JA Teline V - шаблон joomla Форекс

PENDIDIKAN
Typography

DENPASAR – fajarbali.com | Setelah sempat vakum karena Pandemi Covid-19, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) atau sebelumnya bernama IKIP PGRI Bali kembali menggeliatkan kompetisi olahraga guna menjaring bibit-bibit atlet muda yang diharapkan mengharumkan nama Bali di kancah nasional maupun internasional.

Kebangkitan kompetisi olahraga itu ditandai dengan dibukanya kejuaraan bola basket ‘Mahadewa 3X3 Competition’ di GOR Ngurah Rai Denpasar, Sabtu (14/5/2022) sore. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) ini sukses menjaring puluhan tim basket dengan kategori putra-putri U-19 dan U-23.

Tema yang diusung yakni “Tingkatkan Nilai-nilai Olympism”. Olympism adalah dasar fundamental dan filosofi kehidupan (paham/ajaran) yang mencerminkan dan mengombinasikan keseimbangan antara jasmani (badan yang sehat) dan rohani (kemauan, moral dan kecerdasan) serta mengharmonikan antara kehidupan keolahragaan, kebudayaan dan pendidikan.

Rektor UPMI Dr. Drs. I Made Suarta, SH., M.Hum., di sela membuka pertandingan menegaskan, soal urusan prestasi olahraga UPMI adalah rajanya. Ini bisa dibuktikan dari banyaknya atlet berpretasi jebolan IKIP PGRI Bali. Sekarang meski sudah ‘naik kelas’ menjadi universitas sejak dua tahun lalu, branding sebagai kampus pencetak guru dan atlet berprestasi tetap melekat di UPMI.

“Kita tidak pernah absen menyumbang atlet untuk kontingen Bali di PON, untuk Indonesia di Sea Games, Asean Games dan even besar lainnya. Dan, hebatnya lagi, atlet kami tidak pernah gagal membawa medali. Sekarang saja ada tiga orang dosen kami di luar negeri. Dua jadi pelatih nasional kabaddi di Abu Dhabi dan satu lagi juri Asean Games,” ungkap Suarta.

Rektor mendukung sepenuhnya kejuaran basket ini. Bahkan ia meminta kompetisi diselenggarakan secara rutin dengan kategori seluruh cabang olahraga mumpung situasi sedang mendukung dengan melandainya kasus penularan harian Covid-19.

“Kalau dulu sebelum pandemi, kita rutin menggelar even olahraga. Ke depan (basket dan cabang olahraga lain) bisa ditingkatkan menjadi Rektor Cup. Saya dukung,” tegasnya.

Selain mengasah sportivitas, menurut Suarta, pertandingan olahraga ini menjadi momentum memperkenalkan UPMI ke masyarakat luas, khususnya peserta dari kalangan SMA/SMK agar nama UMPI semakin ‘familiar’.

BASKET UPMI 2 14 5 2022Rektor Suarta melakukan shooting menandai dibukanya pertandingan.

Rektor Suarta pun berjanji bagi peserta kejuaran basket 3X3 Mahadewa 2022 yang kelak ingin melanjutkan pendidikan tinggi ke UPMI akan diberikan keringanan khusus lewat jalur pretasi, diberikan perhatian, pembinaan serta kesempatan menjadi kontingen tingkat daerah di ajang bergengsi agar tumbuh menjadi atlet kebanggaan Bali dan Indonesia.

“Pertandingan olahraga mampu memunculkan rasa tanggung jawab, sporitivitas yang berkaitan erat dengan pendidikan karakter. Selain itu manfaat bagi kesehatan juga dapat,” imbuh dia, sembari meminta ke depan peserta yang terjaring harus lebih maksimal dari seluruh Bali.

Lebih lanjut ia menyampaikan kabar gembira bahwa ke depan guru olahraga perempuan akan banyak dibutuhkan karena ada linieritas atara pelatih dengan altet. Misalnya altet renang perempuan akan dilatih pelatih perempuan juga. Jadi sangat tepat apabila UPMI dijadikan pilihan bagi generasi muda.

Ketua Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, FKIP UPMI Putu Citra Permana Dewi, M. Or., menambahkan, kejuaraan basket ini mempunyai tujuan jangka pendek dan jangka panjang. “Secara umum, kami ingin memasyarakatkan lagi olahraga basket, menjaring bibit muda, memfasilitasi potensi mereka dan tentunya memperkenalkan UMPI,” jelas Citra Permana Dewi.

Citra Permana Dewi mengaku akan menjalankan perintah rektor dengan mengintensifkan lagi kejuaraan olahraga. Setelah basket, pihaknya bakal menggarap kejuaraan voli pantai. Kejuaraan Basket 3X3 Mahadewa tahun ini sukses menarik perhatian puluhan tim sesuai kategori yang berasal dari SMA/SMK dan perguruan tinggi.

“Kami menitik-beratkan pada syarat umur. Jadi tidak sepenuhnya peserta dari SMA, ada juga perguruan tinggi asal umurnya tidak lebih dari 23 tahun,” jelasnya.

Selain rektor dan Ketua Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, pembukaan juga dihadiri Wakil Rektor II UPMI Drs. I Dewa Putu Juwana, M.Pd., Dekan FKIP UPMI Dr. Komang Indra Wirawan, S.Sn., M.Fil.H., Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali Drs. IGB Arthanegara, SH., M.Pd., pejabat terkait di lingkungan UPMI serta sejumlah mahasiswa. (Gde)

BERITA TERKINI