JA Teline V - шаблон joomla Форекс

PENDIDIKAN
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar menggelar wisuda XXVII di Inna Grabd Bali Beach Hotel, Sanur, Selasa (14/5) yang diikuti 103 orang wisudawan.

Jumlah tersebut terdiri dari 43 orang dari Fakultas Dharma Acarya, 13 orang dari Fakultas Brahma Widya, 14 orang dari Fakultas Dharma Duta, 20 orang Program Magister (S2) Program Pascasarjana dan 13 orang Program Doktor (S3) Ilmu Agama.

Tiga lulusan terbaik diraih oleh Dewi Yunairi, S.Fil. dari Prodi S1 Filsafat Hindu dengan IPK: 3,97 (Cumlaude), Ni Komang Ari Pebriyani, SS.,S.Pd..M.Pd. dari Prodi Magister Pendidikan Bahasa Bali dengan IPK: 4,00 (Cumlaude), dan Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr. dari Prodi Doktor Ilmu Agama dengan IPK: 3,75 (Cumlaude). Sedangkan rata-rata IPK Program Doktor 3,63, Program Magister 3,77 dan Program Sarjana 3,49. Hingga saat ini jumlah alumni IHDN Denpasar sebanyak 9.408 orang.

Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si., mengaku bangga karena di antara 103 wisudawan kali ini banyak tokoh masyarakat, anggota TNI, Polri, pemangku kebijakan, pegawai bank serta wirausaha sukses. "Wisuda kali ini banyak lulusan yang berbobot dari semua lini," kata Sudiana.

Sudiana yang juga Ketua PHDI Provinsi Bali ini menilai, kondisi tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi IHDN agar mencetak lebih banyak lagi sumber daya manusia karena terbukti bisa diterima di mana pun. Apalagi agama mampu memayungi segala jenis profesi.

Dia berharap animo masyarakat terus tumbuh dalam belajar agama, baik secara lansung di IHDN mau pun melalui latihan-latihan yang dilaksakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) yang bertujuan memberikan ilmu sebagai sebagai bekal mencapai tujuan hidup sesuai ajaran dharma.

Soal target mahasiswa baru tahun akademik 2019/2020 ini, Sudiana mengaku telah mengantongi 472 mahasiswa baru pada gelombang pertama. "Pendaftar pada gelombang pertama 662 orang, namun yang lolos testing hanya 472, karena kami sangat selektif dan ketat. Untuk gelombang kedua sudah banyak yang antre, sehinga kami optimis target 800 mahasiswa baru tercapai," katanya.

Lebih lanjut, Sudiana mengatakan, IHDN tidak hanya berkutat pada agama tulen, tapi bagaimana melahirkan SDM dengan kompetensi lengkap untuk menghadapi persaingan era Revolusi Industri 4.0. Sebagai persiapan, IHDN telah menerapkan teknologi di kampus mulai dari kelas maya, KRS dan pendaftaran online, data keuangan, perpustakaan dan yang lain. “Semua serba online di kampus kami. Tinggal klik. Soal teknologi, kami tak mau ketinggalan, kami ini kampus milenial,” tutup Sudiana. (gde)