JA Teline V - шаблон joomla Форекс

PENDIDIKAN
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | DENPASAR- Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Bali merayakan momentum Hari Guru, Minggu (25/11/2018) dengan istimewa. Selama tiga hari mulai Jumat (23/11) lalu, IGI Bali menggelar talkshow, workshop, dan seminar.

Talkshow 3 in 1 yang dirangkai dengan hari jadi IGI Bali ke-9 semakin memikat karena didesain sebagai wadah tukar ilmu antar sesama tenaga pendidik. Talkshow antara lain menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali, DPRD Kota Denpasar, Ketua IGI Wilayah Bali, dan Penerima Anugerah Pendidikan Indonesia.

Dalam workshop yang digelar Zulfah Magdalena (Founder Sagusateg) berbicara tentang cara membuat teknologi tepat guna; Made Mahendra Eka Purusa (Founder Saguspeda) mengulas pembuatan komik pembelajaran; dan Ni Putu Trisna Sulistyan (anggota ROSSI Bali) mengajak peserta membuat video animasi pembelajaran. Seminar pendidikan menghadirkan Dr. Ahmad Rijali, pendiri IGI sekaligus Founder Gernas Tastaka.

Ketua IGI Wilayah Bali, I Wayan Suwirya mengatakan talkshow 3 in 1 digelar untuk membantu pemerintah mewujudkan para insan pendidik profesional. “Memiliki sikap dan kepribadian menjadi prioritas. Kemudian skills atau profesionalisme dan aspek pedagogi agar bisa mengajar dengan cara menyenangkan. Plus up to date sesuai tuntutan zaman,” ucapnya. Suwirya menyebut talkshow mengangkat tema “Melalui Hari Guru Nasional Kita Transformasi Diri Menjadi Guru yang Terampil dan Berkarakter Menyambut Era Pendidikan 4.0”.

IGI Wilayah Bali ungkap Suwirya hadir sebagai wadah atau media penggalian jati diri guru. Masalah “kekurangan” yang masih menyelimuti dunia pendidikan Indonesia, khususnya di Bali dipandang sebagai tantangan yang harus dihadapi. “Semua dampaknya positif bagi kita apapun itu fenomenanya,” ujarnya sembari menyebut jumlah guru yang mau berbagi untuk meningkatkan kompetensi diri dan bergabung di IGI Bali baru berjumlah 300 orang.

Sekretaris Wilayah IGI Bali, Margiyanto, M.Pd.I menambahkan talkshow 3 in 1 menitikberatkan pada kompetensi guru. Menurut survei Kemendikbud ungkapnya ada beberapa problem yang harus dievaluasi oleh para guru di Pulau Dewata. Melalui momentum Hari Guru, Minggu (35/11) inilah segala kendala tersebut dipecahkan bersama-sama. “Talkshow ini digelar untuk memberi stimulus atau rangsangan peningkatan kompetensi guru,”ungkap guru Sekolah Taman Rama tersebut. Ke depan, Margiyanto berharap kehadiran organisasi profesi guru menjadi media sharing antar sesama pendidik demi masa depan anak bangsa. (gde)