PENDIDIKAN
Typography
DENPASAR - fajarbali.com | 

Masyarakat Desa Antiga, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem boleh berbangga, sebab salah satu putra terbaikknya yang juga mantan Perbekel Desa Antiga (1993-2002) berhasil meraih gelar doktor setelah menamatkan studi di Program Doktor Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Udayana (Unud) belum lama ini.


Dalam disertasinya, Suriata yang hampir berusia 60 tahun menyajikan judul “Pengawasan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat Dalam Rangka Pemerataan Kesejahteraan Rakyat di Daerah”. Setelah melakukan penelitian, ia berharap pemerintah lebih rajin ‘blusukan’ dalam melakukan pengawasan yang tentunya melibatkan parsitipasi masyarakat.

Terlepas dari hal itu, yang perlu diteladani dari pemilik gelar akademik lengkap; Dr. Drs. I Nengah Suriata, SH., MH., ini adalah soal motivasinya dalam menempuh pendidikan tinggi di usia lanjut. Hal ini seolah menjadi cambuk generasi muda dalam meningkatkan kompetensi pendidikannya.

Perjalanan karir Suriata terbilang panjang di dunia kepemimpinan. Usai menunaikan tugas sebagai Perbekel Desa Antiga, ia tetap aktif di berbagai organisasi sosial di tanah kelahirannya mau pun di kota domisilinya, Denpasar. Pendidikan nampaknya menjadi hal utama baginya. Di sela kesibukannya, ia melanjutkan studi Magister Hukum di Program Pascasarjana Unud serta mengikuti Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) Lemhanas RI tahun 2016.

Pria kelahiran Antiga, 22 Juni 1962 ini aktif sebagai pengajar (dosen) di Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stispol) Wira Bhakti, Denpasar. Menariknya, ia mengaku tidak menemui kendala berarti selama menempuh pendidikan tinggi. Bahkan, ia bertekad sampai ke gelar guru besar atau professor sebagai tujuan terakhir setiap dosen di seluruh dunia.

“Saya relatif tidak menemui kendala selama menyelesaikan studi. Ini karena motivasi saya yang kuat, ingin membanggakan desa, serta alumni Lemhanas. Di usia senja ini, saya ingin total mengabdikan diri kepada masyarakat melalui jalur akademis. Pada prinsipnya, saya ingin menjadi orang yang berguna,” kata Suriata, di Denpasar, Selasa (11/1/2022).

Bapak dua anak ini tetap merasa haus ilmu meski telah memakan asam garam pengalaman hidup lebih dari setengah abad. Ia mengaku bakal memaksimalkan relasinya dengan dosen-dosen dari berbagai universitas di belahan dunia untuk mengembangkan karirnya meski fisiknya telah menua. (Gde).