JA Teline V - шаблон joomla Форекс

PENDIDIKAN
Typography

DENPASAR - fajarbali.com | Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) menggelar seminar nasional (Semnas) bertajuk “Digital Learning Merdeka Belajar Kampus Merdeka: Strategi dan Inovasi Pembelajaran”, bertempat di Auditorium Redha Gunawan secara daring dan luring.

Semnas ini melibatkan Universitas PGRI Madiun (UNIPMA), Jawa Timur dan Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Kalimantan Selatan. Sejumlah mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, UPMI telah mengikuti MBKM di kedua kampus tersebut karena sudah terjalin MoU sebelumnya. Demikian dikatakan Ketua Panitia Semnas Putu Diah Asrida, SE., M.Si., Ak., CA. di sela kegiatan.

“Jadi seminar nasional ini menandai berakhirnya MBKM semester ganjil tahun akademik 2021/2022,” kata Diah. Menurutnya, MBKM yang berbentuk pertukaran mahasiswa berlangsung secara daring karena situasi pandemi Covid-19. Padahal semestinya, mahasiswa terjun langsung untuk mendapatkan pengalaman belajar.

Oleh sebab itu, diperlukan motivasi agar para mahasiswa tidak dilanda kebosanan selama proses MBKM daring. Semnas ini diharapkan menjawab tantangan bahwa teknologi sangat penting mendukung pembelajaran. Dan, melalui daring pembelajaran tetap bisa dikemas semenarik mungkin. “Jangan pernah berhenti belajar karena alasan situasi,” kata Diah.

Diah menambahkan, kegiatan ini juga disinkronkan dengan empat program kegiatan yaitu penandatangan MoU bersama ULM, kegiatan lomba Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta tingkat nasional, lomba SMA dan SMK tingkat Provinsi Bali, serta kegiatan temu alumni.

Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan S.Sn., M.Fil.H., mengatakan, MBKM gagasan ‘Mas’ Nadiem, Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek Dikti) menuntut civitas akademika perguruan tinggi agar inovatif menggali potensi-potensi diri di luar disiplin ilmu.

Hal ini bertujuan lahirnya opsi lain di luar keahlian yang didapatkan di bangku kuliah. Itulah sebabnya, mahasiswa diberikan kebebasan mencicipi mata kuliah lain di luar prodinya. “Misalkan saja lulusan IKIP, kalau peluang menjadi guru tertutup, bisa ambil kerjaan lain sesuai soft skill yang digali saat MBKM,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Rektor UPMI Dr. I Made Suarta, SH., M.Hum., mengaku mendukung penuh kegiatan ini bahkan saat baru direncanakan. Baginya, kerja sama seluas-luasnya dengan perguruan tinggi lain sangat diperlukan UPMI yang notabene baru satu tahun berubah status dari IKIP PGRI Bali, sebelumnya.

“Bagi saya, acara hari ini ibarat sekali mendayung, dua, tiga pulau terlampaui. Artinya, ada seminar nasional dan MoU dengan Universitas PGRI Madiun dan Universitas Lambung Mangkurat,” jelas Suarta seraya membuka semnas secara resmi.

Adapun narasumber yang dihadirkan, yakni Prof. Dr. Suratno, M.Pd dari ULM, Dr. Sudarmiani, M.Pd dari UNIPMA, serta I Ketut Westra, S.Pd., M.Pd dari UPMI. (Gde)

BERITA TERKINI