JA Teline V - шаблон joomla Форекс

PENDIDIKAN
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Sekolah Dwijendra yang terletak di Jalan Kamboja, Denpasar Timur bergejolak, Rabu (14/11/2018) siang. Ribuan murid dari SD SMP dan SMA serta guru sekolah berdemo menolak kedatangan pengurus baru dan Pembina Yayasan Dwijendra. Tragisnya, aksi penolakan itu diwarnai pelemparan batang tanaman dan botol kepada pengurus baru.

Aksi demo itu dilakukan ribuan murid dan guru sekolah di lapangan sekolah Dwijendra sekitar pukul 12.30 Wita. Tujuan aksi tersebut menolak kedatangan Pengurus Baru dan Pembina Yayasan Dwijendra. Dari informasi di lapangan Pembina dan Pengurus Baru Dwijendra yang ditolak itu adalah Ketua Pembina Ida Bagus Erwin Rana Wijaya.

Selain itu penolakan juga dilakukan terhadap empat Pembina Yayasan Dwijendra yakni DR. Ketut Karlota, I Nyoman Satia Negara, Made Bagus Dicky Arya Brahmantya dan I Nyoman Diana. “Pengurus baru lainnya yang ditolak yakni Ketua Yayasan Dwijendra Ketut Wirawan dan Bendahara Yayasan Dwijendra Sunu Waluyo,” bisik sumber dilapangan, Rabu (14/11).

Demo yang dilakukan para murid dan guru sekolah ini merupakan lanjutan  pertemuan yang berlangsung di Kantor Yayasan Dwijendra Jalan Kamboja No 17 Denpasar Rabu (14/11) sekitar pukul 14.00 Wita. Pertemuan antara pengurus baru dan pengurus lama tersebut untuk menyelesaikan permasalahan internal terkait dengan kepengurusan Yayasan Dwijendra.

“Persoalan internal di Yayasan Dwijendra sudah lama terjadi dan tidak pernah selesai. Bahkan kasusnya saling lapor di Polda Bali terkait kasus korupsi. Sehingga mereka mengadakan pertemuan agar tidak terjadi pelanggaran hukum hingga merusak reputasi yayasan dan tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar murid-murid sekolah,” ungkap sumber yang enggan disebut namanya itu.

Namun siapa sangka, sekitar pukul 12.30 Wita saat pertemuan berlangsung tiba-tiba saja sudah banyak murid berkumpul diluar gedung pertemuan. Ribuan murid dari mulai SD, SMP, SMA dan guru berteriak-teriak meminta agar pertemuan dibubarkan dan pengurus baru pergi dari sekolah tersebut.

Selain itu, para murid juga membawa spanduk bertuliskan penolakan pengurus baru dan Pembina yayasan. Isi spanduk itu yakni “Kami Menolak dengan tegas Dr Karlota dan Satya Negara memasuki areal Dwijendra.” “Mereka telah dilaporkan menilep uang yayasan.” “Dwi Jendra Jaya” “Hidup Osis Dwijendra.”  

Melihat situasi sudah tidak kondusif, pertemuan akhirnya dibubarkan dan para pengurus keluar dari ruang pertemuan. Siapa sangka, ribuan murid, Guru dan Staf Yayasan Dwi Jendra langsung menghadang pengurus baru.

Tak hanya menghadang, mereka mengamuk dengan melakukan pelemparan botol dan batang tanaman ke pengurus baru. Suasana kembali memanas, setelah para pengurus baru berlarian ketakutan keluar dari ruang pertemuan.

Menerima informasi sekolah Dwijendra rusuh, Sat Sabhara Polsek Dentim dan Sat Intelkam Polresta Denpasar, mendatangi sekolah sekitar pukul 13.30 Wita. Polisi secepatnya mengevakuasi Pengurus Baru keluar dari sekolah tersebut. Sekitar pukul 14.00 Wita, polisi membubarkan aksi demo.

Kapolsek Dentim AKP Made Karang Adiputra membenarkan aksi demo ribuan murid dan guru sekolah Dwijendra. Ribuan murid berdemo menolak kedatangan pengurus baru sekolah Dwijendra.

Namun berkat kesiagapan aparat kepolisian, aksi demo itu berhasil dibubarkan dan pengurus lama sudah dievakuasi dari sekolah tersebut. “Situasi sekolah Dwijendra saat ini sudah aman dan terkendali,” ujarnya didampingi Kanitreskrim Iptu Aryo Seno Wiboko, Rabu (14/11). (hen)