JA Teline V - шаблон joomla Форекс

PENDIDIKAN
Typography

MANGUPURA-fajarbali.com | Rotary Club of Bali Taman bekerjasama dengan Google Business Group WomenWill mengelar seminar leadership bertema Be the Inspiration, di Ke(m)bali Innovation Hub, Kuta, Sabtu (9/2/2019).

Seminar yang diikuti oleh 200 peserta wanita tersebut, menghadirkan tiga narasumber, yaitu Entrepreneur and Philanthropist, Makiko Iskandar, Co Founder Kumpul Coworking, Faye Alund, dan Co Founder Think.Web, Anantya Van Bronckhrorst. Seminar ini dipandu oleh GBG Bali Lead, Ratri Jawanes, dan President Rotary Club of Bali Taman, Nanda Devi.

 

President Rotary fo Bali Taman Nanda Devi mengatakan, tujuan digelarnya acara ini adalah untuk menginspirasi wanita-wanita Indonesia agar menjadi lebih baik. Hal tersebut menurutnya selaras dengan kegiatan Rotary Cub  yang selalu bertujuan menjadi inspirasi bagi komunitas lain.

 

Dalam sambutannya, Nanda Devi terlebih dahulu menginformasikan seputar Rotary Club. Rotary Club kini telah berusia 114 tahun, berdiri tepatnya pada 23 Febuari 1905 di Cicago Amerika. Siapapun katanya bisa menjadi Rotarian (sebutan untuk anggota Rotary). Caranya terlebih dahulu mendaftar secara online selanjutnya  mendapatkan undangan dari Rotary Cub terdekat. Pada acara semintar kali ini, panitia menyediakan 4 voucher untuk peserta yang bisa menjawab pertanyaan.

 

Narasumber Makiko Iskandar menjelaskan histori dirinya bisa hingga di Bali. "Orang tua saya orang Jepang. Saya lahir di Fukuoka dan orang tua saya bekerja di Tokyo biro perjalanan. Kemudian, ketemu dengan suami saya di Jepang dan saya dibawa ke Indonesia, serta menetap di Bali sekitar tahun 1978," tutur perempuan yang telah menyumbang hingga 250 ribu dolar.

Sementara narasumber Faye Alund dalam presentasinya menjelaskan tentang entrepreneur.  Menurut Faye Alund, Negara sebesar Indenesia ini semestinya mempunyai level entrepreneur antara 5 hingga 10 persen.  Entrepreneur menjadi penting untuk sebuah negara karena menurutnya, entrepreneur mempunyai potensi skil up, mempunyai level inovasi serta tidak mengerjakan sesuatu yang berulang-ulang. Bukan itu saja, entrepreneur juga mempunyai ability to vipot, yaitu ketika ada masalah market dan tekonlogi yang berubah ia tetap bisa survive. Oleh karena itu maka diperlukan platform untuk kewirausahaan. (dj)