internet, sehingga pihak sekolah memutuskan untuk menerapkan sistem luring. Di samping juga guru-gurunya sudah mendapat vaksin Covid-19 sebanyak dua kali.

"Karena masalah jaringan dan juga dan sesuai SKB 4 menteri yang menerangkan bisa dilakukan tatap muka terbatas asal guru-guru sudah divaksin dua kali," ujarnya seraya mengatakan ada satu sekolah yakni SDN 8 Sakti, Nusa Penida yang tidak melaksanakan US karena tidak memiliki siswa di jenjang kelas VI.

Sementara untuk di Klungkung daratan (Kecamatan Klungkung, Dawan, dan Banjarangkan), mayoritas sekolah meneralkan ujian sistem daring. Selain karena didukung oleh jaringan internet, ada juga beberapa sekolah yang memutuskan sistem daring lantaran ada beberapa orang gurunya belum divaksin. Misalnya karena memiliki penyakit penyerta sehingga vaksinasi tertunda.

Meski ada dua sistem US yang diterapkan, Ardana mengatakan US hari pertama sudah berjalan lancar. Tidak ada siswa yang tiba-tiba mengeluh sakit. Khusus yang menerapkan luring atau tatap muka, setelah ujian selesai, langsung dilakukan penyemprotan disinfektan.

"Sejauh ini laporan menunjukkan semua berjalan lancar dan sesuau laporan monitoring juga tidak ada persoalan. Kalau yang dari di Nusa Penida ada yang mengirim data pantauan lewat scree nshot melalui video call juga dan hasilnya semua bisa berjalan lancar," imbuhnya. (dia)