JA Teline V - шаблон joomla Форекс

PENDIDIKAN
Typography

DENPASAR-fajarbali.com  | Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar sebagai smart campus menuju world class university, kembali melebarkan sayapnya untuk terbang tinggi di tengah arus revolusi industri 4.0.

Tepat di Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Kamis (2/5), Rektor Undiknas Denpasar, Dr. Nyoman Sri Subawa, S.T., S.Sos., M.M., meluncurkan sistem absensi berbasis digital atau yang selanjutnya disebut dengan smart class attendance syste

To be Smart Campus for Millennial Generation menjadi tantangan tersendiri bagi Undiknas untuk dapat bersaing di lingkungan akademis yang berbasis global dan digital. Tahun 2015 silam, Undiknas Mobile Application berbasis Android telah berhasil diluncurkan dan menjadi tonggak awal Undiknas dalam menapaki era digitalisasi. Dalam penerapannya, aplikasi ini menjadikan ponsel mahasiswa untuk menjadi ‘the real smart-phone’ untuk mengakomodasi segala administrasi dan mendukung proses perkuliahan mahasiswa.

 

Momentum pada Hardiknas Tahun 2019 ini kembali memberikan satu catatan sejarah untuk kelangsungan proses akademik di lingkungan Undiknas. Memasuki 21st cyber-based learning, face-to-face learning model sudah mulai ditinggalkan. Digitalisasi pada sistem pembelajaran dengan pengaplikasian elektronik Learning Management System (LMS) seperti google classroom juga merupakan upaya nyata yang telah dilakukan oleh dosen-dosen Undiknas untuk terus berupaya menjadi smart campus yang mampu berdaya saing di kancah nasional dan internasional.

“Dengan memaknai semangat Ki Hajar Dewantara untuk pendidikan Indonesia, Undiknas senantiasa terus berupaya dalam membenahi sistem pendidikannya,” kata Rektor Undiknas Dr. Nyoman Sri Subawa, di sela launching absensi mahasiswa berbasis digital.

Peluncuran Smart Class Attendance System menjadi sebuah terobosan digital dalam beradaptasi pada 21st cyber-based learning. Absen mahasiswa yang pada umumnya menggunakan kertas secara manual, kini sudah tercatat dalam suatu sistem berbasis digital.

Terdapat berbagai teknologi untuk merekam kehadiran mahasiswa dalam perkuliahan seperti penggunaan fingerprint, Quick Response (QR)-code, RFID (Radio Frequency Identification), dan masih banyak sistem absensi berbasis digital yang tengah marak dikembangkan. Sebagai salah satu universitas terbaik di Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VIII, Undiknas memilih untuk mengaplikasikan absensi berbasis Quick Response (QR)-code.

Absensi mahasiswa berbasis QR-Code digunakan untuk mencegah mahasiswa untuk menitip absensi. Untuk dapat merekam kehadiran mahasiswa melalui QR-Code, mahasiswa Undiknas harus sudah menginstall Undiknas Mobile Application, memiliki user account dari Undiknas Mobile Application, dan sudah mengisi Formulir Rancangan Studi (FRS). Dalam pengaplikasiannya, mahasiswa men-scan QR-Code yang ditampilkan oleh dosen pengampu mata kuliah menggunakan Undiknas Mobile Application. (Gde)